Profil

Profil

Profil

Dari Sumatra Utara Untuk Indonesia

Sihar Sitorus

Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus merupakan seorang pengusaha sukses asal Sumatera Utara yang merupakan putra dari seorang tokoh Batak, DL Sitorus. Kini, Sihar aktif sebagai politisi, yang pernah mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 bersama Djarot Saiful Hidayat.

Pernah menjadi juru kampanye nasional Joko Widodo oleh PDI-Perjuangan pada masa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Saat ini, Sihar tengah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI diusung partai PDIP dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Sumatera Utara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Italian Trulli

Profil


Pendidikan

Sihar Sitorus menempuh pendidikan SD, SMP dan SMA di Jakarta. Setelah menyelesaikan SMA, Sihar melanjutkan pendidikan tinggi ke Amerika Serikat pada program Bachelor of Science in Businees Administration di University of Arizona dan lulus pada 1987.

Kemudian melanjutkan pendidikannya ke Master of Businees Administration Creighton University Ohama, pada 1991. Berselang dua tahun, yakni pada tahun 1993, Sihar menyelesaikan pendidikannya dari Strathclyde University, Glasgow. Dia juga menyelesaikan pendidikan di Bussniess School Manchester, Inggris tahun 2005.

Profil


Pengalaman Kerja

Sihar pernah bekerja di PT Freeport Indonesia mulai dari 1993 hingga 1995. Kemudian dia bekerja di PT Bursa Efek Jakarta pada 1995 hingga 1997. Selain itu, Sihar juga pernah menjadi tenaga ahli Kementerian Koordinator Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan. Sihar juga merupakan Direktur Lembaga Peduli Hutan Indonesia, dari tahun 1998 hingga saat ini.

Dalam dunia sepakbola, Sihar mendirikan tiga klub yakni Medan Chiefs Deli Serdang, Pro Titan, dan Nusaina Fans Club (FC). Selain itu, dia juga pernah memimpin klub PSMS Medan.

Semangat Kewirausahaan

Sihar dengan latar pendidikan bisnis, membuat dirinya aktif sebagai pengusaha sukses. Menjadi seorang wirausahawan menurutnya mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas masyarakat. “Entrepreneur meningkatkan kemajuan bangsa dan negara. Karena itu perlu daya saing suatu Negara, sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas entrepreneur anak-anak bangsa itu sendiri.” Sebagai seorang wirausahawan Sihar peka akan bakat terpendam yang dimiliki oleh seseorang.

Hal ini terbukti saat dia masih menjadi pemilik PSMS Medan. Salah satu contohnya, dia mengintrusikan  kepada pelatih PSMS Medan, waktu itu, untuk selalu menempatkan Oktovianus Maniani sebagai starter di setiap laga yang dilakoni PSMS Medan, baik Home maupun Away. Hasilnya? Terbukti mujarab. Sekarang, Oktovianus tumbuh menjadi seorang pemain sepak bola yang terkenal dan luar biasa hebat. Itu semata-mata karena Sihar melihat ada talenta di diri Oktovianus.

Profil


Tim Ahli Jokowi-JK

Selain bidang usaha, dan terlibat penuh dalam pengembangan persepakbolaan, dirinya juga terlibat dalam politik. Keterlibatan Sihar dalam dunia politik bukan hal yang baru, dia merupakan tokoh dari partai Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Partai yang didirikan ayahnya, Darius Lungguk Sitorus, pengusaha nasional.

Baginya, setiap orang yang ingin terjun di bidang apa pun, harus jelas maksud dan tujuannya. Begitu juga ketika Sihar mengembangkan sepak bola, menjadi pengusaha dan memasuki politik, dia jelas mempunyai tujuan untuk memperjuangkan Indonesia makin maju.

“Indonesia sudah 69 tahun merdeka, dan reformasi sudah 15 tahun, namun msyarakat masih dihadapkan dengan berbagai persoalan mendasar. Kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Meski pemerintah mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan. Faktanya penderitaan rakyat malah semakin menjadi,” ujarnya.

Hal inilah yang membuat Sihar merasa terpanggil dalam mengawal kebijakan dengan masuk ke pentas politik. Sebenarnya, pada tahun 2009 Sihar juga pernah mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dari partai PPRN. Suaranya mumpuni, dia sebenarnya terpilih menjadi anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara II. Namun, karena partainya tidak lolos PT di KPU akhirnya harus menerima tidak duduk di kursi anggota dewan.

Di Pemilu 2014 lalu, Sihar dipercaya menjadi Juru Kampanye Nasional. Sihar ditunjuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai salah satu dari 120 tokoh-tokoh PDI Perjuangan. Demikian juga pemilihan presiden (Pilres) kali ini, mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu, dinilai layak menjadi juru kampanye yang bisa mendulang suara untuk kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sihar dipercaya menjadi tim sukses. Sebagai tim kampanye Jokowi-JK di Badan Pemenangan Pemilu Presiden yang terdaftar di KPU, Sihar menjadi Tim Ahli bersama-sama: Sukardi Rinakit, Andreas Pareira, Arie Sumarmo, Arief Budimanta, Ady Prasetyono, Heri Achmadi, Ida Fauziah, M Prakosa, Muhtosim Arief, Musdah Mulia, Pataniari Siahaan, Rizal Sukma, Syaifullah Mashum, Sakti Wahyu Trenggono, dan Silverius Sonny. Sebagai anggota tim kampanye nasional Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dia dan tim terus mengupayakan kampanye seluas-luasnya pada masyarakat. Dan terus mengamati perkembangan kampaye Jokowi-JK baik di media maupun secara langsung. Apa kekurangan dan apa kelebihan. Termasuk saat debat kandidat presiden kemarin misalnya, Sihar menilai dalam debat kedua antarcapres dimenangkan oleh Jokowi.

Menurutnya, skor debat adalah 4-2. “Skornya 4-2 untuk Jokowi. Saya lihat ada 4 poin penting yang sangat mendasar dari Jokowi untuk mengurus negara ini,” ujarnya. Dia menilai, pemaparan 4 poin tersebut salah satunya adalah Jokowi melihat pembangunan manusia yang penting dan luas. Sihar menambahkan, dalam hal ini ada perubahan cara pandang dari Jokowi untuk menyelesaikan masalah-malah mendasar di negeri ini sehingga tidak ada lagi pengalokasian anggaran yang tidak tepat.

“Sikap Jokowi dalam memfasilitasi seluruh elemen di bangsa ini cukup bagus. Jokowi memberikan fasilitas untuk mempermudah dan meningkatkan produktifitas, tambahnya “Jokowi saat memaparkan visi-misinya lebih mengutamakan ekonomi kerakyatan untuk menyejahterakan bangsa ini. Di mana Sumber Daya Manusia (SDM) akan terus ditingkatkan untuk membentuk ekonomi mandiri,” ujarnya

Profil