Archive

Author: Fiona Matullessya

229 posts

Inspirasi Sihar Sitorus Maju dalam Pemilihan Legislatif

Inspirasi Sihar Sitorus Maju dalam Pemilihan Legislatif

Mengisi waktu luang di hari Minggu (28/07), Sihar P. H. Sitorus, Caleg Terpilih DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara 2, berbincang-bincang hangat dengan Abraham Silaban seorang presenter di sebuah Televisi Swasta. Abraham yang juga merupakan saudara ipar dari Sihar Sitorus ini, menyampaikan ucapan selamat kepada Sihar atas pencapaiannya menduduki kursi legislatif.

Sihar kemudian ditanyai mengenai inspirasinya maju kembali ke kursi legislatif setelah kalah dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang lalu bersama Djarot Saiful Hidayat. Sihar kemudian menyampaikan bahwa inspirasi itu berasal dari masyarakat sendiri.

“Sebenarnya inspirasinya tidak datang jauh-jauh, ya dari masyarakat Sumut sendiri. Saat Pilgub kemarin, kami diberi waktu 6 bulan untuk keliling Sumatera Utara, dan selama itu kita menemukan hal yang menarik, hal yang menyentuh hati kita, dan menggelitik pikiran kita,” ujar Sihar dengan senyum khasnya.

Sihar menyampaikan juga bahwa selama ia berkeliling tersebut, ia sudah melemparkan janji yang ingin ia tepati lewat kursi legislatif.

“Banyak janji yang sudah kita lemparkan, sehingga ketika ada kesempatan Pileg kemarin, kita ingin menuntaskannya, walau tidak semua kepada masyarakat Sumatera Utara,” tutur Sihar.

Lebih lanjut Sihar menyatakan hal tersebut lahir dari empatinya yang begitu tersentuh melihat kejadian-kejadian nyata yang terjadi di masyarakat. Bagaimana hal tersebut menggugah hatinya untuk maju di Pileg kali ini.

“Bagaimana kita tidak tersentuh, melihat ibu-ibu yang janda dengan banyak anak yang masih kecil, sementara mereka tidak memiliki rumah untuk bernaung. Bagaimana sesaknya di pasar, jalan-jalan yang bolong,” ujar Sihar dengan sorot mata terkenang.

Ketika disinggung mengapa Sihar berani keluar dari zona nyamannya sebagai pengusaha dengan harta yang berlimpah dan terjun ke dunia politik, Sihar mengaku bahwa hal tersebut ada benang merahnya.

“Jadi pengusaha kan kita bergerak di bidang agrikultur yang banyak bersentuhan langsung ke masyarakat. Sementara menjadi DPR RI kita menyerap aspirasi dari masyarakat dan menyampaikan apa yang menjadi hak mereka, saya rasa itu dua hal yang saling berhubungan,” jelas pria berusia 51 tahun tersebut.

Sihar tak menampik etos kerja yang dimiliki seorang pengusaha juga harus dimiliki seorang anggota DPR.

“Menjadi seorang pengusaha dan anggota legislatif pun ada benang merahnya, artinya harus profesional dalam hal ini transparan, accountable, harus ada laporannya, dan dalam mengambil suatu keputusan harus ada pertimbangannya,” jelas Sihar.

Meski begitu, Sihar mengaku tetap harus terlebih dahulu mengalami penyesuaian sebelum duduk di bangku legislatif.

“Harus ada penyesuaian lah, ketika biasanya kita mengambil keputusan sendiri, ini harus bersama dengan teman-teman lain, berdiskusi bahkan dengan partai lain. Pasti ada dinamika yang berbeda dengan dunia pengusaha, dan saya berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan hal tersebut,” ujar Sihar.

Hadir di Halal Bihalal Persadaan Pane, Sihar Ajak Keluarga Pane Bersatu

Hadir di Halal Bihalal Persadaan Pane, Sihar Ajak Keluarga Pane Bersatu

Keluarga Besar Parsadaan Pane mengadakan kegiatan Halal Bihalal bertemakan “Dengan Semangat Halal Bihalal, Mari Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah di Antara Kita” di Hotel Madani, Medan Minggu (30/6). Acara dibuka dengan tarian sambutan serta pembacaan ayat suci Al-Quran beserta Sari Tilawahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut salah satu tokoh masyarakat, Sihar P. H. Sitorus Pane yang juga dalam kontestasi Pemilihan Legislatif yang lalu meraih suara terbanyak untuk kursi DPR RI dari Sumatera Utara. Hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi Parsadaan Pane mengingat ada salah satu bagian dari mereka yang menjadi wakil rakyat.

“Selamat kepada saudara kita yang berhasil menduduki kursi legislatif, Bapak Sihar Sitorus Pane. Hal ini turut memberikan kebanggaan tersendiri bagi Parsadaan Pane,” ujar Herludiansyah Pane, MBA selaku Ketua Panitia Halal Bihalal.

