Archive

Author: Fiona Matullessya

270 posts

Sapu Lidi Untuk Djarot – Sihar

Sapu Lidi Untuk Djarot – Sihar

RA-DJASIHAR (Relawan Djarot – Sihar) Senin, 5/2/2018 mengadakan deklarasi di Jalan Djamin Ginting, Kompleks Golden Vista, Medan. Ada hal yang berbeda dari kegiatan ini. Dalam kegiatan ini RA-DJASIHAR memberikan “sapu lidi” kepada pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur SUMUT Djarot  dan Sihar.

Partoba Pangaribuan menjelaskan Filosofi sapu lidi, satu batang sapu lidi tidak ada gunanya, namun akan sangat berguna bila disatukan. Simbolisasi “sapu lidi” ini bukan semata untuk membersihkan sampah atau kotoran, tapi juga untuk membersihkan para koruptor yang menggerogoti uang negara. Harapan dari Pertoba, agar kekuatan bukan hanya dari paslon saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

“Kami memberikan sapu lidi kepada Djarot – Sihar mengambil filosofi satu sapu lidi tidaklah berarti, namun bila digabungkan akan dapat membersihkan sampah – sampah yang mengotori Sumut, inilah harapan kami agar Djarot – Sihar dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam membangun dan membersihkan para koruptor di Sumatera Utara.”, jelas Partoba Pangaribuan Selaku ketua RA-DJASIHAR. (Carter)

Celengan Rakyat Untuk Djarot – Sihar

Celengan Rakyat Untuk Djarot – Sihar

Dukungan dari masyarakat untuk bakal pasangan calon (BAPASLON) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) mengumpulkan koin dalam celangan yang disebut celengan rakyat untuk mendukung pasangan tersebut.

RA-DJASIHAR (Relawan Djarot – Sihar) memiliki alasan,pemberian celengan itu adalah bentuk dukungan kepada pasangan ini, sekaligus sebagai bentuk kritikan terhadap krisis kepemimpinan yang terjadi di Sumut. Mengapa? Karena, dalam kurun dua priode, dua pemimpin Sumut mendapat seragam oranges dari KPK setelah tersandung kasus korupsi.

“Kami melakukan ini sebagai bentuk dukungan kami kepada Djarot-Sihar, sekaligus untuk mengajarkan pada masyarakat tentang bagaimana mengubah pola pikir dalam masyarakat yang selama ini calonlah yang harus memberikan uang, ternyata selama ini kita salah dengan menerima uang 300 rb hanya menjerumuskan diri kita sendiri, karena dia akan berpikir bagaimana mengembalikan uang miliaran yang diberikan kepada masyarakat tersebut.”, ungkap Partoba Pangribuan selaku ketua RA-DJASIHAR.  Senin (5/2).

Kegiatan ini digelar di Jalan Djamin Ginting, Kompleks Golden Vista, Medan. Para relawan mengumpulkan koin ke dalam celengan untuk modal Djarot-Sihar bertarung di Pilgub Sumut 2018.

Melihat hal ini Sihar Sitorus merasa tertantang untuk membangun Sumut. Djarot – Sihar akan bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun SUMUT. “Saya terkesan, sekaligus terharu. Hari ini diajarkan bagaimana bekerja sama yang baik, saya dan Pak Djarot akan bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun SUMUT,” ucap Sihar.

Senada dengan wakilnya, Djarot mengaku semakin termotivasi untuk memperbaiki citra Sumut, yang mana selama ini telah terbentuk dalam benak masyarakat SUMUT bahwa SUMUT (Semua Urusan Menggunakan Uang Tunai).

“Celengan rakyat ini akan memotivasi kami untuk menuntaskan permasalahan Sumut selama ini. Kami akan benar-benar menjaga uang rakyat dan memastikan tidak ada yang menggarong uang rakyat” tegas Djarot. (Carter)

Datangi Eksebisi Gulat, Djarot-Sihar Jadi Rebutan Selfie

Datangi Eksebisi Gulat, Djarot-Sihar Jadi Rebutan Selfie

Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, mendatangi acara eksebisi gulat yang digelar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumatera Utara, yang digelar di Lapangan Merdeka (Merdeka Walk) Medan, Minggu (4/2/2018) sore.

Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara tersebut tiba di Merdeka Walk sekira pukul 05.00 Sore. Djarot-Sihar menjadi rebutan para warga yang sedang ber akhir pekan, untuk berselfie. Seperti biasa, Djarot dan Sihar melayani warga yang ingin berselfie dengan mereka.

