Archive

Author: Fiona Matullessya

236 posts

Leo Nababan Dukung Sihar Sitorus di Pilgubsu

Leo Nababan Dukung Sihar Sitorus di Pilgubsu

Setelah Demokrat dan Gerindra, kini giliran kader Partai Golkar berbalik arah mendukung pasangan Djarot-sihar Sitorus di Pilgubsu 2018. Padahal, Partai Golkar mengusung pasangan Edy Rahmayadi- Musa Rajekshah bersama Partai Gerindra, Nasdem, PAN, PKS dan Gerindra.

Adalah Leo Nababan yang menyatakan mendukung Djarot-sihar pada Pilgubsu 2018. Bahkan, sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, Leo bersama keluarga besar Nababan mengupa-upa (memberangkatkan) Sihar Sitorus. Prosesi upa-upa tersebut digelar, Minggu (28/1/2018), di kediaman Leo Nababan, di Jalan Pelajar, Gang Sederhana, Medan.

“Saya sangat bangga hari ini. Saya diberangkatkan dengan doa, dan itu sangat penting,” kata Sihar.

Menurutnya, dukungan keluarga Nababan bagi Djarot-Sihar dirasa sangat penting karena merupakan dukungan keluarga. “Acara ini adalah acara adat, kekerabatan. Sitorus dan Nababan itu padan (saudara). Leluhur kami telah berjanji untuk saling menolong,” ungkapnya.

Leo Nababan menyampaikan upa-upa pada Sihar dengan prosesi adat Batak merupakan dukungan Nababan pada Sihar. Nababan dan Sitorus, kata Leo, adalah dongan sapadan, atau saudara.

“Jadi ini acara adat, bukan acara partai. Saya tetap Golongan Karya, tetapi secara adat saya harus mendukung saudara saya,” ungkapnya.

Selain soal kekerabatan, kata Leo, ia memilih mendukung Sihar adalah profil Sihar. “Sihar itu orang kaya, dia bukan untuk cari makan di sini,” tegasnya.

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/01/28/22699/kader_golkar_leo_nababan_dukung_sihar_sitorus_di_pilgubsu/

Ketika Warga Sumut Mendamba Pemimpin Bersih, Visioner dan Merakyat

Ketika Warga Sumut Mendamba Pemimpin Bersih, Visioner dan Merakyat

Mencari pemimpin yang bersih, visioner dan dekat dengan rakyat tidak semudah membolak-balik telapak tangan. Banyak yang ingin menjadi pemimpin, namun tidak memenuhi kriteria di atas.

Ada pemimpin yang terpilih karena menggunakan politik uang, sehingga ketika berkuasa merasa semua bisa didikte, termasuk rakyat. Kalau butuh dukungan rakyat maka pemimpin itu akan berpura-pura pro rakyat dan menggulirkan dana atau proyek pro  rakyat, setelah tujuannya tercapai, maka rakyat ditinggal lagi sampai suatu saat nanti dibutuhkan lagi, lalu mendekat lagi kepada rakyat.

Itu merupakan gambaran atau tipe pemimpin masa lalu. Sebagian besar pemimpin masih memerankan diri sebagai pemimpin yang menjaga jarak dengan rakyat, merasa pintar  dan merasa sebagai penguasa. Maka tidak heran kalau ada pemimpin yang jarang turun ke bawah, jangan turun bertemua dengan rakyat. Kalau pun ada hanya sebatas pencitraan belaka.Selebihnya asyik dengan kepentingan sendiri, kelompok dan kepentingan melanggengkan kekuasaan dengan merampok uang rakyat.

Di Sumatera Utara pemimpin terlibat korupsi, sehingga masyarakat sampai muak melihat pemimpin. Wajar jika dalam dua periode lalu tingkat golput setiap kali pilkada sangat tinggi. Apalagi calon pemimpin yang tampil tidak memberi harapan?

Sepuluh tahun lamanya masyarakat Sumatera Utara merindukan pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi. Sepuluh tahun masyarakat Sumatera Utara merindukan sistem pemerintahan yang peduli dengan masyarakat. Dua priode gubernur Sumatera Utara menjadi langganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan selama itu pula Sumatera Utara menjadi Provinsi yang terkorupsi di Indonesia.