Penasihat Parsadaan Pane, Ir. Sutan Pane berharap akan semakin banyak anggota Pane yang muncul ke permukaan. Beliau mengajak semua anggota untuk bersemangat menggerakkan Parsadaan ini.

Sihar Sitorus Pane dalam sambutannya merasa bahagia bisa berada di tengah-tengah sanak saudaranya. Sihar memaparkan banyak sekali Tokoh Nasional yang berasal dari anggota keluarga Pane.

 

“Banyak sekali anggota keluarga Pane yang menjadi tokoh Nasional, salah satunya Prof. Drs. Lafran Pane dikenal sebagai salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam yang telah diberi gelar Pahlawan Nasional dan masih banyak lagi tokoh-tokoh nasional lainnya yang berasal dari kita. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa keluarga Pane senantiasa berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ujar Sihar.

Sihar juga menyampaikan bahwa keluarga Pane sangat terbuka. Sehingga ia mengajak Keluarga Pane senantiasa bersatu meskipun sudah terdapat banyak perbedaan-perbedaan.

“Karena bagaimanapun ada satu hal yang selalu ditanamkan oleh leluhur kita bahwa kita adalah satu. Maka saya mengajak semua saudara-saudara saya, tidak peduli kita muslim, kristen, parmalim atau apapun perbedaan diantara kita, kita terus berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, menjadi contoh dalam setiap kehidupan kita,” ujar Sihar.

Dalam kegiatan tersebut Sihar juga memperkenalkan anak bungsunya, Gamaliel Sitorus Pane dan istri tercintanya Patricia Siahaan. Sebagai bentuk kehormatan, Sihar mendapat berkat berupa ulos dari Persadaan Pane.

Sihar Sitorus Center Fasilitasi Diskusi Caleg Terpilih PDI-P Sumut dengan Pimpinan KPK

Sihar Sitorus Center Fasilitasi Diskusi Caleg Terpilih PDI-P Sumut dengan Pimpinan KPK

Calon Legislatif (Caleg) terpilih PDI-Perjuangan dari Sumatera Utara akan berdiskusi dengan Pimpinan KPK dan Ahli Anggaran di Hotel JW Marriot, Kamis (27/06/2019). Diskusi ini diadakan dalam rangka mempersiapkan para Caleg Terpilih PDI-Perjuangan dari Sumut agar memahami tugasnya sebagai wakil rakyat dan terhindar dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Acara diskusi bertemakan, “Peran Partai Politik dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Korupsi,” ini diselenggarakan oleh DPD PDI-Perjuangan bekerjasama dengan Sihar Sitorus Center (SSC). Adapun Narasumber dalam acara diskusi ini yaitu Pimpinan KPK, Saut Situmorang MM, Ph.D dan Ahli dan Peneliti Kebijakan Publik dan Anggaran Pemerintah, Ir Elfenda Ananda ST, MSP.

Elfenda Ananda dalam diskusi ini akan memberikan materi tentang Peran dan Fungsi DPR dan DPRD dalam kebijakan anggaran, sedangkan Saut Situmorang akan memberikan materi pembekalan terkait strategi pencegahan korupsi dan lepas dari jerat-jerat korupsi. Sedangkan peserta yang wajib hadir pada acara tersebut adalah seluruh para caleg terpilih PDI-Perjuangan se-Sumut pada Pileg 2019 lalu, dengan rincian DPR RI 7 orang, DPRD Provinsi 19 orang dan DPRD Kabupaten Kota 167 orang.

“Bagi PDI Perjuangan Sumut dan Sihar Sitorus Center acara ini untuk memastikan para kader terpilih di lembaga legislatif dari Sumut, baik DPR RI, DPR Provinsi maupun DPRD kabupaten kota, yang nota bene 64 persen pendatang baru (newcomers) dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat dengan baik, sehingga dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota parlemen piawai dalam bertugas dan lepas dari bahaya dan jerat jerat korupsi, “ kata Drs Soetarto MSi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut (Selasa 18/06/2019).

Ditambahkan Soetarto, dari kegiatan ini kita harapkan para caleg terpilih dari PDI Perjuangan dapat memahami, mendalami proses dan tahapan serta mengkaji postur politik Anggaran (APBD) yang berpihak kepada kepentingan rakyat Sumut.
“Mengingat strategisnya kegiatan ini maka kita Instruksikan seluruh anggota legislatif semua tingkatan (DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kab/kota) terpilih dari Sumut untuk mengikuti kegiatan tersebut, “ Kata Soetarto.

Sarluhut Napitupulu, Sekretaris Sihar Sitorus Center (SSC) mengatakan bahwa adapun maksud dan tujuan acara pembekalan para Caleg terpilih ini adalah untuk memberi pemahaman akan bahaya dan jerat jerat korupsi dalam bentuk berdialog dan berdiskusi yang berkaitan dengan strategi pencegahan korupsi juga masukan terkait pemahaman akan bahaya korupsi sehingga para caleg dalam melaksanakan tugasnya sebagai anggota parlemen tahu bahaya dan jerat korupsi.

