Archive

Tag: #siharsitorus

7 posts

Sihar Sitorus Minta Gubsu Lanjutkan Pembangunan Patung Yesus di Tarutung

Sihar Sitorus Minta Gubsu Lanjutkan Pembangunan Patung Yesus di Tarutung

Acara ramah tamah Gubernur Sumatera Utara dengan Anggota DPR-RI dan Anggota DPD-RI bertempat di Ruang Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Senin (4/11/2019) berlangsung santai dan penuh kekeluargaan sesama anak Sumatera Utara.

Sihar P. H. Sitorus, Anggota DPR RI dari Komisi XI, salah seorang anggota DPR-RI dari Dapil II Sumut yang hadir pada acara ramah tamah tersebut sangat serius dan antusias mengikuti diskusi mengenai bagaimana memajukan daerah Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut Sihar menyampaikan harapan dan pesannya kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Salah satunya adalah mengenai pembenahan bangunan wisata yang terbengkalai lama berupa Patung Yesus di daerah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Hal tersebut telah lama menggelitik hati Sihar terutama selama masa kampanye baik saat menjadi rival Edy Rahmayadi di Pilgubsu maupun saat Pileg beberapa waktu yang lalu.

“Ada satu hal yang menggelitik saya mulai dari Pilgub sampai pada kampanye Pileg yang seyogyanya itu terwujud, yaitu mewujudkan pembangunan patung Yesus di Tarutung terselesaikan pembangunannya,” ujar Sihar.

Bagi Sihar wilayah Tapanuli Utara merupakan satu wilayah yang penting bagi orang Batak khususya yang beragama Kristiani. Sihar juga melihat patung tersebut berpotensi menjadi wilayah wisata rohani yang mumpuni sehingga layak menjadi salah satu fokus yang harus diselesaikan.

“Itu ada di Tapanuli Utara dimana di sana merupakan pusat dari kegiatan gereja HKBP yang sudah hadir beberapa ratus tahun yang lalu, saya pikir ini adalah tempat penting dan bersejarah sekaligus memiliki nilai wisata religi yang tinggi. Ada baiknya dapat menjadi fokus pengembangan yang luas dampaknya,” tutur politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Sebelumnya dalam kesempatan tersebut Edy Rahmayadi menuntut kepada seluruh anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara untuk dapat berkontribusi terhadap Sumatera Utara. Menurutnya kedudukan yang diterima oleh para anggota dewan tersebut berasal dari masyarakat Sumatera Utara.

“Kami yang berdomisili di Sumatera Utara ini menuntut bapak/ibu sekalian untuk dapat membantu apa yang bisa dibantu di Sumatera Utara,” tutur Edy.

Dalam hal ini Edy menyinggung soal peningkatan peringkat provinsi Sumatera Utara, pengalokasian APBN di Sumatera Utara, serta pembangunan sport center terutama dalam menyambut PON 2020 di Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi Ajak Sihar Sitorus Kolaborasi Pengadaan Sport Center

Edy Rahmayadi Ajak Sihar Sitorus Kolaborasi Pengadaan Sport Center

Acara ramah tamah Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dengan Anggota DPR-RI dan DPD-RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara bertempat di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Senin (4/11/2019) berlangsung dengan santai dan penuh kehangatan keakraban.

Dalam pertemuan tersebut Edy Rahmayadi selaku orang pertama di masyarakat Sumatera Utara, menuntut dan meminta para anggota DPR-RI dan DPD RI asal Sumut yang ada di Senayan Jakarta yang kedudukannya bisa diraih karena dukungan rakyat Sumatera Utara dapat berkontribusi dalam membangun Sumatera Utara.

“Kami yang berdomisili di Sumatera Utara ini menuntuk bapak/ibu sekalian yang duduk di Parlemen untuk dapat membantu apa yang bisa dibantu bagi pembangunan Sumatera Utara,” ujar Edy.

Edy menyampaikan bahwa ia berencana menaikkan peringkat Sumatera Utara yang masih berada di tingkat 24 dari 34 provinsi. Edy juga bercerita bahwa di tahun 70-an Sumatera Utara pernah menduduki peringkat ke-3 di Indonesia.

“Yang pertama Sumatera Utara ini nomor 24 dari 34 provinsi, saya ingin nomor itu bergeser ke level yang baik,” ujar Edy.

Edy juga menyinggung mengenai PON 2024 yang akan diselenggarakan di Sumatera Utara. Dari sisi sarana dan prasarana, ZStadion Teladan Medan tak layak untuk PON tersebut.

Edy berharap pembangunan sport centre dapat dilakukan mengingat Sumatera Utara hanya memiliki Stadion Teladan yang dinilai belum memiliki lapangan yang memadai.
“Saya ingin dukungan berupa support moril maupun fisik,” ujar Edy.