Setiba di arena eksebisi gulat, keduannya tampak duduk didampingi Ketua Umum PGSI. Mereka tampak santai memperbincangkan gerakan yang dilakukan para atlet gulat. Di akhir acara, Djarot dan Sihar Sitorus bergabung dengan para atlet gulat yang bertanding.

Tak disangka, para atlet gulat tersebut pun tiba-tiba mengangkat Djarot dan Sihar dipundaknya seraya berteriak karena mereka senang saat bertanding disaksikan Djarot dan Sihar. Bahkan para atlet pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama. “Hore bersama Pak Djarot dan Pak Sihar,” teriak para atlet gulat.

Pasangan yang diusung PDIP dan PPP tersebut tidak menyangka mendapat sambutan akrab dari para atlet gulat. Keduanya tampak senang dan tersenyum sumringah dengan aksi itu.

Seusai menghadiri acar eksebisi duat di Merdeka Walk, Djarot-Sihar melanjutan blusukan mereka untuk menghadiri acara Imlek Fair di Hotel Tiara Medan. (Martua Situngkir)

Djarot-Sihar Hadiri Bonataon Marga Sirait

Djarot-Sihar Hadiri Bonataon Marga Sirait

Parsadaan Pomparan Raja Toga Sirait Kota Medan deklarasikan dukungan kepada pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) dalam konstelasi Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara (Pilkada Sumut) 2018. Deklarasi dukungan disampaikan dalam acara Pesta Bonataon Parsadaan Marga Sirait di alan Saudara, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Medan, Minggu (4/2/2018).

Kedatangan Djarot-Sihar langsung disambut dengan diiringi musik gondang Batak. Dalam sambutannya, Djarot mengaku bangga bisa diterima dalam acara Bonataon Toga Sirait. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku senang atas dukungan yang diberikan Pomparan Toga Sirai kepada mereka.

“Saya sangat bangga atas dukungan saudara-saudara ku marga Sirait. Ini merupakan doa saya yang dikabulkan Tuhan. Sebab dulu banyak teman-teman saya di Jakarta tidak yakin saya punya saudara di Sumatera Utara. Namun hari ini Tuhan Yang Maha Esa mengabulkan doa saya, Alhamdulillah,” kata Djarot seraya disambut tepuk tangan ratusan masyarakat.

Sementara Sihar Sitorus menyanmpaikan terimakasih atas kepercayaan Pomparan Marga Sirait mendukung pasangan Djoss. SIhar menyampaikan akan menjaga kepercayaan tersebut untuk menjadikan Sumatera Utara lebih baik lagi.

“Horasss! Terima kasih kepada saudara-saudara ku. Terima kasih sudah mendukung kami, sudah mendukung abang kalian ini,” ujar Sihar.

Seusai menyampaikan kata sambutan, Djarot-SIhar kemudian diulosi oleh perwakilan marga Sirait. Pihak marga Sirat berterimakasih atas kedatangan Djarot-Sihar kedalam acara Bonataon tersebut.

Mereka mendoakan agar Djarot-Sihar bisa terpilih dalam Pilgub SUmut yang akan digelar tanggal 27 Juli 2018 mendatang. “Kepada Bapak Djarot dan Sihar, agar bisa membenahi Sumatera Utara. Kami malu karena provinsi ini termasuk yang terkorup,” ujar salah satu pengurus. (Martua Situngkir)

Deklarasikan Kelompok Relawan BARA DJOSS, Djarot-Sihar Komitmen Wujudkan Sumut Bersih

Deklarasikan Kelompok Relawan BARA DJOSS, Djarot-Sihar Komitmen Wujudkan Sumut Bersih

Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Hamonangan Sitorus menghadiri deklarasi Barisan Relawan Djarot-Sihar (Bara Djoss) di lantai 4 aula Asrama Haji Medan, Minggu (4/5/2018)

Kehadiran Djarot-Sihar disambut meriah para relawan dan simpatisan dengan meneriakkan yel-yel dan nyanyian “Djoss Pasti Menang.” Dalam kesempatan tersebut, Djarot-Sihar mengenakan topi caping petani sebagai gambaran pasangan tersebut sangat dekat dengan kehidupan orang-orang kecil.

Dalam sambutannya, Sihar Sitorus mengajak masyarakat Sumatera Utara bergotong-royong untuk memenangkan Djarot-Sihar (Djoss) dalam konstelasi Pilgubsu mendatang. “Kami menjanjikan perubahan agar Sumut ke depan lebih baik lagi. Marilah kita bergotong royong untuk memenangkan Djoss” seru Sihar.