“Selain hal hal diatas, acara pembekalan ini adalah salah satu upaya pencegahan korupsi di Parlemen. Selain itu acara ini bertujuan menekan jumlah anggota Legislatif tidak terjerumus korupsi yang bermuara membuat wajah parlemen menjadi lebih baik lagi. Ini komitmen SSC dan Partai PDI Perjuangan,” ujar Sarluhut Napitupulu.

Lanjut Sarluhut acara ini juga diselengarakan terinspirasi dari upaya Mendagri Tjahjo Kumolo yang selalu mengajak para Gubernur yang baru dilantik Presiden bertemu langsung dengan para pimpinan KPK, untuk berdiskusi dan berdialog yang berkaitan strategi pencegahan korupsi juga masukan terkait pencegahan korupsi.
“Karena para Caleg Terpilih dari PDIP Sumut itu sebanyak 60 persen adalah pendatang baru (new comer) yang belum pernah sama sekali bersentuhan dengan birokrasi pemakaian/penggunaan anggaran (APBD),” ujarnya.

“Maka para caleg terpilih PDI Perjuangan se Sumut merasa mereka perlu juga bertemu dengan pimpinan KPK untuk berdiskusi dan berdialog yang berkaitan dengan strategi pencegahan korupsi dan masukan terkait anti korupsi,” pungkas Sarluhut.

Ditengah Persiapan PSMS, Sihar Sitorus Soroti Infrastruktur Olahraga Sumut

Ditengah Persiapan PSMS, Sihar Sitorus Soroti Infrastruktur Olahraga Sumut

Setelah terdegradasi dari Liga 1 musim lalu, PSMS Medan dikabarkan kesulitan dana untuk mengarungi Liga 2 musim ini.
Bahkan, belakangan ini berhembus kabar mengenai standar gizi pemain klub berjuluk Ayam Kinantan yang kurang terperhatikan.

Salah satunya para pemain hanya makan dengan mie instan dan teh manis.
Meskipun berita ini sudah dibantah oleh Sekretaris PSMS Julius Raja. Pria yang dijuluki King itu menyebut tidak benar PSMS hanya menyediakan mie instan untuk para pemain.

’’Silakan cek langsung ke mes kalau tidak percaya. Sudah saya bantah itu semua, tidak benar,’’ tegasnya seperti yang dilansir di Jawa Pos Senin 13 Mei 2019.

Terlepas dari isu mengenai kesulitan pendanaan PSMS Medan, mantan Manager ‘Ayam Kinantan’ ditahun 2008 Sihar Sitorus memberikan masukan yang perlu diperbaiki dari PSMS saat ini.

“Saya kira yang diperlukan PSMS adalah pembenahan infrastruktur, baik dari segi fisik lokasi latihan, stadion, maupun fasilitas yang menunjang pemain untuk semakin semangat berlatih,” ujar Sihar saat dalam acara Sumatera Utara Hari ini yang disiarkan langsung oleh TVRI.

Sihar yang diprediksi akan melenggang ke Senayan dalam Pemilihan Legislatif 2019 lalu mengaku terus mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, khususnya PSMS Medan sebagai wakil dari Sumatera Utara. Ia juga berharap PSMS dapat berlatih keras menuju Liga 2.

Sementara itu dalam persiapannya menuju Liga 2, PSMS sudah menggandeng 21 pemain dan berencana akan menambahnya lagi. Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning berharap PSMS dapat menambah skuatnya dengan pemain naturalisasi.

“Harapan saya sih ada pemain naturalisasi. Tapi tergantung manajemen. Begitupun saya siapkan alternatif dengan yang ada sekarang,” ujar Abdul.

Sihar Sitorus Kantongi 175 Ribu Suara, Sarluhut Napitupulu: Buah Kerja Keras Bertemu Masyarakat

Sihar Sitorus Kantongi 175 Ribu Suara, Sarluhut Napitupulu: Buah Kerja Keras Bertemu Masyarakat

Tahapan Pemilu Serentak (Pilpres dan Pileg) kini memasuki proses penghitungan (rekapitulasi) perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum. Rekapitulasi ini dilakukan secara berjenjang, yang dimulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga di tingkat Kecamatan yang dilakukan PPK.

Rekapitulasi sendiri juga dilakukan berbagai partai, maupun calon legislatif yang ikut bertarung di Pileg Kabupaten/Kota, Pileg Provinsi maupun di Pileg di DPR RI. Salah satu calon yang melakukan penghitungan sendiri adalah Sihar P. H. Sitorus, Calon Legislatif PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) 2.

Sihar Sitorus melakukan penghitungan berdasarkan C-1 Plano yang diperoleh dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Dapil 2 Sumut.