Terkhusus, Edy meminta Sihar PH Sitorus sebagai rekannya pernah di PSSI dan rivalnya di Pilgubsu yang lalu. Ketika di PSSI, di ruang kerja Edy, mereka pernah membicarakan mengenai pengadaan sport center tersebu di Sumut.

“Saya mengajak kita semua bekerja sama, jujur saya tidak dapat bekerja sendiri,” ujar Edy dihadapan anggota legislatif sebelum video presentasi dimulai.

Edy juga menyesalkan mengapa anggaran tak pernah hinggap di Sumatera Utara.

” 12 setengah triliyun APBD Sumatera Utara itu tak lah cukup? Itupun masih salah hitungnya,” ujarnya.

Sihar Sitorus, Anggota Komisi XI Legislatif DPR RI yang hadir dalam acara ramah tamah tersebut, memahami apa yang menjadi visi misi Gubernur Sumatera Utara dalam membangun sumatera utara, terlebih sarana sport center. Mengenai pembangunan Sumatera Utara agar lebih dikenal Internasional tanpa mengesampingkan hal-hal krusial seperti kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dsb.

“Harapan kita pun sama, ada satu event internasional di Sumatera Utara, dengan sarana prasaran yang mendukung un tuk event itu,” ujar Sihar.

Duduki Komisi XI DPR RI, Sihar Sitorus: Sumut Harus Kecipratan

Duduki Komisi XI DPR RI, Sihar Sitorus: Sumut Harus Kecipratan

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menetapkan susunan anggota pada 11 komisi dan tujuh badan dalam alat kelengkapan dewan masa bakti 2019-2024. Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (29/10/2019).

Sejumlah anggota berjanji akan berusaha sebaik mungkin di komisinya masing-masing. Salah satunya, Sihar P. H. Sitorus, anggota legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan 2 Sumatera.

Usai diumumkan sebagai peraih suara terbanyak di Sumatera Utara, Sihar dibanjiri pertanyaan oleh masyarakat melalui akun media sosialnya mengenai penempatan dirinya di DPR RI.

Setelah ditetapkan, Sihar mendapat kepercayaan menduduki Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan. Ia mengaku akan banyak tantangan yang akan dihadapi.

Salah satunya adalah mendekatkan jarak antara ekonomi makro dan ekonomi keseharian.

“Tantangan berada di Komisi XI yang menangani bidang moneter, fiscal dan macroeconomics adalah mendekatkan jarak antara macro- dan ekonomi keseharian,” ujar Sihar.

Selain itu, Sihar juga merasa tertantang agar Sumatera Utara sebagai wilayah pemilihannya dapat kebagian dana pembangunan dari situasi moneter dan fiskal yang ada saat ini, sehingga pembangunan yang terlaksana juga semakin baik.

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana Sumatera Utara dapat kecipratan dana pembangunan dari situasi moneter dan fiscal saat ini,” ujar Sihar.

Hadiri Wisuda USNI, Sihar Sitorus: Jalan Utama Mempersiapkan Skill adalah Karakter

Hadiri Wisuda USNI, Sihar Sitorus: Jalan Utama Mempersiapkan Skill adalah Karakter

Sihar PH Sitorus, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Abdi Karya, meluluskan sebanyak 503 wisudawan/wisudawati Universitas Satya Negara Indonesia, di Universitas Terbuka Convention Center, Jakarta Sabtu (19/10).

Peserta wisuda kali ini merupakan angkatan ke-23 dari USNI yang terdiri dari dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Teknik.

USNI didirikan pada tahun 1989 oleh Alm. Sutan Raja D. L. Sitorus yang merupakan ayahanda dari Sihar sendiri.

“USNI berdiri diinspirasi oleh keinginan beliau menjadikan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas namun terjangkau oleh masyarakat, agar pandai dan mampu bersaing di kancah perebutan pekerjaan atau menjadi seorang wirausahawan,” ujar Sihar.

USNI sendiri berasal dari kata Satya yang berarti setia atau tulus hati, sedangkan Negara berarti organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Sehingga secara umum, Universitas Satya Negara Inonesia berarti Lembaga Pendidikan Tinggi yang dengan setia, tulus hati dan benar mendidik anak bangsa agar dapat Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sihar yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Partai PDI-Perjuangan juga diberi kepercayaan memberi orasi ilmiah dalam momen terebut. Adapun tema yang diangkat dalam orasi ilmiahnya adalah, “Pengembangan Karakter sebagai Cerminan Pribadi Bangsa.”

Dalam orasinya, Sihar menjelaskan mengenai peran karakter dalam kemajuan bangsa. Lebih lanjut, Sihar memaparkan mengenai karakter yang harus dimiliki oleh seorang akademisi. Menurutnya karakter berasal dari diri individu itu sendiri dan dapat terbentuk melalui lingkungan.