Sementara Djarot mengapresiasi kehadiran ribuan relawan dalam deklarasi tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku bangga dengan kekhlasan para relawan yang timbul guna memenangkan Djoss.

“Kami bangga masuk ke Sumut disambut dengan kekuatan berlipat-lipat yakni dengan keikhlasan dan kesukarelawan kalian. Kita semua menginginkan perubahan yakni Sumut bersih, pendidikan bagus, birokrasi yang melayani, mudah dan transparan, stadion yang bagus, danau toba wisata yang bertaraf internasional. Untuk itu marilah mulai sekarang kita bergerak dan bertindak, jangan hanya berteriak-teriak.” ujar Djarot.

Mantan Walikota Blitar dua periode tersebut menegaskan Djoss siap mengabdi untuk masyarakat Sumut. “Mari kita ciptakan pilkada yang damai. Saya dan pak Sihar siap mengabdi untuk Sumatera Utara,” tegas Djarot.

Sementara perwakilan relawan mengatakan, selama ini Sumatera Utara mempunyai dua “penyakit kanker parah” berupa pelayanan birokrasi yang buruk dan premanisme yang akut. Kondisi ini menyuburkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menghambat pembangunan di segala bidang.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah pemimpin Sumut yang tersandung masalah hukum. Selama birokrasi dan premanisme tidak diselesaikan, selama itu pula selalu dirundung masalah hukum.

Acara deklarasi juga diisi dengan pengungkapan ikrar masyarak Sumut. Ketua Panitia pendeklarasian Munthe mengungkapkan setelah pendeklarasian, Tim Relawan akan bergerak ke 33 kabupaten/kota untuk menghalang kekuatan dan membentuk/merekrut 1 juta saksi.  (Martua Situngkir)

Hadiri Imlek Fair, Djarot-Sihar Bernyanyi Bersama Warga

Hadiri Imlek Fair, Djarot-Sihar Bernyanyi Bersama Warga

Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Hamonangan Sitorus hadiri acara Imlek Fair di Hotel Tiara, Polonia, Medan, Minggu (4/2/2018) malam. Djarot-Sihar tiba sekitar pukul 20.00 WIB, dengan mengenakan baju batik hitam-merah, sementara Sihar mengenakan baju putih.

Kedatangan Djarot-Sihar sontak menghebohkan warga yang hadir dalam acara tersebut. Warga tampak berebut menyalami dan berfoto selfie dengan pasangan cagub-cawagub yang diusung PDIP dan PPP tersebut. Dalam acara itu, Djarot-Sihar larut dalam kebersamaan dengan menyayikan lagu “Pergi Untuk Kembali”  yang diciptakan penyanyi legendaris, Melky Goeslaw.

“Selamat tinggal kasih, sampai kita jumpa lagi, aku pergi tak kan lama,” nyanyi Djarot bersama warga.

Acara Imlek Fair tak hanya dihadiri oleh Komunitas Tionghoa Medan saja, bahkan tampak pula warga lain ber-etnis Batak, Jawa dan Melayu yang hadir dalam kemeriahan tersebut. Keberagaman suku dalam acara tersebut seolah menegaskan pasangan Djarot-Sihar (Djoss) sangat menghargai perbedaan, dan menjunjung kebhinekaan.

Hal ini sesuai dengan salah satu misi pasangan Djoss,  “Mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang berkebutuhan, berbudaya, toleransi dan saling menghargai kebhinekaan dalam bingkai NKRI.” (Martua Situngkir)

Djarot Sihar Memberi Harapan Baru

Djarot Sihar Memberi Harapan Baru

Sepuluh tahun lamanya masyarakat Sumatera Utara merindukan pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi. Sepuluh tahun masyarakat Sumatera Utara  merindukan system pemerintahan yang peduli dengan masyarakat. Dua periode Gubernur Sumatera Utara menjadi langganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan selama itu pula Sumatera Utara menjadi Provinsi yang terkorupsi di Indonesia. Melihat situasi ini, kejenuhan dirasakan oleh masyarakat Sumatera Utara. “Lebih baik tidak memilih dari pada melahirkan pemimpin yang korupsi” ini lah kata – kata yang sering diucapkan oleh masyarakat Sumatera Utara.

Namun semuanya serasa hilang dan sirna dengan ikutnya DR. H Djarot Sayful Hidayat,MS dan wakilnya DR. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane, BSBA, MBA bertarung merebut tahta tertinggi di Sumatera Utara. Harapan – harapan baru telah lahir di tengah – tengah masyarakat Sumatera Utara.