“Data yang dikumpulkan direkapitulasi secara berjenjang oleh Tim Sihar Sitorus Center. Mulai dari TPS, ke tingkat Desa, kemudian tingkat Kecamatan, dan Kabupaten Kota, hingga diperoleh total perolehan suara,” ujar Sarluhut Napitupulu, Sekretaris Tim Pemenangan Sihar Sitorus, Jumat (25/4/2019).

Sarluhut mengutarakan mereka memprediksi suara yang akan diperoleh Sihar Sitorus bisa mencapai 200 ribu lebih, karena data yang masuk masih sebagian, tetapi hasilnya sudah mencapai 175 ribu suara.

“Sekarang suara sihar sudah mencapai 175 ribu. Data yang masuk mencapai 70 persen TPS. Prediksi kami akan mencapai 200 ribu suara bahkan lebih,” lanjut Sarluhut.

Menurut Sarluhut perolehan suara ini juga berbanding lurus dengan perolehan Suara Partai PDI Perjuangan di Dapil Sumut 2 berdasarkan Real Count Situng KPU.

“Di Situng KPU saat ini terutama di Dapil Sumut 2 yang paling tinggi suaranya adalah PDI Perjuangan, walaupun datanya masih belum seluruhnya, tapi kami yakin PDI Perjuangan akan menjadi pemenang di Sumut 2,” ujarnya.

Kata Sarluhut, perolehan suara yang tinggi ini tidak terlepas dari usaha Sihar Sitorus selama ini rajin blusukan dan berdiskusi dengan warga yang didatanginya di berbagai daerah di dapil Sumut 2.

“Secara kilometer, Sihar dalam menyapa masyarakat mencapai 20 ribu kilometer. Bahkan ada daerah yang dua kali dikunjungi, bahkan ada yang tiga kali dan hasilnya adalah suara saat ini,” katanya.

Lanjut Sarluhut Perolehan Suara ini juga hasil kerja keras dari Tim Sihar Sitorus , yang solid hingga kini, dan masih melakukan pengawalan perolehan suara di KPU.

“Tim yang dibentuk Sihar mulai dari Kordinator Cluster, Kordinator Kabupaten, Kordinator Kecamatan, Kordinator Desa dan Kordinator TPS, kalau ditotal seluruhnya mencapai 20.000 orang,” ujarnya.

Untuk memantau kinerja dari Tim yang dibentuk tersebut SS Center memiliki kamar hitung berbasis aplikasi dan call center di Posko SS Center di Jalan Cipto, Kota Medan.

“Kamar hitung dan call center ini dikerjakan 25 orang setiap harinya. Merekalah yang menginfut data C1 ke aplikasi kamar hitung suara kita, sedangkan call center bertugas untuk membangun komunikasi dengan tim yang dibentuk di lapangan,” ujarnya.

Tidak hanya itu kata Sarluhut, adanya pendidikan politik dan bimbingan teknis kepada tim pemenangan hingga di tingkat kordes juga berpengaruh pada perolehan suara tersebut.

Seperti diketahui Sihar Sitorus adalah satu-satunya caleg yang memberikan pendidikan politik dan bimbingan teknis kepada timnya hingga ke tingkat desa.

“Dengan bimtek dan pendidikan politik ini Kordinator Kabupaten, Kordinator Kecamatan, Kordintor Desa dan Kordinator TPS memahami tugas tugasnya,” ujarnya

Dalam bimtek dan pendidikan politik ini, Sihar Sitorus selalu menghadirkan KPU dan Bawaslu sebagai pemateri.

“Dalam sejarahnya, pendidikan politik dan Bimtek ini untuk yang pertama kalinya dilakukan oleh caleg. Sebelumnya belum pernah terjadi, Harusnya ini tugas Bawaslu dan KPU, tapi sudah dilakukan oleh Caleg. Tentu hal ini sangat kita apresiasi,” ujar Binsar Pardamean Sihombing, Ketua KPUD Humbang Hasundutan beberapa waktu lalu.

(Terbit di medan.tribunnews.com pada 26 April 2019)

Sihar Sitorus Jadi Pusat Perhatian di Pasar Hutabalang

Sihar Sitorus Jadi Pusat Perhatian di Pasar Hutabalang

Sihar P. H. Sitorus dikerumuni sekelompok ibu di Pasar Hutabalang, Tapanuli Tengah, Jumat (5/04). Sihar yang sedang blusukan di pasar tersebut, disambut ibu-ibu yang ingin berkenalan dengan dirinya.

Sosoknya yang ramah membuat para ibu-ibu kagum. Menurut mereka secara fisik dan sikap Sihar memiliki nilai lebih.

“Ganteng kali bapak ini, ramah pula,” ujar seorang pedagang.

Sihar pun hanya tertawa mendengar celotehan para ibu. Meski begitu, masih saja ada stigma dalam masyarakat yang menganggap kedatangan Calon Legislatif seperti dirinya pasti memberikan uang, namun hal tersebut langsung ditolak Sihar.

