Archive

Author: Fiona Matullessya

259 posts

Gaya Millenial Sihar Sitorus Sosialisasikan Empat Pilar di Padangsidimpuan

Gaya Millenial Sihar Sitorus Sosialisasikan Empat Pilar di Padangsidimpuan

Anggota MPR RI, Sihar Sitorus kembali melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Daerah Pemilihan II Sumatera Utara, Selasa (11/02). Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan menjadi tujuan kedua Sihar melakukan sosialisasi ini setelah yang pertama di Universitas Al-Washliyah Rantau Prapat.

Sihar membawakan sosialisasi ini dengan gaya yang millenial. Dengan setelan kemeja kotak-kotak dan celana berbahan jeans Sihar tampak lebih millenial biasanya.

“Hallo guys,” ujar Sihar menyapa para siswa dan mahasiswa yang hadir.

Hal ini sontak membuat mahasiswa dan siswa membalas sapaan Sihar dengan riang. Selama memaparkan materi, para peserta tampak serius mendengarkan Sihar.

Sihar mengatakan pentingnya sosialisasi ini untuk menangkal masuknya radikalisme sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme peserta yang hadir.

“Kita harus perkuat yang empat ini menangkal pengaruh luar seperti radikalisme,” ujar Sihar.

Sihar juga menyebutkan salah satu penyebab mudahnya pengaruh radikalisme masuk adanya rasa terpinggirkan daerah tertentu sehingga menyebabkan fanatisme terhadap daerahnya. Sihar mengibaratkan hal ini seperti pertandingan antara PSMS dan Persija atau Persib.

“Kalau dulu ketika PSMS bertanding dengan Persija seringnya euforianya lebih tinggi, bilangnya anak daerah gak boleh ketinggalan sama anak kota,” ujar Sihar.

Rektor Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, Drs. Muhammad Arifin Lubis, M.Pd mengapresiasi kehadiran Sihar Sitorus di kampusnya. Ia berharap kehadiran Sihar mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di UGN.

“Terimakasih atas kehadiran Bapak Doktor Sihar Sitorus, kami bangga bapak mau menyempatkan waktunya hadir di kampus kami,” ujar Arifin.

Sihar Sitorus Jembatani Pemkab Taput dan Perbankan dalam Penyaluran KUR ke Masyarakat

Sihar Sitorus Jembatani Pemkab Taput dan Perbankan dalam Penyaluran KUR ke Masyarakat

Sihar P. H. Sitorus Anggota Komisi XI DPR RI menjalani masa reses di hari ke-4 dengan berkunjung ke Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (8/1). Sihar disambut langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.

Nikson menyampaikan beberapa fokus pembangunan Taput saat ini diantaranya penyelesaian infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan juga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengenai pendidikan Nikson menyatakan Taput kekurangan SDM guru. Untuk itu Nikson menyarankan untuk penerimaan CPNS ke depannya agar diperbanyak penerimaan guru.

“Guru-guru yang sedang kami perjuangkan, masih banyak SD disini yang PNS hanya satu, padahal fokus pembangunan Pak Jokowi adalah pembangunan SDM. Mungkin tahun depan jika diadakan recruitment, diperbanyak recruitment guru,” tutur Nikson.

Mengenai hal ini Sihar berjanji akan menyampaikan kepada pihak terkait, karena selama menjalani empat kabupaten di dapilnya permasalahan ini kerap disampaikan.

Kemudian Nikson mempermasalahkan mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) Inalum. Menurutnya, sejak dikelola oleh Indonesia CSR Inalum malah tersendat dibanding saat dikelola Jepang, dan pada penerbitan SK Gubernur untuk pembagian terakhir menurutnya ada ketimpangan dalam pembagiannya.

“Dimohon sampaikan kepada bapak Presiden penerimaan CSR ini ditangani oleh Menkeu secara langsung jangan gubernur. Karena pada penerbitan SK pada terakhir tidak dibagikan secara merata ke daerah yang berdampak langsung,” ujar Nikson.

Nikson juga menyoroti mengenai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Tapanuli Utara. Nikson berharap persyaratan pengajuan KUR dapat dipermudah karena Taput memiliki banyak sekali UMKM.

Sihar menjembatani aspirasi ini langsung kepada pihak perbankan. “Bagaimana dari sudut pandang perbankan sendiri mengenai persyaratan pengajuan KUR ini agar dipermudah,” tutur Sihar.