Terlihat antusias dari masyarakat yang mendaftar menjadi relawan ke posko pemenangan (DJOSS) di Jl. DR. Cipto no 4 Medan – Polonia. Sudah 80 jumlah relawan yang mendaftar ke posko pemenangan ini sejak dibuka bulan lalu. Beragam pendapat dari relawan untuk memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“ Saya mendukung Pak Djarot – Sihar karena kinerja dari mereka sudah terbukti, pak Djarot sudah 2 priode menjadi Walikota Blitar, anggota DPR RI, Wakil Gubernur DKI dan Gubernur DKI. Kalau pak Sihar pengalamannya yang luar biasa, beliau kuliah di 2 negara maju Amerika Serikat dan Inggris secara tidak langsung beliau dapat menerapkan di SUMUT, selain itu beliau rendah hati dan tulus. Harapan saya seandainya mereka menang tolong bekerja dengan hati dan perhatikan rakyat.”, ungkap Josua Hendra Sipahutar S.H ketua umum JSFC (Jarot Sihar Fans Club)

Namun ada yang berbeda alasan dari salah satu ketua relawan Namora Maidilli Aktifia Relawan Amanah. Ibu 3 anak ini menjadi relawan selain karena kinerja Djarot – Sihar, beliau juga  melihat sosok ibu Happy yang selalu sigap dan siaga untuk mengurus keluarga pak Djarot.

“Kalau alasan saya selain melihat kinerja Pak Djarot – Sihar, saya melihat sosok ibu Happy yang luar biasa. Beliau dengan sigap dan siaga untuk mengurus Pak Djarot serta keluarga. Selain itu dari wajah ibu Happy terpancar sinar yang sederhana namun elegan.” Ucap Namora Maidili ketua relawan Amanah. (Carter)

Djarot dan Sihar Nobar Pertandingan PSMS Medan vs Persebaya Surabaya Di Simpang Empat Pasar Laguboti

Djarot dan Sihar Nobar Pertandingan PSMS Medan vs Persebaya Surabaya Di Simpang Empat Pasar Laguboti

Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot – Sihar menyempatkan diri untuk mendukung PSMS, tim kebanggaan Sumatera Utara terkhusus kota Medan. Pertandingan ini merupakan laga perempat final Piala Presiden 2018 yang diadakan di Stadion Manahan Solo, Sabtu (3/2/2018).

Pasangan yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini nobar di salah satu warung klontong milik Amin Simatupang yang berada di sudut Simpang Empat pasar Laguboti, Kabupaten Tobasa.

Tampak Djarot-Sihar Sitorus nonton sambil menikmati kopi bersama warga yang ikut menonton laga tersebut. Tampak ketegangan di wajah Sihar yang merupakan mantan pembina  PSMS Medan pada musim 2008-2009, ketika tim kesayangannya harus melakoni drama adu penalty, setelah bermain imbang pada waktu normal.

Ketegangan Sihar langsung lepas saat Kiper PSMS Abdul Rohim mampu menepis tendangan penalti terakhir pemain Persebaya. Saat membina PSMS, tim ayam kinantan berlaga di Liga Super Indonesia.  Sejak menjadi Pembina, PSMS menjadi klub sepakbola profesional pertama di persepakbolaan Indonesia. Saat itu, PSMS Medan diperkuat oleh Markus Horison, Affan Lubis, Elie Eiboy, Oktovianus Maniani, Zada dan pemain lainnya. Kondisi tim pun sangat baik secara finansial saat diasuh Sihar. Namun, PSMS Medan gagal pada laga play off. Setelah itu, Sihar melepaskan PSMS Medan setelah program yang ditawarkannya ditolak Pemkot Medan. (Carter)

Sihar Sitorus dan Djarot ke Makam Sutan Raja DL. Sitorus di Parsambilan

Sihar Sitorus dan Djarot ke Makam Sutan Raja DL. Sitorus di Parsambilan

Dalam rangka mencalonkan diri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus ajak Djarot Sayful Hidayat mudik ke kampung halamanya ke Parsambilan, Tobasa untuk melakukan ziarah ke makam ayahnya (alm) Sutan Raja DL. Sitorus Sabtu (3/2/2018)

Ziarah ini dilakukan untuk menghormati dan memohon doa restu dari (alm) ayahnya. Yang mana mereka akan mengikuti kontestasi Pilkada Sumatera Utara. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Sihar Sitorus bersama keluarga besarnya untuk mengenang kemuliaan, jasa dan sekaligus menghormati (alm) DL Sitorus semasa hidupnya selalu memberi nasehat dan petuah kepada anak–anaknya. Ada pesan moral dari alm. Ayahnya yang selalu diingatnya, yaitu agar tidak boleh menyusahkan orang lain dan tidak membuat susah orang lain.

