Archive

Category: Berita

289 posts

Jelang Ramadhan, Sihar Temani Djarot Nyadran

Jelang Ramadhan, Sihar Temani Djarot Nyadran

Sebentar lagi umat Muslim akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, ada banyak persiapan yang dilaksanakan memasuki bulan penuh ampunan ini. Salah satunya tradisi ziarah ke makam keluarga yang telah lebih dulu menghadap sang pencipta.

Tidak terkecuali Djarot Saiful Hidayat, ditemani istri dan keluarga Djarot melaksanakan tradisi nyadran, yakni tradisi masyarakat Jawa menjelang Bulan Suci Ramadhan berupa pembersihan makam, tabur bunga dan kenduri keselamatan di makam. Djarot melaksanakan nyadran pada makam orang tuanya di Surabaya, Senin (14/05).

Uniknya, tahun ini Djarot tidak hanya ditemani keluarganya, tetapi juga Sihar Sitorus, wakilnya dalam Pilgubsu 2018. Sihar turut bersama istrinya, Patricia Siahaan dan anak bungsunya, Gabriel Sitorus tampak setia menemani aktivitas Djarot.

Sihar percaya kegiatan seperti ini, dapat mempererat hubungan keluarga antara dirinya dan Djarot, dimana sebelumnya Djarot Saiful Hidayat juga menemani Sihar Sitorus berziarah ke makan orang Tua Sihar di Parsambilan beberapa waktu lalu.

“Budaya dan agama mengajari kita untuk menghormati orang tua. Berziarah ini adalah bukti kita menghormati orang tua kita. Kami berdua, saya dan Pak Djarot juga sudah menjadi orang tua. Kelak suatu zaat nanti anak-anak kami akan berganti peran seperti ini,” ujar Sihar.

Bagi Sihar, tradisi nyadran atau ziarah  ke makan orang tua adalah tradisi baik yang harus dilestarikan, terutama di zaman yang sudah serba modern ini, banyak anggota keluarga yang tinggal berjauhan.

“Sekarang ini tinggal berjauhan adalah hal yang lazim, jadi dengan tradisi seperti ini. Maka yang tingal berjauhan akan kembali datang dan berkumpul bersama,” tutur Sihar.

Selain ke makam orang tua Djarot, paslon nomor urut dua ini juga ziarah ke makam KH Ridlwan Abdullah, pencipta lambang Nahdhatul Ulama (NU), yang oleh masyarakat setempat juga diberi gelar ‘Kyai Keliling’, atau Kyai yang menjalankan kewajiban mengajar dan berdakwah dengan keliling dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Sihar Tegaskan Pentingnya Keberpihakan Pada Nias Dalam Debat Publik Kedua

Sihar Tegaskan Pentingnya Keberpihakan Pada Nias Dalam Debat Publik Kedua

Tingkat kesejahteraan yang rendah serta pembangunan yang kurang menyeluruh, membuat masyarakat Nias sering kali merasa dirinya asing di provinsi Sumatera Utara. Hal ini juga, acap kali menimbulkan pro dan kontra di dalam masyarakatnya, mengenai keinginan mereka untuk membentuk sebuah provinsi baru.

Dalam Debat Publik Kedua, Sabtu (12/05) di Hotel Adi Mulya Medan, Sihar Sitorus kembali diserang mengenai masalah pemekaran wilayah oleh Musa Rajecksyah, dalam sesi debat antar Calon Wakil Gubernur.

“Saya ingin bertanya kepada Bang Sihar, mengingat tema kita adalah pembangunan yang adil dan setara, seperti kita ketahui bahwa saudara-saudara kita di daerah pantai barat, Nias, mengharapkan ada pembangunan yang adil dan setara. Dan seperti apa yang dimauin, dan sekarang ini menginginkan juga pisah dari Sumatera Utara agar membuat provinsi Nias sendiri. Yang saya ingin tanya, bagaimana tanggapan Bang Sihar mengenai inginnya Nias membuat provinsi sendiri ke depan, terima kasih,” tanya Musa.