Christofal Lumbangaol, Kepala Cabang BRI untuk Taput dan Humbahas menyampaikan untuk mempermudah proses penyaluran KUR, kualitas produk UMKM Taput harus ditingkatkan.

“Mohon maaf kelemahan dari produk UMKM Taput dan Tobasa ini adalah kualitas, kualitas produk. Kualitas produk kita belum bisa menembus pasar,” ujar Christofal.

Lebih lanjut Christofal berharap produk UMKM berupa makanan dapat didaftarkan ke lisensi nasional seperti standar halal atau BPOM.

Reses di Humbahas, Sihar Sitorus Dikenalkan 5 Produk Pertanian Unggulan

Reses di Humbahas, Sihar Sitorus Dikenalkan 5 Produk Pertanian Unggulan

Sihar P. H. Sitorus, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan mengunjungi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam masa resesnya di hari ke-4. Kehadiran Sihar disambut baik oleh Dosmar Banjarnohor selaku Bupati Humbahas beserja jajarannya.

Dosmar menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki kekuatan pertanian mumpuni yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang sumber perekonomian baru. Hanya saja menurut Dosmar, para petani kesulitan mendapatkan bibit yang unggul dan pemodalan yang cukup.

Dosmar pun memaparkan bahwa ia sedang memrogramkan penanaman lima produk unggulan pertanian Humbahas yang tahan lama sehingga dapat dikirim ke luar daerah. Kelima produk pertanian unggulan tersebut diantaranya jagung, kentang, bawang putih, bawang merah, dan kopi.

“Para petani disini biasanya cuma menanam tomat atau cabai yang keuntungannya tidak seberapa. Itu karena mereka tidak pernah dapat informasi, jadi apa yang dilihat itu yang ditanam,” ujar Dosmar.

Khusus Jagung, Dosmar memberi contoh Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya kabupaten ini berhasil bangkit melalui pertanian jantung.

“Kabupaten Dompu dapat menjadi contoh bagaimana jagung mengangkat derajat masyarakatnya, banyak sekali warga yang bahkan mampu melaksanakan ibadah naik haji atau umroh melalui jagung,” ujar Dosmar.

Selain jagung, Dosmar juga memaparkan bahwa kopi Lintong sudah tidak ragukan lagi kualitasnya. Permintaan terhadap kopi ini juga begitu tinggi bahkan sampai mencapai pasar luar negeri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Manat Samosir, seorang petani dan penggiat UMKM kopi lintong. Ia mengaku permintaan terhadap kopi ini begitu besar, hanya saja mereka kesulitan pemodalan sehingga panen yang dihasilkan pun sedikit.

“Jika pemodalan dari bank, kita pun agak bingung karena petani kopi hanya mendapat uang dua kali setahun karena panen kopi setiap 6 bulan. Sementara cicilan bank harus dibayar tiap bulan,” ujar Manat.

Sihar pun berharap para penggiat UMKM dan Pemkab dapat bersinergi dalam menonjolkan produk unggulannya. Sehingga akan lebih mudah bagi Sihar untuk memperjuangkan KUR yang bersaing dengan anggota dewan dari Dapil lain.

“KUR pasti jadi rebutan anggota dewan komisi xi lainnya untuk dibawa ke dapilnya. Maka kita harus dorong terus agar anggaran tersebut bisa untuk dapil kita,” ujar Sihar.

Reses di Samosir, Rapidin Simbolon: Sihar yang Pertama

Reses di Samosir, Rapidin Simbolon: Sihar yang Pertama

Rapidin Simbolon, Bupati Samosir mengapresiasi kehadiran Sihar P. H. Sitorus dalam rangka pelaksanaan reses di Kabupaten Samosir, Selasa (7/11). Menurut Rapidin, Sihar menjadi Anggota DPR RI yang pertama melaksanakan reses di Kabupaten Samosir.

“Saya sangat berterimakasih kepada bapak Sihar Sitorus atas kunjungannya kemarin. Jujur baru kali ini ada anggota DPR RI yang melaksanakan reses di Samosir padahal selalu ada perwakilan anggota DPR RI dari Dapil 2 Sumut ini,” ujar Rapidin.

Lebih lanjut Rapidin berharap kedatangan Sihar Sitorus dapat membawa dampak percepatan pertumbuhan di Samosir.

“Kami berharap kedatangan bapak ke sini dapat membawa percepatan pertumbuhan di sini,” ujar Rapidin.