Oleh karena itu, Sihar berharap USNI dapat mengambil peran penting dalam pembentukan karakter untuk membentuk jati diri manusia demi terciptanya pribadi rakyat Indonesia yang berkeberadaban dan bermoralitas dalam kehidupan sosialnya. Terutama agar para lulusannya mampu bersaing di era digital 4.0.

Sihar berharap yang dibentuk bukan hanya sekedar skill (keterampilan) tetapi yang terpenting adalah karakter.

“Jalan utama mempersiapkan skill yang yang paling mudah ditempuh adalah memiliki perilaku yang baik (behavioral attitude), meningkatkan kompetensi diri dan memiliki semangat literasi,” tutur Sihar.

Secara global, Sihar juga berharap seluruh elemen dalam negara meliputi masyarakat, bangsa, negara, dan institusi pendidikan dapat bergandengan tangan dalam menciptakan karakter unggulan bangsa.

“Semua warga masyarakat, bangsa, dan negara, pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan formal dan nonformal, sampai dengan para pemimpin dalam semua level mempunyai tugas dan tanggung jawab moral untuk dapat memahami (knowing), mencintai (loving) dan melaksanakan (implementing) nilai-nilai etika inti (core ethical values) dalam kehidupan pribadi dan masyarakat secara keseluruhan untuk membangun keberadaban bangsa yang bermartabat,” ujarnya.

Sihar menjelaskan bahwa pendidikan untuk pengembangan karakter sebagai cerminan Bangsa Indonesia memerlukan upaya-upaya pencerahan dalam membentuk kepribadian, watak, dan karakter generasi muda sekarang agar menghasilkan insan-insan unggulan di segala bidang untuk kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.

Wisuda yang dikemas dalam Sidang Terbuka Senat Universita Satya Negara Indonesia tersebut berlangsung dengan khidmat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut PLT Koordinator Lembaga Layanan Dikti Wilayah III, Bapak DR. M. Samsuri.

Sihar Sitorus Usung Technopolitico-nomics di DPR RI

Sihar Sitorus Usung Technopolitico-nomics di DPR RI

Anggota DPR RI terpilih dari dapil Sumut II, Sihar Sitorus mengemukakan usai dilantik, dirinya akan memperkenalkan konsep ‘Technopolitico-nomics’.

Sihar mengatakan, konsep tersebut merupakan sebuah penerjemahan, segala kebijakan dan regulasi nasional yang ideologis, abstrak dan bersifat makro, agar menjadi teknokratis operasional bernilai ekonomis finansial di ranah mikro.

Konsep tersebut, kata Sihar ia dapat selama menjadi pebisnis tingkat nasional dan intelektual bergelar Doctor of Business Administration (DBA) Manchester Business School University of Manchester.

“Isi sumpah yang barusan saya ucapkan dalam pelantikan, menjadi tolok ukur kinerja, yaitu tetap komit pada Pancasila dan NKRI,” ujarnya, Selasa (1/10/2019).

Sihar mengatakan dirinya akan berupaya untuk memperjuangkan s aspirasi masyarakat menjadi kebijakan dan regulasi yang senantiasa berpihak pada seluruh masyarakat Sumatera Utara.

“Saya akan terus berjuang dan konsisten untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita besar untuk membangun Indonesia yang sejahtera,” katanya.

Sihar juga mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan atas lancarnya suasana pelantikan.”Terima kasih kepada masyarakat Sumatera Utara, khususnya Dapil Sumut II. Setelah melewati serangkaian proses yang cukup panjang, sehingga saya diberikan amanah dan kepercayaan,” pungkasnya.

Sihar Ajak Masyarakat Bergerak untuk Danau Toba dan Gunung Sinabung

Sihar Ajak Masyarakat Bergerak untuk Danau Toba dan Gunung Sinabung

Ibadah I Spiritualitas Danau Toba dan Gunung Sinabung (DTGS) telah sukses diselenggarakan di Wisma Gerga Mulawari, Kabanjahe, Karo, Jumat (13/09). Acara ini sendiri bertujuan untuk membangun kesadaran kerohanian mengenai Danau Toba dan Gunung Sinabung sebagai karunia Tuhan bagi bangso Batak dan dunia, sejumlah tokoh menggagas acara kegiatan Spiritualitas Bagi Danau Toba dan Gunung Sinabung.

Sihar P. H. Sitorus, sebagai Ketua Umum DTGS, mengucapkan banyak terimakasih dan sangat mengapresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini.

“Terimakasih untuk seluruh Panitia Pusat maupun lokal, Pemkab, dan seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini dan turut dalam mensukseskan ibadah ini,” tutur Sihar.

Dalam sambutannya, Sihar menjelaskan sejak zaman penciptaan, manusia telah diberi mandat untuk menjaga dan merawat alam dan seluruh ciptaan-Nya sebagai makhluk yang berakal budi.