“Gak boleh lagi seperti itu bu, kalau mau pemimpin yang baik, gak boleh politik uang,” ujar Sihar ramah.

Hal tersebut lantas menambah kekaguman para ibu kepada Sihar. Ia membeli dua kilogram terong untuk dimasak makan siang.

Usai mengunjungi Pasar Hutabalang, Sihar bertolak ke Gedung Liberty, Pinangsori. Di sana, ia bertatap muka dengan masyarakat untuk memohon doa dan dukungan.

Sihar mengajak masyarakat untuk dengan tegas menolak hoax terutama yang menyerang pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Amin. Menurutnya semua tuduhan yang dilayangkan kepada pasangan tersebut tidak masuk akal.

“Hoax merusak mental bangsa, dan mencegah yang baik berkuasa. Kita semua harus cross check dulu sebelum membagikan sebuah informasi, dan jangan mudah percaya dengan berita yang tidak jelas asal-usulnya,” ujar Sihar.

Masyarakat yang hadir pun senang dengan kehadiran Sihar. Mereka berharap sosok bersahaja seperti Sihar dapat duduk di pemerintahan.

“Semoga menang Bapak Sihar, orang baik harus bekerja sama dengan orang baik,” ujar Fadly salah satu peserta.

Bersilaturahmi dengan Uskup Sibolga, Sihar Sitorus Diberkati

Bersilaturahmi dengan Uskup Sibolga, Sihar Sitorus Diberkati

Sihar P. H. Sitorus, Calon Legislatif PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Sumut Dua melakukan kunjungan ke Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Kamis (4/4/2019).

Mengawali kegiatannya di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sihar melakukan kunjungan silaturahmi kepada Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap.

Dalam pertemuan silaturahmi ini, Sihar Sitorus memohon doa restu dari sang Uskup, kiranya Sihar Sitorus senantiasa diberikan kesehatan saat menjalankan berbagai aktivitasnya, yang kini banyak bersosialisasi.

Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap mendoakan Sihar Sitorus dalam pertemuan ini, dan memberinya restu untuk memperjuangan kepentingan masyarakat demi NKRI.

Sang Uskup juga memberikan siraman Rohani kepada Sihar Sitorus dan rombonganya yang hadir dalam pertemuan silaturahmi tersebut.

Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap menyampaikan gereja Katolik selalu mengajak mencintai Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan cintai sesamamu seperti diri sendiri.

Ia pun menjabarkan bahwa ada kewajiban kepada Tuhan, kewajiban pada agama, dan kewajiban kepada sesama. Terkhusus untuk sesama ia menyampaikan ada tiga yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Pertama kami harus menyuarakan, bahwa kami harus membawa persaudaraan sejati dalam arti itu kami harus berkata kepada semua orang, ntah kamu beragama apapun, berideologi apapun kami tetap saudara mu,” ujarnya.

“Kami melawan segala pernyataan yang eksklusif, seperti ada partai kafir, agama kafir, ada partai setan, itu terlarang bagi kami, semua orang saudara kami,” tambahnya.

Selanjutnya katanya, Katolik terpanggil untuk menyuarakan perdamaian dan persaudaraan lestari, dan kepada siapapun. “Kami menyuarakan romo pierre, kata jawaban terakhir kami adalah ampuni,” jelasnya.

Kemudian yang ketiga kata Uskup bahwa umat Katolik tidak boleh jadi bagian dari problem, dan harus membawa perdamaian. “Bhinneka harga mati, dalam berbeda Tuhan memberi itu harus dijadikan rahmat Allah,” ujarnya.

Terkhusus dalam pencalon Sihar Sitorus sebagai calon wakil rakyat, Uskup menyampaikan pesan kiranya Sihar Sitorus menjadi berkat bagi Indonesia.

“Anakku Sihar, pada Pemilu ini, mari kita berjanji, bangsa ini kita hantar kepada persaudaraan, perdamaian, dan keakraban Bhinneka Tunggal Ika, kalau ini kita capai, cita-cita bapak bangsa ini dan cita-cita Tuhan kita tercapai di Bumi Indonesia,” ujarnya.

Sihar Sitorus pun menyampaikan rasa terima kasihnya sudah didoakan oleh Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap.

“Sungguh merupakan sebuah berkat dapat bertemu dengan Bapak Uskup pagi ini, memperoleh doa dan berkat memberi kekuatan dan penguatan bagi saya pribadi,” ujarnya.

Sihar mengutarakan bahwa Katolik sudah mendarah daging dalam kehidupannya, nilai-nilai Katolik sejak kecil sudah ditanamkan padanya lewat pendidikan, sejak sekolah dasar hingga pendidikan tinggi.