Sihar Sitorus sendiri menyoroti mengenai pendidikan di Samosir. Sihar menyayangkan kecilnya angka penerima beasiswa di Sumatera Utara.

“Hanya ada sekitar 2,4% atau sekitar 475 penerima beasiswa LPDP di Sumut, padahal pendidikan merupakan fondasi pembangunan,” tutur Sihar.

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sendiri merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana pendidikan sesuai amanat PMK Nomor 252 Tahun 2010.

Sihar juga bercerita mengenai pengalamannya mendaki Pusuk Buhit. Menurutnya, penting dibuat narasi yang mampu menceritakan Pusuk Buhit agar menambah daya tarik.

“Saya sudah pernah ke Pusuk Buhit, jika saya adalah wisatawan saya berharap akan ada tempat beristirat sejenak sambil berfoto dimana di sana ada narasi-narasi mengenai objek tersebut,” ujar Sihar.

Reses Bersama Petani Kentang, Warga Bangga pada Sihar Sitorus

Reses Bersama Petani Kentang, Warga Bangga pada Sihar Sitorus

Sihar P. H. Sitorus mengadakan reses bersama petani kentang binaan Tamagri di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kehadiran Sihar membuat para petani bahagia, mereka merasa tidak sia-sia telah memilih Sihar sebagai wakilnya.

“Kami sangat bangga, bapak mau datang di kampung kami ini. Kami merasa tidak sia-sia mendukung bapak, karena bapak memperhatikan kami sampai ke kampung kami ini,” ujar Hernika Sinaga salah satu warga yang menyampaikan aspirasinya.

Henrika berharap kedatangan Sihar dapat membawa permasalahan yang mereka hadapi sampai ke pusat pemerintahan.

“Kami dari Desa Partungko Naginjang, Hutagalung, dan Hariara Pintu kami semua petani holtikultura, kebutuhan kami sama yakni bibit yang bagus,” ujar Henrika.

Henrika juga mengaku warga desa di sana masih minim pengetahuan mengenai bibit. Untuk itu ia berharap ada penyuluhan mengenai bibit yang bisa hadir di sana.

Selain masalah bibit, mereka juga berharap ada solusi pasar yang dapat menampung kentang-kentang mereka.

“Kentang-kentang ini kualitasnya sama dengan yang ada di Mcdonald atau KFC kualitasnya, hanya saja kami tidak punya channel untuk mengarahkan ke sana,” ujar Henrika.

Sebagai anggota Komisi XI DPR RI, Sihar menyampaikan bahwa dia akan berusaha mencarikan mitra yang mampu mengatasi permasalahan para petani.

“Saya akan bantu mencarikan mitra dari Komisi XI untuk dikawinkan dengan permasalahan bapak ibu sekalian,” ujar Sihar.

Usai menyerap aspirasi, Sihar melihat lumbung kentang dari petani. Ada tiga jenis kentang yang mereka hasilkan yakni kentang merah, granola, dan atlantik. Sehari mereka bisa menghasilkan sekitar 7 ton kentang.

Sihar juga terjun langsung ke ladang kentang para petani. Di sana ia menanyakan proses penanaman hingga panen.

Sihar Sitorus Serap Aspirasi dari DPC PDIP Tobasa

Sihar Sitorus Serap Aspirasi dari DPC PDIP Tobasa

Sihar P. H. Sitorus mengunjungi dan menyerap aspirasi dari Jajaran Pengurus DPC PDI Perjuangan Toba Samosir, Senin (6/1). Sihar disambut oleh Ketua DPC PDIP Tobasa, Mangatas Silaen beserta pengurus anak ranting dari wilayah sekitar.

Mangatas menyebut Sihar merupakan putra terbaik yang dimiliki Tobasa. Apalagi menurutnya, setelah terpilih Sihar langsung berkontribusi dengan mengadakan reses di kampung halamannya Toba Samosir.

“Kita beruntung memiliki Sihar sebagai Putra Terbaik dari Tobasa, beliau begitu peduli pada kampung halamannya ini,” ujar Mangatas.

Selain Mangatas turut hadir Djojor Tambunan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara. Djojor mengaku jarang sekali ada DPR RI yang mengadakan reses di wilayah Tobasa.

“Jarang sekali ada DPR RI yang reses di sini bahkan bisa dibilang tidak ada sebelumnya,” ujar Djojor.

Sihar berharap struktural partai dari tingkat yang paling tinggi sampai yang paling rendah dapat bersinergis dan berada pada garis yang tegak lurus.