“Alkitab menjelaskan bahwa kita adalah makhluk yang istimewa, diciptakan menurut rupanya dan diberikan mandat untuk menguasai dan merawat ciptaan lainnya di bumi,” ujar Sihar.

Sayangnya banyak masyarakat yang belum sadar akan mandat dari Sang Pencipta untuk menjaga Danau Toba dan Gunung Sinabung. Oleh karena itu lewat ibadah ini, Sihar mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersyukur atas anugerah yang begitu luar biasa untuk masyarakat Sumatera Utara lewat Danau Toba dan Gunung Sinabung serta melakukan gerakan-gerakan yang bersifat membangun dan berkelanjutan dalam upaya melestarikan Gunung Sinabung dan juga Danau Toba.

“Mari melaksanakan kegiatan restoratif dan konstruktif berkaitan dengan Danau Toba dan Gunung Sinabung dimulai melalui kegiatan spiritual ini,” tambah Sihar yang juga merupakan Anggota DPR RI Terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Pemilihan 2 Sumatera Utara.

Ibadah yang dimulai pukul 10.30 ini dimulai dengan prosesi masuk oleh perwakilan berbagai gereja. Tampak hadir Moderamen GBKP, Pendeta Agustinus Panggabean; Ketua Persekutuan Gereja-Gerja Indonesia, Pendeta Albertus Pati; dan berbagai lapisan gereja-gereja.

Perlukah Wisata Halal untuk Danau Toba?

Perlukah Wisata Halal untuk Danau Toba?

Pengembangan wisata Danau Toba sedang digencarkan, kedatangan Presiden Joko Widodo dan jajarannya Juli lalu membawa angin segar kepada warga sekitar Danau Toba secara khusus dan masyarakat Sumatera Utara secara umum.

Danau seluas 1.130 km² yang terkenal akan keindahannya kini mulai diperhatikan oleh Pemerintah Pusat. Oleh tangan dingin Jokowi wilayah Danau Toba akan disulap menjadi daerah wisata kelas dunia sebagaimana Bali yang begitu tersohor keindahannya hingga ke luar negeri.

Seiring berjalannya waktu hal yang seharusnya membanggakan tersebut malah menimbulkan kekhawatiran dari beberapa kalangan mayarakat Batak. Pasalnya, pengembangan wisata kelas dunia ini turut membawa pencanangan Wisata Halal oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Menurut Edy, wisatawan mancanegara yang akan datang ke Danau Toba akan berasal dari negara-negara muslim, seperti Brunei Darussalam atau Malaysia.

Bila yang dimaksudkan oleh Gubsu adalah pembangunan Masjid atau tempat makan yang bisa dinikmati umat Muslim mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun akan menjadi masalah bila yang dimaksudkan Edy malah menertibkan apa yang sudah menjadi adat istiadat dalam kehidupan mayarakat Batak, salah satunya penataan hewan berkaki empat agar tidak sembarang dipotong di tempat-tempat umum karena status Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sementara hewan berkaki empat seperti babi atau kerbau adalah bagian dari budaya Batak sejak lama. Melarang pemotongan hewan berkaki empat yang dicanangkan tersebut tentunya dirasa tidak menghormati adat masyarakat setempat.

Memang pengembangan wisata Danau Toba diharapkan dapat menarik wisatawan dari luar negeri untuk datang. Namun perlu diperhatikan juga agar hal tersebut tidak mengganggu adat istiadat masyarakat lokal yang menganggap pemotongan hewan adalah halal menurut mereka. Tradisi lokal, budaya setempat memiliki nilai kearifan yang tinggi.

Perlu diketahui, menghormati budaya dan tradisi lokal itu adalah bagian dari Kode Etik Pariwisata Dunia, yang telah diratifikasi oleh UNWTO, di mana kegiatan pariwisata harus menghormati budaya dan nilai lokal (local wisdom) agar tidak meresahkan masyarakat di sekitar atraksi di destinasi.

Bila menilik Bali, pengembangan pariwisata di Bali tidak pernah menambahkan halal di belakangnya. Bali memilih menjual keindahan alamnya dan budaya yang telah ada sejak dulu. Apakah kesuksesan Bali sebagai lokasi wisata kelas dunia masih diragukan?

Pembangunan Masjid, Rumah Makan Muslim, dirasa sudah cukup untuk memberi kenyaman terhadap wisatawan Muslim tanpa harus menggeser apa yang sudah membudaya di masyarakat setempat. Penggunaan embel-embel halal tentunya merupakan hal yang sensitif, karena definisi halal bagi setiap keyakinan adalah berbeda. Akan menjadi indah bila perbedaan definisi itu dapat dipahami oleh masing-masing keyakinan.

 

Oleh: Sihar P. H. Sitorus (Anggota Legislatif Terpilih DPR RI 2019-2024)