Pesan-pesan yang disampaikan oleh Uskup pun menurut Sihar adalah nilai yang bisa membawa kita pada hidup yang mendamaikan dan dapat menjadi berkat bagi sesama, terutama menghadapi berbagai gesekan yang mungkin di Pemilu kali ini.

Dengan mengendepankan semboyoan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati makan perbedaan pilihan bukan menjadi alasan kita merusak persaudaraan kita saat ini.

“Apapun partainya, terlepas siapapun calegnya, terlepas apapun agamanya, terlepas apapun sukunya, di atas itu kita semuanya bersaudara, itu pesan pak Uskup,” ujar Sihar

“Jadi itu pesan yang bagus, dan sebenarnya itu ada di bawah burung garuda, yakni Bhinneka Tunggal Ika, itulah warisan yang harus kita kawal dan kita turunkan kepada generasi berikut, meskipun kita berbeda tetapi tetap satu. Kalau orang bilang NKRI harga mati, tadi Pak Uskup bilang Bhinneka Tunggal Ika juga harga mati,” pungkasnya.

Blusukan di Ketapang, Sihar Dikerubuti Warga

Blusukan di Ketapang, Sihar Dikerubuti Warga

Menyusuri jalan setapak ditemani teriknya matahari Sibolga, Sihar P. H. Sitorus bersilaturahmi dengan warga Desa Ketapang Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga, Kamis (4/04). Sihar masuk dari pintu ke pintu, dari warung ke warung untuk memperkenalkan diri dan menyapa masyarakat.

Warga yang menyadari keberadaan Sihar tampak mengerubuti dan menunggu Sihar menemui mereka. “Ganteng kali aslinya bapak ini,” ujar ibu-ibu yang sudah menunggu kedatangan Sihar.

Meski harus bermandikan keringat karena cuaca Sibolga yang sangat cerah, Sihar tetap semangat menyapa warga. Seorang ibu Boru Nasution yang ditemui Sihar di warungnya mengaku telah menjadi pendukung Sihar sejak Sihar maju dalam Pilgubsu yang lalu.

“Ah, udah pendukung Bapaknya aku dari dulu, meski belum menang, tapi kali ini harus menang. Tapi bapak jangan lupa,” ujar Boru Nasution.

Sihar menanyakan kepada sang ibu hal apa yang harus ia ingat ketika menjabat. “Jangan lupakan aku,” ujar sang ibu.

Perkataan sang ibu mengundang gelak tawa Sihar, lantas sang ibu pun menjelaskan maksud dari perkataannya adalah ketika berpapasan di jalan agar Sihar tidak lupa menegurnya. “Jangan lupa juga sama kampung kami ini,” ujar Sihar.

Soal keyakinan terhadap kemampuan dan kualitas yang dimiliki Sihar, Boru Nasution tidak ragu. Ia pun memamerkan fotonya yang juga merupakan relawan dari Jokowi.

Sihar melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki hingga tiba di Kampung Nelayan Sibolga. Bertemu dengan masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan pembuat ikan asin. Masyarakat yang mengetahui kedatangan Sihar langsung mengerubutinya.

Mereka bercerita soal keyakinan mereka dan harapan mereka agar Jokowi dapat terpilih lagi. Salah satunya disampaikan oleh Boru Purba, ia menyampaikan keyakinannya kepada Presiden Jokowi.

“Programnya semua bagus, saya berharap Pak Jokowi mau mengeluarkan kartu kuliah, anak di sini banyak yang kuliah. Pokoknya harus terpilih lagi Pak Jokowi,” ujar Boru Purba.

Soal pilihan DPR RI, Boru Purba mantap menjawab Sihar Sitorus. Sama seperti warga lainnya, ia bercerita bahwa di kampung mereka ini dulunya DJOSS mendapatkan suara hampir 100%, maka ia berharap kali ini Sihar boleh menang menuju Senayan.

Sihar sendiri merasa senang dengan sambutan warga yang hangat terhadap dirinya. “Matahari Sibolga sehangat sambutan warganya, terimakasih,” ujar Sihar.

Usai blusukan di Desa Ketapang, Sihar bertolak ke rumah Reny boru Situmorang yang viral berkat lagu ciptaannya untuk Jokowi. Reny pun mengaku lagu tersebut tercipta murni karena keyakinannya terhadap kinerja Jokowi yang baik.

MONZA, OLOP-OLOP, DAN “CATENACCIO” SIHAR SITORUS

MONZA, OLOP-OLOP, DAN “CATENACCIO” SIHAR SITORUS

Dia pergi membawa kehangatan
dan kesejukan hati di setiap langkahnya.
……………………………………

TIDAK ada kata “pulang” dalam kamus Sihar Sitorus. Berada di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, ia berada di rumahnya sendiri dan, setiap kali pergi ke kota kecamatan itu, Sihar pasti singgah ke Pasar Gelugur. “Saya tidak pernah kehabisan waktu tuk selalu pergi ke sini,” kata Sihar.