“Jika kita dari struktur partai mampu tegak lurus, maka kebijakan-kebijakan yang diambil juga lebih mudah,” ujar Sihar.

Sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perekonomian Sihar mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang sulit. Untuk keluar dari hal tersebut, masyarakat harus mampu menciptakan kreasi yang mendorong perekonomian.

“Tahun ini kita harus mengikat pinggang kita, dalam artian kita yang harus mampu menahan diri kita dari kesulitan di 2020. Untuk itu harus ada kreasi yang diciptakan,” ujar Sihar.

Ruth perwakilan dari DPC PDI Perjuangan menyampaikan aspirasinya. Menurutnya kesulitan yang selama ini dirasakan oleh banyak UMKM di Tobasa adalah kurangnya akses pelatihan yang diberikan.

“Masyarakat jarang diberikan pelatihan, akhirnya mentok pada kreasi yang itu-itu saja,” ujar Ruth.

Sihar menyatakan dapat mencari sumber yang dapat memberikan pelatihan asal masyarakatnya siap dibina. Sihar juga memberikan ide untuk membuat keju mozarela dari susu kerbau.

“Mozarela terbaik ternyata berasal dari susu kerbau, di kampung kita ini yang ada kerbau. Maka tinggal mencari orang-orang yang mampu mengelolanya menjadi mozarela,” tutur Sihar.

Sihar Sitorus Hadiri Rapat Paripurna DPRD Hari Jadi ke-16 Kabupaten Samosir

Sihar Sitorus Hadiri Rapat Paripurna DPRD Hari Jadi ke-16 Kabupaten Samosir

DPRD Kabupaten Samosir mengadakan Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-16 di Pangururan, Selasa (7/1). Sihar P. H. Sitorus, Anggota DPR RI dari Dapil II Sumatera Utara yang sedang menjalani masa resesnya sebagai anggota DPR RI di Samosir turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Samosir sendiri berdiri dan dimekarkan dari Kabupaten Toba Samosir pada 18 Desember 2003 berdasar kepada UU RI Nomor 36 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Samosir dan Serdang Bedagai.

Sihar menyampaikan selamat hari jadi kepada seluruh jajaran eksekutif maupun legislatif Samosir.

“Selamat hari jadi yang ke-16 untuk kabupaten Samosir,” ujar Sihar.

Sihar berharap Pemkab Samosir dan DPRD Samosir dapat bersinergi agar mampu membawa kabupaten tersebut menjadi mercusuar dibanding yang lain.

“Tentunya kita berharap jajaran Pemkab Samosir dan Anggota DPRD nya dapat membawa Samosir menjadi mercusuar,” ujar Sihar.

Apalagi menurut Sihar potensi wisata alam Samosir dan nilai historis kabupaten tersebut sebagai asal usul budaya batak dapat semakin mendorong suksesnya penetapan wilayah Danau Toba sebagai lokasi wisata prioritas di Indonesia.

“Kita harus membuktikan dengan majunya wilayah kita ini, bahwa nenek moyang kita merupakan orang-orang yanh cerdas,” ujarnya.

Rapidin Simbolon, Bupati Kabupaten Samosir dalam sambutamnya menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Sihar Sitorus.

“Terimakasih untuk perhatian Pak Sihar kepada kabupaten ini,” tuturnya.

Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Saut Martua Tamba berharap dukungan dari Sihar Sitorus selaku anggota DPR RI dalam pembangunan kabupaten Samosir.

“Terimakasih atas kehadiran bapak Sihar, kami berharap dukungan pembangunan dari bapak untuk Samosir,” ujar Saut.

Songsong Danau Toba sebagai Pariwisata Prioritas, Sihar Sitorus: Kita Harus Jadi Parhobas

Songsong Danau Toba sebagai Pariwisata Prioritas, Sihar Sitorus: Kita Harus Jadi Parhobas

Menyongsong pembangunan wilayah Danau Toba sebagai wilayah pariwisata prioritas di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, Sihar Sitorus mengajak masyarakat untuk menerapkan budaya raja parboru dalam melayani wisatawan asing. Hal ini disampaikannya saat hadir dalam talkshow radio suara hati pada masa resesnya di Kabupaten Toba Samosir, Senin (7/1).

“Kita harus mulai dari diri kita sendiri, bagaimana cara kita menerima tamu. Tentu kita tahu jati diri kita, dan tahu bagaimana cara menerima tamu yang diajarkan dengan istilah raja parboru,” ujar Sihar.