Wajar jika situasi ini menimbulkan  kejenuhan berat yang dirasakan oleh masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat sudah pada titik pesimistis tingkat dewa. “Lebih baik tidak memilih dari pada melahirkan pemimpin yang korupsi”.  Ini lah kata – kata yang sering diucapkan oleh masyarakat Sumatera Utara.

Karenanya ketika Pilkada serentak 2018 digelar tahun ini, masyarakat mencoba kembali melihat siapa bakal calon pemimpin yang bakal tampil di Sumatera Utara. Apakah figur yang bersih, visioner dan peduli dengan rakyat. Bagaimana dengan calon-calon yang akan tampil di Pilkada 2018 ini. Inilah yang kini sedang diterawang oleh masyarakat Sumatera Utara.

Ada tiga pasang calon Gubernur Sumatera Utara yang akan berkontestasi yakni Eddy Rahmayadi- Rajekhsyah, JR Saragih-Selian dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus.

Dalam artikel  ini, kami akan membahas tentang pasangan  DR. H Djarot Sayful Hidayat,MS dan wakilnya DR. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane, BSBA, MBA. Bagaimana harapan masyarakat terhadap pasangan ini ketika bertarung merebut tahta tertinggi di Sumatera Utara.

Apa harapan masyarakat terhadap pemimpin Sumut, terutama pasangan Djarot-Sihar? Ini yang ingin kami coba gambarkan dari  di tengah – tengah masyarakat, terutama ketika mereka menyapa masyarakat seperti di Pasar Raya MMTC.

Terlihat dari antusiasnya masyarakat Pasar Raya MMTC Jumat 26 Januari 2018 pukul 07.00 WIB saat Cawagub Sihar Sitorus melakukan blusukan. Ratusan warga baik pedagang atau pun pengunjung di Pasar Raya MMTC menyambut kedatangan Sihar Sitorus.

Bukan hanya masyarakat saja, Sihar juga dengan tanpa canggung dan ragu – ragu menyapa masyarakat dengan akrab dan penuh dengan rasa kekeluargaan.
Bapak 2 orang anak ini melakukan diskusi dan berinteraksi dengan masyarakat, serta mendengar keluhan satu per satu dari masyarakat yang datang. Bahkan karena keramahannya, tanpa canggung masyarakat memeluk dan berphoto ria dengan beliau.
Masyarakat berharap ada perubahan yang besar di Sumatera Utara dari segala lini, khususnya bagi para pedagang, untuk lapangan pekerjaan, untuk kesehatan dan pendidikan.

“Kami berharap adanya bantuan yang kongkrit dari pemerintah, kayak kami pedagang dan sekaligus petani. Tolong dibuatkan pabrik olahan untuk jeruk di Berastagi agar para petani tidak rugi. Karena jeruk – jeruk yang kecil – kecil banyak terbuang, padahal secara kualitas bagus. Selain itu juga bisa buka lapangan pekerjaan baru untuk anak – anak muda. Dan juga kwalitas pupuk yang bagus, jangan ada pupuk yang oplosan” kata Ibu Tarigan pedagang buah sekaligus petani dari Berastagi.

Mereka juga minta bantuan modal dengan bunga yang rendah. Bantuan modal bunga rendah menjadi prioritas yang disampaikan oleh para pedagang. Para pedagang mengeluhkan tidak adanya modal yang bunga rendah mereka terima, sehingga banyak dari mereka harus meminjam dari para rentenir dengan bunga 10 – 30 % dari modal dasar yang mereka terima.

“Kami juga berharap adanya bantuan modal dari pemerintah dengan bunga yang rendah, sehingga kami tidak bingung dengan modal, karna banyak dari kami yang meminjam uang dari para rentenir. Udah bunganya besar kasar – kasar pula mereka minta. Pada hal pendapatan kami per hari rata – rata Rp 200.000,-. Sudah bayar tempat per hari Rp 100.000,-, makan kami belum lagi upah pekerja. Apa lagi lah yang kami bawa pulang,” tambah ibu Tarigan.