Akhir Maret lalu, Sihar berada di pasar dengan konsep yang menggabungkan pasar tradisional dengan pasar modern yang, merupakan pasar paling ramai di Rantau Prapat selain Pasar Lama dan Pasar Sigambal di Rantau Selatan.

Dia menyapa setiap orang yang melintas dan dekat dengannya. Dengan senyum dan kesejukan hatinya, Sihar mengulurkan tangan bagi setiap orang yang ingin merasakan kehangatan jiwanya.

Di pasar ini, dia tak hanya menyapa, tapi membeli sayur-sayuran, telur, dan ikan teri. Di pasar ini pula dia menemukan “Monza”; pasar yang menjajakan barang bekas impor yang dulu dikenal dari singkatan “Mongisidi Plaza” yang berada di sebagian ruas di Jl. Robert Wolter Mongisidi, Medan, Sumatera Utara.

Jejak “Mongisidi Plaza” telah lama hilang. Tapi “monja-monja” telah bertebaran dimana-mana, di antaranya, Pasar Petisah, Pasar Deli Tua, dan Pasar Simpang Limun. Tak hanya di Medan, “monja-monja” tubuh di banyak kabupaten. Di Pasar Gelugur, Sihar memborong baju-baju layak pakai yang ia sumbangkan tuk panti asuhan.

Labuhanbatu adalah satu dari 15 kabupaten dan tiga kota yang sudah disambangi Sihar. Di sana ia hanya ingin menyerap aspirasi warga tuk memudahkan dia kembali lagi setelah duduk di bangku parlemen. Di tempat-tempat yang ia kunjungi, banyak warga yang ingin berfoto ria dan Sihar melayaninya.

Rabu lalu, Sihar Sitorus terlihat di Pesta Rakyat Olop-Olop di Ajibata, kota kecamatan di Kabupaten Toba Samosir. Olop-Olop yang berarti seruan kegembiraan, ucapan tanda cinta, dan restu yang tulus, diterima Sihar dengan hati yang lapang; selapang samudera.

Usai ibadah, Sihar mengungkap kerinduannya. Sebagai putra daerah yang lama merantau, ia ingin kampung halamannya menjadi kampung yang berbudaya, mandiri, dan berdaulat.

Sebagai Ketua Umum Spiritualitas Danau Toba, Sihar mengajak masyarakat dan pengelola tuk mensyukuri keberadaan Danau Toba, danau terbesar di Indonesia. “Danau Toba adalah anugerah dan berkat yang diberikan Tuhan. Karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia,” kata Sihar.

CATENACCIO

TERCATAT sebagai bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara bersama Djarot Saiful Hidayat, sudah cukup modal bagi Sihar Sitorus melangkah ke Senayan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) mewakili Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Tapi bukan berarti jalan yang ditempuh Sihar menjadi mudah. Jumlah suara yang diraih ketika bertarung memperebutkan kursi Gubernur/Wakil Sumatera Utara, tidak bisa menjadi patokan; dia cukup meraih, misalnya, 10 persen dari 2.424.960 suara yang ia raih ketika berjuang tuk kursi Sumut-1. Tentu saja tidak demikian.

Memperebutkan satu kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil Sumatera Utara-2), Sihar tidak bertarung dengan satu orang seperti ketika memperjuangkan kursi Sumut-1. Kini, dia “bertarung” dengan dirinya, “bersaing” dengan delapan orang dari partainya (PDI-P menyertakan sembilan nama calon legislatif), dan “berebut” satu kursi dari 10 kursi yang tersedia dengan 140 orang caleg.

Namun, nama Sihar Sitorus sudah jaminan mutu. Tuk melangkah menuju Senayan, dia tak perlu menerapkan gaya permainan “Total Football” – Belanda, “Kick n Rush” – Inggris, “Tiki Taka” – Spanyol, atau “Joga Bonito” – Brasil. Dia cukup dengan sistem pertahanan “Catenaccio”. Di Italia, catenaccio yang berarti “pintu baut”, menyiratkan pertahanan yang sangat terorganisir dan efektif yang ditujukan untuk mencegah terjadinya gol.

TELADAN DAN KEMENANGAN

SIHAR Sitorus adalah tokoh muda yang ingin mengabdi pada negeri ini melalui jalur yang menjadi pilihannya; partai politik. Berkiprah di dunia yang ia yakini bisa menyalurkan aspirasi – harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang – , dan leluasa memberikan apresiasi pada siapa pun, telah ia awali sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

DR. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus – lahir di Jakarta, 12 Juli 1968 – telah menjatuhkan pilihan dan arah jalan yang harus ia tempuh, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ia miliki.