Sihar yang mendapat pertanyaan yang sama selama dua minggu berturut-turut tampak tenang dalam menjawab pertanyaan dari lawannya. Namun, untuk kali ini Sihar mengaku memiliki jawaban khusus untuk pertanyaan tersebut.

“Kewenangan pusat, sudah mengatur kriteria bagaimana sebuah wilayah dapat mekar. Misalnya mengenai masalah ekonomi atau batas wilayah. Tapi ada hal yang lebih penting dari situ, Nias dari berbagai macam indeks dia berada di bawah, dengan kata lain kita harus menunjukkan keberpihakan kepada Nias,” ujar Sihar.

Lebih lanjut, Sihar menjelaskan potensi-potensi yang ada di Nias sungguh luar biasa, mulai dari sektor pariwisata sampai kepada kekayaan alam Nias sebanarnya mampu mendukung kemajuan wilayah itu.

“Nias kaya akan pariwisata, sumber daya laut yang luar biasa, Nias juga membutuhkan infrastruktur baik fisik maupun non-fisik. Nah, kita akan mengalokasikan dana yang lebih besar dibandingkan yang lainnya, dan tentunya hal ini akan kami ambil dari biaya kerja efisiensi, biaya operasional, biaya investasi dan melibatkan swasta bersama dengan pemerintah bekerja sama untuk mencari solusi bagi Nias, tak lupa juga kita akan mengajak bekerja sama BUMD untuk mendorong percepatan pembangunan di Nias,” jelas Sihar.

Hal ini kembali disangkal Musa, dia meminta Sihar untuk menyatakan persetujuannya mengenai pemekaran Nias. “Mungkin Bang Sihar bisa lebih tegas menjawab pertanyaan saya mengenai Nias dalam hal pemekaran provinsi,” sanggah Musa.

Sihar terlihat hanya tertawa mendengar tanggapan Musa mengenai jawabannya terhadap pemekaran. Sihar kemudian mempertegas jawabannya mengenai regulasi-regulasi yang harus ditaati mengenai pemekaran provinsi dari pemerintahan pusat, dengan artian keputusan pemekaran tidak dapat diambil secara tergesa-gesa dan sewenang-wenang.

“Jadi banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan sebuah keputusan, saya pikir yang dibutuhkan Nias adalah percepatan pembangunan. Untuk mendukung program pembangunan di Sumatera Utara, dan saya lihat Nias memiliki potensi yang baik untuk Sumatera Utara,” jelas Sihar lagi.

Istri Sihar Sitorus Edukasi Anak Lewat Dongeng

Istri Sihar Sitorus Edukasi Anak Lewat Dongeng

Mengisi waktu luang, Patricia Siahaan, istri Sihar Sitorus mengunjungi panti asuhan SOS Children’s Vilage Medan di Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (25/04). Bahkan, dalam kunjungannya, Patricia juga mengambil bagian mendongeng untuk anak-anak panti.

Menggunakan boneka monyet dan panda, Patricia memperkenalkan diri dan juga maksud kedatangannya. Patricia mengubah suaranya saat memainkan boneka monyet dan panda di tangannya.

Anak-anak terlihat sangat antusias dengan cerita yang disampaikan oleh Patricia. Terutama ketika istri Cawagubsu itu mengisahkan cerita Pinokio.

“Kita tidak bisa berbohong yah anak-anak, tadi kan sudah dengar kalau berbohong hidung pinokionya panjang. Nah anak-anak kalau ada salah minta maaf yah. Jangan bohong-bohong,” ujar Patricia dan disambut jawaban anak-anak dengan sahutan tanda setuju dengan yang diminta Patricia.

Usai mendongeng, anak-anak mendekati Patricia dan memeluknya. Anak-anak terlihat sangat berterimakasih atas edukasi menyenangkan melalui dongeng yang disampaikan Patricia.

Patricia membalas pelukan mereka satu persatu, sambil menanyakan harapan dan cita-cita mereka. Ada yang ingin menjadi guru, polisi, dokter dan sebagainya. Mereka tak sungkan menceritakan pada Patricia.