Selain itu, biaya pendidikan, biaya kesehatan serta tempat tinggal yang memadai menjadi harapan yang paling besar diinginkan oleh para pedagang. “ Kami lihat sosok dari pak Sihar yang ramah, bersahabat dan ganteng mudah – mudahan kalau Tuhan berkehendak menjadi Wakil Gubernur Sumatera Utara. Harapan kami kepada pak Sihar kalau nanti jadi jangan lupa dengan kami orang kecil ini. Bisa dibantu dari biaya pendidikan yang murah, biaya kesehatan juga dan sekaligus kalau bisa ada rusun yang murah dibuat untuk kami rakyat kecil ini” kata ibu Herlina Sinurat pedagang di Pasar Raya MMTC.

Seolah tak mau kalah ibu Lisa dan ibu anti juga memberikan masukan serta harapan untuk pasangan Djarot – Sihar yang diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  “ Kami berharap pak Djarot – Sihar menang menjadi Gubernur Sumatera Utara, agar membawa perubahan yang besar di Sumatera Utara. Birokrasi yang cepat dan tanpa harus ada bmengeluarkan uang yang diluar jalur lagi.”

Usai menyapa pedagang dan masyarakat pengunjung di Pasar Raya MMTC, Sihar Sitorus melanjutkan minum bersama relawan di salah satu warung. Di warung tersebut Sihar memberikan waktu dan kesempatan kepada wartawan untuk mewawancarainya. Dengan ramah dan akrab kepada wartawan, Sihar Sitorus menjelaskan maksud dan tujuannya untuk berkunjung ke Pasar Raya MMTC.

“Kunjungan yang saya lakukan bertujuan untuk mendengar keluhan dari masyarakat dan pengunjung dari Pasar Raya MMTC, untuk mengumpulkan data primer dari para pedagang, ingin merasakan atmosfer perdagangan yang ada di Pasar Raya MMTC, sekaligus tatap muka dengan pedang agar masyarakat mengenal pasangan Djarot – Sihar,” kata Sihar Sitorus yang kelahiran 13 Juli 1968 ini.

“Ada mata rantai perdagangan yang harus dilakukan secara singkat sehingga biaya produksi pedagang lebih rendah dan pedagang mendapat keuntungan lebih besar. Selain itu fasilitas yang memadai juga harus diperhatikan. Kwalitas baik dengan harga yang terjangkau menjadi harapan dari para pedagang” tambah Sihar Sitorus.

Modal dengan bunga yang rendah menjadi masukan program kerja dari pasangan Djarot – Sihar ini. Pemberian modal yang bersahabat dengan jumlah nominal yang besar dan bunga yang lebih kecil sehingga para pedagang sanggup memutar modal dan menerima pemasukan yang cukup.

“Adanya program pendanaan yang bersahabat dengan jumlah nominal yang besar dengan bunga yang kecil sehingga para pedagang sanggup mengolah dan memutar modal yang mereka terima sehingga mereka dapat menerima pemasukan yang cukup untuk keluarga dan dapat mensejahterakan masyarakat.”

Sihar juga menyoroti tentang bagaimana pengelolaan di bidang pertanian dan transportasi serta infrastruktur yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Utara. “Pengelolaan tata ruang yang bagus untuk area pertanian, sehingga lahan pertanian dikhususkan hanya untuk pertanian bukan dicampur adukan, selain itu juga bibit serta pupuk yang berkwalitas. Selain itu juga transportasi yang memadai dan infrastruktur yang baik adalah faktor penunjang untuk perdagangan dan pertanian.”