“Ada pesan yang paling saya ingat dari alm. Bapak, bapak dulu mengajarkan kepada kami untuk tidak boleh menyusahkan orang lain dan membuat susah orang lain.” Ungkap Sihar Sitorus kala memberi kata sambutan usai ziarah.

Sabar Ganda L. Sitorus abang dari Sihar Sitorus juga memberikan pesan moral yang cukup dalam dari sang Ayah. Banyak orang yang sudah dijadikan pemimpin oleh ayahnya, namun belum sempat menghantarkan anak kandungnya menjadi seorang pemimpin.

“Semasa hidupnya Bapak sudah banyak melahirkan tokoh–tokoh besar dan menjadi pemimpin, namun bapak belum sempat menghantarkan anaknya sendiri menjadi pemimpin”, ucap Sabar Ganda L. Sitorus.

Demikian pula dengan Djarot yang meski tidak mengenal secara pribadi, namun dia sudah banyak mendengar kedermawanan (alm) DL Sitorus. “Saya mendengar banyak cerita tentang pak DL Sitorus, kedermawanan DL Sitorus juga mengalir di dalam diri Pak Sihar,” tutup Djarot. (Carter)

Deklarasikan Kelompok Relawan BARA DJOSS, Djarot-Sihar Komitmen Wujudkan Sumut Bersih

Deklarasikan Kelompok Relawan BARA DJOSS, Djarot-Sihar Komitmen Wujudkan Sumut Bersih

Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus menghadiri deklarasi Barisan Relawan Djarot-Sihar (Bara Djoss) di lantai 4 aula Asrama Haji Medan, Minggu (4/5/2018)

Kehadiran Djarot-Sihar disambut meriah para relawan dan simpatisan dengan meneriakkan yel-yel dan nyanyian “Djoss Pasti Menang.” Dalam kesempatan tersebut, Djarot-Sihar mengenakan topi caping petani sebagai gambaran pasangan tersebut sangat dekat dengan kehidupan orang-orang kecil.

Dalam sambutannya, Sihar Sitorus mengajak masyarakat Sumatera Utara bergotong-royong untuk memenangkan Djarot-Sihar (Djoss) dalam konstelasi Pilgubsu mendatang. “Kami menjanjikan perubahan agar Sumut ke depan lebih baik lagi. Marilah kita bergotong royong untuk memenangkan Djoss” seru Sihar.

Sementara Djarot mengapresiasi kehadiran ribuan relawan dalam deklarasi tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku bangga dengan keikhlasan para relawan yang timbul guna memenangkan Djoss.

“Kami bangga masuk ke Sumut disambut dengan kekuatan berlipat-lipat yakni dengan keikhlasan dan kesukarelawan kalian. Kita semua menginginkan perubahan yakni Sumut bersih, pendidikan bagus, birokrasi yang melayani, mudah dan transparan, stadion yang bagus, danau toba wisata yang bertaraf internasional. Untuk itu marilah mulai sekarang kita bergerak dan bertindak, jangan hanya berteriak-teriak.” ujar Djarot.

Mantan Walikota Blitar dua periode tersebut menegaskan Djoss siap mengabdi untuk masyarakat Sumut. “Mari kita ciptakan pilkada yang damai. Saya dan pak Sihar siap mengabdi untuk Sumatera Utara,” tegas Djarot.

Sementara perwakilan relawan mengatakan, selama ini Sumatera Utara mempunyai dua “penyakit kanker parah” berupa pelayanan birokrasi yang buruk dan premanisme yang akut. Kondisi ini menyuburkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menghambat pembangunan di segala bidang.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah pemimpin Sumut yang tersandung masalah hukum. Selama birokrasi dan premanisme tidak diselesaikan, selama itu pula selalu dirundung masalah hukum.

Acara deklarasi juga diisi dengan pengungkapan ikrar masyarakat Sumut. Ketua Panitia pendeklarasian Munthe mengungkapkan setelah pendeklarasian, Tim Relawan akan bergerak ke 33 kabupaten/kota untuk menggalang kekuatan dan membentuk/merekrut 1 juta saksi.