Tradisi inilah yang tentunya menurut Sihar harus diterjemahkan ke dalam bahasa turis.

“Kita harus menerjemahkan tradisi kita itu ke dalam bahasa turis. Kita dari anak raja kita kan ada anak raja ni hula-hula, raja ni parboru, nah ini kan punya tugas parhobas, parhobas ini kan tugasnya melayani,” ujar Sihar.

Menurutnya melayani bukan berarti menurunkan derajat masyarakat, malah meningkatkan derajat kita.

“Bukan menurunkan derajat kita, justru itu meningkatkan,” ujar Sihar.

Selain itu menurut Sihar, selain keindahan alam Danau Toba memiliki budaya, rohani, maupun usaha kreatif yang dapat mendongkrak pariwisatanya.

“Kita perlu mengangkat budaya kita, karena itu yang menjadi daya tarik kita. Tari-tarian, lagu-lagunya, adatnya banyak,” tutur Sihar.

Lebih lanjut Sihar berharap dari sisi sanitasi wilayah Danau Toba penting untuk membenahi diri.

“Pengolahan sampah dan limbah, kebersihan Danau Toba, toilet dan lainnya juga merupakan penunjang yang penting,” tutur Sihar.

Reses di Kantor Bupati Tobasa, Sihar Sitorus Ingatkan Tiga Hal Penting

Reses di Kantor Bupati Tobasa, Sihar Sitorus Ingatkan Tiga Hal Penting

Pada hari kedua Kunjungan Reses Perseorangan Anggota DPR RI, Sihar P. H. Sitorus, Anggota Komisi XI DPR RI menyerap aspirasi dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Senin (6/1). Bupati Kabupaten Tobasa, Darwin Siagian menyambut baik kedatangan Sihar Sitorus, sesampainya di Kantor Bupati, Sihar langsung diajak ke ruangannya untuk berdiskusi.

Reses di Kantor Pemkab Tobasa ini dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Kepala Perbankan Toba Samosir seperti Bank Sumut, BNI, Mandiri, KPP Pratama Toba Samosir, dan Para Pimpinan BUMN Tobasa.

“Kami merasa senang sekali Pak Sihar Sitorus mau berkunjung ke sini, sebagai putra terbaik Tobasa, masyarakat Tobasa merasa bangga memiliki Sihar Sitorus di DPR RI,” ujar A. Murphy Sitorus selaku Sekretaris Daerah Pemkab Tobasa.

Sihar sendiri mengaku reses yang dilakukannya saat ini adalah sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat Tobasa yang telah memberikan suaranya pada Pemilihan Legislatif yang lalu.

“Ada sekitar 35.000 suara masyarakat Tobasa untuk Sihar, dan setelah 3 bulan dipercaya sebagai anggota DPR RI, saya kembali ke sini untuk mengabdi dalam bentuk menyerap aspirasi,” ujar Sihar.

Ada tiga hal penting yang ditekankan Sihar dalam reses di Kantor Bupati Tobasa kali ini, yakni mengenai stunting, pendidikan, dan UMKM. Sihar menyoroti tingginya angka stunting di Indonesia yang masih berada di angka 27,7% dan target Presiden Jokowi untuk menurunkannya di angka 14%.

“Mungkin bisa dianggarkan mengenai vitamin untuk anak-anak oleh Pemkab Tobasa untuk memerangi stunting,” ujar Sihar.

Mengenai pendidikan Sihar menyoroti angka putus sekolah yang masih tinggi di Sumatera Utara. Sihar terkenang bahwa dulunya masyarakat Batak terkenal karena kegigihan para orang tua dalam memperjuangkan pendidikan anaknya.

“Saya ingat sekali dulu opung dan orang tua saya sangat menekankan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Sihar.

Selain itu Sihar juga mensosialisasikan mengenai penerimaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurit data yang ia terima penerima beasiswa LPDP di Sumut masih sangat rendah.

“Penerima LPDP dari Sumut hanya 475 orang atau sekitar 2,4 %. Padahal kita membutuhkan sumber daya intelektual untuk membangun kampung kita ini, jika ada alasan yang kuat saya akan memperjuangkan beasiswa LPDP untuk anak-anak di Toba Samosir,” ujar Sihar.