“Pengelolahan limbah pasar juga harus kita pikirkan, dengan teknologi yang saat ini dari sampah juga kita dapat menghasilkan bio energy. Sehingga menjadikan kota Medan yang lebih bersih, lebih sehat dan bio energy yang memadai dari limbah sampah yang ada,”jelas Sihar Sitorus. (Carter Silverius Sitanggang)

Sihar Sitorus blusukan ke Pasaraya MMTC

Sihar Sitorus blusukan ke Pasaraya MMTC

Medanbisnisdaily.com – Medan. Hadir di tengah-tengah pedagang Pasaraya MMTC di Jalan Pancing, Medan, Jumat (26/1/2018), bakal calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus disambut antusias. Sontak para pedagang yang tengah berjualan aneka barang seperti sayur dan buah meninggalkan dagangannya. Mereka meminta berfoto bersama dan bersalaman. Sihar dan rombongan tiba di Pasaraya MMTC sekitar pukul 08.00 WIB. Mengenakan T-shirt dengan kerah berwarna putih. Dari pasar basah yang ditempati 1.000 pedagang dia berjalan menuju pasar kering yang cuma berisi 500 kios. “Penataan pasar tradisional ini sudah bagus. Pedagang terlindungi dari hujan dan panas, mereka bisa meletakkan dagangannya dan berjualan dengan baik. Sirkulasi udaranya bagus,” kata Sihar menjawab medanbisnisdaily.com. Sihar menyatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional usaha-usaha berskala kecil (UMKM) semacam yang dijalankan para pedagang di Pasaraya MMTC perlu digalakkan. Oleh sebab itu pasar tradisional harus ditambah jumlahnya. “Ke depan harus dilakukan pemetaan dulu jika pasar tradisional hendak diperbanyak jumlahnya,” kata Sihar yang merupakan pemegang gelar doktor bisnis dari School of Business di Manchester, Inggris. Kordinator Persatuan Pedagang Pasaraya MMTC, Roma Simare-mare menyatakan sangat surprise atas kedatangan Sihar yang tanpa pemberitahuan. Oleh sebab itu tidak ada sambutan apapun yang dilakukan pedagang. Spontan. “Kami berharap saat kelak memimpin Sumut bersama Djarot Saiful Hidayat, pedagang tradisional dan petani diberdayakan,” kata Roma. Pukul 09.10 WIB, Sihar meninggalkan Pasaraya MMTC guna menuju Bandara Kualanamu. Disebutkan dia hendak menjemput Menteri PMK Puan Maharani yang dijadwalkan tiba pagi ini.

Relawan Arus Bawah Jokowi Dukung Djarot-Sihar di Pilkada Sumut 2018

Relawan Arus Bawah Jokowi Dukung Djarot-Sihar di Pilkada Sumut 2018

Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) secara resmi menetapkan dukungan terhadap pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi, Veldy Reynold, di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

“Sebagai tindaklanjut dari dukungan tersebut, ABJ sesegera mungkin menggelar rapat koordinasi dengan DPW ABJ Sumut guna membentuk tim pemenangan pasangan calon Djarot-Sihar,”ujar Veldy.

Menurutnya, ABJ siap tancap gas guna mensukseskan pemenangan Djarot-Sihar untuk Sumut yang lebih baik ke depan.

“Sebagai mantan Wakil Gubernur di Ibukota Indonesia, kepemimpinan Djarot sudah terbukti, menorehkan prestasi dan rekam jejak yang monumental,” kata Veldy.

Djarot, lanjut Veldy, adalah harapan masyarakat Sumut yang mampu merancang dan menyusun program-program kerakyatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara rasional dan terukur.

“Mantan Walikota Blitar juga merupakan sosok yang bersih,” katanya.

Sehingga, menutut Veldy, sudah saatnya Sumut dalam lima tahun ke depan memiliki kepala daerah yang bersih dari kasus korupsi dan mau ikut membersihkan praktik kotor tersebut.

“Berubah menjadi lebih baik bersama Djarot-Sihar,” kata Veldy.

Dijelaskan bahwa Djarot-Sihar adalah perpaduan yang pas.

“Djarot dengan kemampuan kepemimpinan yang handal dan visioner, Sihar Sitorus sebagai putra daerah dan merepresentasikan masyarakat setempat dan memilki kemampuan intelektual yang mumpuni serta jejaring luas di Sumut,” kata Veldy.

Djarot – Sihar Lolos Verifikasi Tahap Awal KPU Sumut untuk Pencalonan Pilgub

Djarot – Sihar Lolos Verifikasi Tahap Awal KPU Sumut untuk Pencalonan Pilgub

Berkas dan dokumen pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djarot-Sihar) diterima KPU Sumut, pada Rabu (10/1/2018) malam.