Dia adalah manusia biasa yang tidak “dijatuhkan” dari langit yang pada akhirnya menjadi manusia pilihan. Dia lahir, bicara, dan melangkah sesuai nama yang ia sandang; Sihar adalah “sinar”, Pangihutan berarti “teladan” yang harus diikuti, Hamonangan adalah “kemenangan”, dan Sitorus berarti “jalan penghidupan yang tentram”, dimana kecintaan, kebahagiaan, dan kebaikan ada di sana. Nama yang indah dan penuh makna.

Sihar – dia anak kedua dari lima bersaudara – adalah anak sekolahan. Pada 1991, dia kuliah di Bachelor of Science in Business Administration, University of Arizona, Tucson, Amerika. Dua tahun kemudian, dia study di Master of Business Administration, Creighton University Omaha, NE. Pada 1998 dia pindah ke Britania Raya mengikuti Program Diploma Business Economics, Startheclyde University di Glasgow. Dan pada 2005 dia mengikuti Program D3 Doctor of Business Administration, Manchester Business School, di Manchester.

Lebih dari 15 tahun berada di luar negeri tidak lantas Sihar menjadi orang asing di negerinya sendiri. Dia berbahasa Inggris dengan sempurna. Dia berbahasa Indonesia dengan santun. Cerdas, akomodatif, dan tidak merendahkan lawan bicaranya. Sihar tetap rendah hati, dimana pun dia berada.

Sihar tak hanya setia kawan, tapi dia sayang keluarga, terutama untuk Patricia Ferrari Juanita, istri tercinta dan dua putranya; Gabriel Sitorus Pane dan Gamaliel Sitorus Pane.

Sihar, tentu saja, bukan manusia sempurna. Dia juga memiliki kekurangan-kekurangan yang, segala kekurangan itu ia tutupi dengan sikap apa adanya. Ia hanya ingin “pulang” ke rumahnya dan bertekad membangun Sumatera Utara.

Kegagalan mendampingi Djarot Saiful Hidayat, sebagai wakil gubernur, tidak lantas ia berhenti. Ia tetap melangkah sesuai kata hatinya; berbuat tuk orang banyak.

YON MOEIS
@yonmoeis

Sihar Sitorus Harapkan Fasilitas Danau Toba Mendunia

Sihar Sitorus Harapkan Fasilitas Danau Toba Mendunia

Sihar P. H. Sitorus, Ketua Spiritualitas Danau Toba dan Gunung Sinabung, hadir dalam Pesta Rakyat Olop-olop Bolon Kecamatan Ajibata, Rabu (3/4). Tiba di sana Sihar langsung diserbu sekumpulan ibu-ibu yang sudah hadir di kegiatan tersebut untuk berfoto bersama.

“Ayo foto ya Pak, mumpung belum mulai acaranya,” ujar para Ibu.

Sihar yang hadir lebih awal tampak menyalami semua peserta yang sudah hadir di Pesta Olop-olop. Usai ibadah, Sihar diperkenankan memberikan sambutan sebagai putra daerah terbaik bersama dengan Raja Pangihutan Sirait.

Dalam sambutannya, Calon Legislatif DPR RI dari Dapil 2 Sumatera Utara ini mengungkapkan kerinduannya bahwa sebagai putra daerah yang merantau, ia ingin melihat kampung halamannya menjadi kampung yang berbudaya, mandiri berdaulat, tapi juga kekinian. Sihar juga berharap keindahan Danau Toba yang mendunia harus didukung fasilitas yang mendunia pula.

“Jadi kita yang anak rantau ini ingin melihat kampung kita ini menjadi kampung yang tetap berbudaya, mandiri, tetap berdaulat tetapi juga kekinian, kita punya objek mendunia, maka fasilitas juga harus mendunia,” ujar Sihar.

Sebagai Ketua Umum Spiritualitas Danau Toba, Sihar mengajak masyarakat dan Badan Otoritas Danau Toba untuk melihat Danau Toba sebagai anugerah dan berkat yang harus dijaga.

“Danau Toba sebagai anugerah dan berkat yang diberikan Tuhan kepada Bangso Batak, kalau di Alkitab itu muatan lokalnya Sungai Yordan dan Gunung Zion, kalau kita Danau Toba lah yang mengajak kita untuk mengucap syukur,” ujar Sihar.

Selain itu Sihar mengajak seluruh hadirin untuk turut dalam kegiatan Spiritualitas Danau Toba pada 22 Juni 2019.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya sebagai bagian dari Nairasaon, dan berharap dapat mewarisi hal-hal yang baik kepada anak-cucunya nanti. Sihar mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan persaudaraan menghadapi pemilu 2019.

“Dalam Pileg dan pilpres ini banyak yang berkeluarga saling berisrisan, tapi yang harus diingat hasil dari Pemilu kita nikmati cuma 5 tahun, tapi itu jangan sampai merusak persaudaraan, karena setelah periode ini kita juga tetap masih akan bersaudara,” tutur Sihar.

Acara dilanjutkan dengan acara adat Mengalahat Horbo, pembagian Itak Gur-gur, dan makan siang bersama dan pembagian jambar.