Sihar yang menduduki Komisi XI DPR RI dan membidangi Keuangan dan Perekonomian juga berharap banyak UMKM di Toba Samosir yang dapat bekerja sama dengan mitra kerja yang membidangi agar dapat didorong. Untuk itu, Sihar meminta Pemkab Tobasa untuk menemukan UMKM yang memiliki ciri khas dari kabupatem tersebut.

“Saya dapat kesempatan menjadi anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen yang merupakan bentuk kerjasama dengan anggota Parlemen di luar negeri, jika memungkinkan, saya akan mengajak orang orang dari luar negeri untuk datang ke sini, asal kita berbenah,” ujar Sihar.

Sihar Sitorus Gandeng Bank Indonesia Bina Penenun Uluan

Sihar Sitorus Gandeng Bank Indonesia Bina Penenun Uluan

Mengawali Masa Reses I DPR RI 2019-2020, Sihar P. H. Sitorus, anggota Komisi XI DPR RI, menyerap aspirasi dari masyarakat penenun dari Desa Sigaol Barat, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir, Minggu (5/1). Sihar didampingi salah satu mitra kerja dari Komisi XI DPR RI yakni Suti Masniari Nasution, Kepala Bank Indonesia Cabang Sibolga.

Henry Butar-butar, Camat Kecamatan Uluan, menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran Sihar Sitorus yang membawa serta Bank Indonesia. Menurut Henry, Sihar menjadi yang pertama mengadakan reses di Desa Uluan.

“Pak Sihar begitu peduli dengan kami, kami sungguh bersyukur dari begitu banyak desa di kabupaten Toba Samosir, Uluan menjadi yang pertama. Sebelumnya di desa kami belum pernah ada reses DPR RI seperti ini,” tutur Henry.

Hotman Butar-butar, Kepala Desa Sigaol Barat menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Sihar Sitorus di tengah-tengah desanya.

“Kami sangat bangga Pak Sihar mau hadir di sini dan melihat hasil tenun kami,” ujar Hotman Butar-butar.

Sihar mempersilahkan para penenun menyampaikan apa yang menjadi permasalahannya selama ini. Apalagi menurutnya tenun ulos menjadi salah satu sumber ekonomi kreatif yang mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat setempat.

“Saya bukan eksekutif, tidak bisa bertindak langsung dengan anggaran, yang bisa saya lakukan mengajak mitra kerja saya salah satunya Bu Suti dari Bank Indonesia ini untuk menyelenggarakan programnya di sini,” ujar Sihar.

Ibu boru Nadapdap, Ketua Kelompok Penenun menyampaikan kendala mereka jika harus menenun ke Gedung Sentra Penenun di Desa Uluan tersebut. Menurutnya beberapa tahun belakangan penenun enggan untuk bertenun di sana.

“Yang pertama karena mesinnya, yang kedua karena jika harus ke sini kami tidak bisa mengawasi anak-anak,” ujar Ibu Boru Nadapdap.

Suti selaku Kepala Bank Indonesia Cabang Sibolga memberikan arahan kepada masyarakat mengenai nilai jual dari tenun yang mereka hasilkan. Bank Indonesia melalui Suti menyanggupi untuk memberdayakan para penenun asal mereka bersedia.

“Kita bisa memberikan trainer agar ulos atau kain tenun yang kalian jual bisa bernilai lebih. Tenun ulos dengan sedikit sentuhan bisa menjadi trend fashion tidak hanya sekedar simbol adat,” ujar Suti.

Hal tersebut tentunya membutuhkan komitmen dari para penenun. Samuel Simarmata, dari Bappeda Tobas mendorong para penenun untuk menyatakan komitmennya.

“Ayo ibu-ibu ini kesempatan besar, kalau tidak ada komitmen dari ibu-ibu sekalian ini akan sia-sia,” ujar Samuel.

Patricia Siahaan, istri Sihar Sitorus juga menyemangati para penenun bahwa kini orang-orang sudah berlomba memakai ulos dalam setiap kegiatan.

“Bagaimana kreatifitas ibu-ibu untuk memodifikasi, dengan motif yang sama mungkin bisa menggunakan sutra, yang nyaman dipakai dan memiliki harga jual tinggi,” ujar Patricia.

Di akhir pertemuan Sihar menyemangati para penenun agar jangan khawatir untuk menjadi produktif. Sihar memastikan dirinya yang akan membantu menjual ke pasaran.

“Saya akan terus beli kain tenun dari ibu-ibu sekalian. Jangan khawatir untuk produktif, saya akan bantu bawa ke Senayan dan memasarkannya,” ujar Sihar.