Komisioner KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga mengatakan, kedua pasangan tersebut telah memenuhi syarat. Setelah keduanya meraih kursi sebanyak 20 dari partai pengusung mereka yaitu PDI-Perjuangan dan PPP.

“Kita terima dokumen pencalonannya B-KWK Parpol, B.1-KWK Parpol, B.2-KWK Parpol, dan B.3-KWK Parpol, B. 4-KWK Parpol, yang menjadi syarat mutlak pencalonan itu diusung oleh dua partai politik Yaitu PDIP (16) dan PPP (4). Jadi totalnya ada 20 kursi dan itu sudah memenuhi syarat,” kata Benget, Rabu (10/1/2018).

Menanggapi lolosnya verifikasi tahap awal tersebut, Djarot mengatakan bahwa semua proses pencalonan sudah dilalui dengan baik.

Djarot mengatakan sangat senang karena sudah memenuhi persyaratan. Tak lupa ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak baik dari KPU, Bawaslu dan partai pengusung.

“Saya berterimakasih kepada seluruh dukungan dari masyarakat Sumut yang mempercayai saya untuk bisa membangun Sumut dan untuk melakukan perubahan di Sumut,” kata Djarot.

Perlu diketahui, bahwa pasangan Djarot-Sihar ini sebelumnya diusung oleh dua partai yaitu PDI-P dan PPP. Namun, beberapa saat sebelum Djarot-Sihar mendaftarkan diri, salah satu partai pengusung JR-Ance yaitu PKPI malah berpaling ingin mendukung pasangan Djarot-Sihar tersebut.

Pasangan Djarot – Sihar Tuntas Daftar Pilgub Sumut

Pasangan Djarot – Sihar Tuntas Daftar Pilgub Sumut

Setelah sekitar enam jam, pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus akhirnya tuntas melalui proses pendaftaran sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023.

Datang pada sekitar pukul 16:00 WIB, pasangan ini baru tuntas melalui sejumlah proses pendaftaran pada sekitar pukul 22:00 WIB.

“Dengan ini kami nyatakan berkas lengkap,” kata Ketua KPU Sumut Mulia Banurea di Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Rabu (10/1/2018).

Djarot mengucap syukur atas proses yang telah dilaluinya. Ia pun meminta restu warga Sumut agar dapat bertarung pada Pilgub nanti.

“Kami mohon doa restu dan dukungannya dari seluruh warga Sumut,” kata Djarot.

Hingga hari terakhir pendaftaran, ada tiga pasangan yang telah mendaftar sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023.

Djarot-Sihar Disambut Reog dan Tari Karo di KPU

Djarot-Sihar Disambut Reog dan Tari Karo di KPU

Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus datang ke KPU untuk mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan cagub-cawagub Sumatera Utara (Sumut). Djarot-Sihar disambut reog dan tarian Karo saat tiba di kantor KPU.

Djarot-Sihar tiba di KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan sekitar pukul 16.15 WIB, Rabu (10/1/2018). Darot-Sihar beserta pendukungnya berjalan kaki sekitar 300 meter.

Nama Djarot-Sihar terus diteriakkan sepanjang jalan hingga menuju KPU Sumut. Djarot-Sihar kemudian masuk ke kantor KPU mengikuti proses pendaftaran.

Pengamanan di kantor KPU cukup ketat. Tampak hadir Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw. Djarot-Sihar datang ke KPU ditemani anggota DPR RI yakni Junimart Girsang dan Trimedya Panjaitan.

Tiba di KPU Sumut, Djarot-Sihar Dikerumuni Warga

Tiba di KPU Sumut, Djarot-Sihar Dikerumuni Warga

Bakal Pasangan Calon Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, yang didukung PPP dan PDI Perjuangan saat mendatangi KPUD Sumut dikerumuni oleh ratusan warga.

Setelah turun dari becak yang mereka kendarai, keduanya langsung diserbu pendukungnya untuk meminta bersalaman. Bahkan ada yang sampai terjatuh karena dorongan para warga.

Banyaknya warga yang berebut salaman, nyaris membuat keduanya tidak bisa masuk ke dalam kantor KPUD Sumut. Setelah berhasil masuk kehalaman KPUD Sumut Djarot dan Sihar tetap dikerumuni warga.

Saat duduk di kursi yang disediakan KPUD Sumut, Djarot dan Sihar juga tidak bisa tenang, meskipun sudah bermandi keringat. Saling dorong diantara warga pun tidak terhindarkan karena hal ini.

Djarot yang berbincang dengan wartawan mengutarakan bahwa Sumatera Utara sangat luar biasa, euforia yang dia rasakan begitu besar berbeda dengan daerah-daerah yang pernah dia kunjungi.

“Luar biasa sekali Sumatera Utara ini. Sumatera Utara hebat,” ujarnya seraya menyeka keringatnya.

Djarot- Sihar Naik Becak dan Diiringi Ribuan Simpatisan PDIP

Djarot- Sihar Naik Becak dan Diiringi Ribuan Simpatisan PDIP

Setelah memastikan mendapat dukungan dari DPP PPP, Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mendaftar ke KPU Sumut, Rabu (10/1/2018).

Keduanya sudah ditunggu-tunggu para kader dan relawan PDIP di Lapangan Merdeka Medan.

Tiba di Lapangan Merdeka, Djarot yang menggunakan kemeja berwarna merah dan Sihar yang menggunakan kemeja putih langsung menuju KPU Sumut sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan amatan, ribuan simpatisan PDIP pun turut mendampingi Djarot dan Sihar.

Pasangan ini diusung oleh PDIP dan PPP dengan total 20 kursi legislatif.

Apabila berkasnya diterima KPU, Djarot dan Sihar akan menjadi pasangan bakal calon ketiga.

Gelar Tumpengan Sebelum Mendaftar ke KPU Sumatera Utara

Gelar Tumpengan Sebelum Mendaftar ke KPU Sumatera Utara

Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dijadwalkan mendaftar ke KPU Sumatera Utara, Rabu (10/1/2018).

Namun, sebelum itu, pasangan yang maju di Pilkada Sumatera Utara 2018 itu, menggelar tumpengan di Kantor PDIP Sumatera Utara, Jalan Jamin Gintig, Medan.

Djarot terlihat menggunakan kemeja kebesaran PDIP. Sementara Sihar menggunakan kemeja putih.

Pencalonan mereka tak lepas dari koalisi PDIP dan PPP di ajang Pilkada Sumatera Utara 2018. Meski belakang, PPP menolak Sihar sebagai wakil karena latar belakangnya.

Bahkan, rapat untuk menemukan titik temu siapa wakil yang bakalan diusung berlangsung sejak Senin (8/1/2018) hingga Selasa (9/1/2018) malam.

Situasi rapat cukup alot. Sempat terjadi aksi gebrak dan pukul meja dari pengurus PPP yang tidak setuju komposisi pasangan yang diusung.

“Kami masih rapat mengawal supaya pasangan yang diusung adalah orang-orang yang beragama Islam. Sampai ada pukul-pukul meja dalam mengkawal supaya pasangan Islam. Kami menolak pasangan pelangi,” ujar Ketua DPW PPP Sumut H Yulizar Parlugutan Lubis.

PPP, menurut Yulizar, tidak peduli siapa orang yang mendamping Djarot Saiful Hidayat. Yang penting agama yang menjadi pendampingnya adalah Islam.

Jadi, isu PPP memaksakan kadernya tidak benar. Bagi mereka tidak masalah pendampingnya kader PDIP, yang penting Islam.

“Begitu banyak kader PDIP yang Islam, ada Djumiran Abdi, ada Soetarto, Sekretaris PDIP Sumut, kemudian ada Pak Ruben Tarigan. Kami tidak menolak PDIP, tapi calon yang pelangi yang kami tolak,” lanjutnya.

Namun, pada akhirnya PPP setuju Sihar sebagai wakil yang mendampingi Djarot di Pilkada Sumatera Utara 2018.