Hadiri Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal, Istri Sihar Buat Warga Betah

Hadiri Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal, Istri Sihar Buat Warga Betah

Kesehatan menjadi hal utama yang menjadi sorotan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut dua, Djarot-Sihar. Hal ini pula yang mendasari tergagasnya kegiatan Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal di Desa Sei Rokan, Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (01/05) oleh Posko Pemenangan DJOSS Cipto 4 dibantu beberapa relawan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh para relawan Djarot-Sihar sebagai bentuk implementasi dari program Djarot-Sihar yang bergerak pada tiga pilar yakni infrastrutur, kesehatan, dan pendidikan yang baik. Hal ini disampaika  Ricky Sitorus selaku Koordinator Posko Relawan Pemenangan Djarot-Sihar.

“Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang ada di Sumatera Utara, dengan harapan Sumut akan bangkit di tangan Djarot-Sihar,” ujar Ricky.

Lebih lanjut, Ricky menjelaskan wujud nyata sementara yang dapat dilakukan terhadap pengembangan kesehatan, terutama di momen menuju Ramadhan adalah melalui kegiatan ini. Untuk menyambut bulan suci Ramadhan, kegiatan sunatan massal ini dinilai tepat sebagai wujud rasa hormat kepada umat Muslim.

“Hal ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat, bahwa Djarot-Sihar bukan pemimpin yang sektarian atau hanya berpihak pada satu golongan, namun Djarot-Sihar merupakan pemimpin seluruh rakyat Sumatera Utara tanpa melihat suku, agama, golongan” tambah Ricky.

Patricia Siahaan, istri Sihar Sitorus tampak hadir dalam kegiatan ini. Setibanya di lokasi, Patricia langsung menyambangi lokasi sunatan massal. Patricia menyapa anak-anak yang baru saja disunat. Bahkan salah seorang anak yang baru saja melaksanakan sunat, oleh Patricia dibantu mengenakan sarungnya.

Keramahan Patricia membuat anak-anak cepat dekat dengannya, bahkan terlihat melupakan rasa sakitnya. “Kalian anak-anak hebat, pada jago gak ada yang nangis, keren,” ujar Patricia kepada anak-anak tersebut.

Tak sampai disitu, dirinya juga menyambangi lokasi pengobatan gratis. Bertanya mengenai jumlah pasien dan keluhan yang dihadapi kepada dokter yang bertugas.

Ibu-ibu yang sedang antri menunggu giliran kemudian memanggil Patricia untuk berfoto bersama. Beberapa juga mengeluhkan penyakit yang sedang diderita. Ada yang menderita struk ringan, asam urat, dll.

Patricia berpesan untuk selalu menjaga kesehatan. “Kalau tubuh kita sehat, beraktivitas dan mengurus keluarga juga jadi semangat. Makanya, program Kartu Sumut Sehat yang digagas DJOSS sangat penting untuk warga Sumut, agar keluarga di Sumut dapat terjamin kesehatannya,” ujar Patricia.

Kehadiran Patricia, membuat warga yang sedang antri menunggu giliran tidak merasa bosan. Patricia yang menanyakan keluhan mereka juga sesekali melontarkan lelucon yang membuat mereka tertawa. Bahkan saat hendak berpamitan, para warga menahan Patricia untuk tetap tinggal.

“Sudah cantik, ramah lagi. Senang sekali bisa bertemu dengan istri calon gubernur ini,” ujar Mirna salah satu warga usai berbincang dengan Patricia.

Warga juga sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Dapat pengobatan gratis, pastinya senang sekali. Kami berharap kesehatan warga saat DJOSS memimpin nanti bisa menjadi prioritas utama,” tutup Mirna.

Berbelasungkawa, Sihar Letakkan Bunga di Mako Brimob Sumut

Berbelasungkawa, Sihar Letakkan Bunga di Mako Brimob Sumut

Peristiwa penyerangan Markas Brimob Kelapa Dua oleh narapidana terorisme, menyisakan luka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan secara universal bagi warga Indonesia. Tak terkecuali, Sihar Sitorus, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara itu turut menyampaikan belasungkawanya atas peristiwa yang menewaskan lima anggota Brimob Polri tersebut.

Sihar menunjukkan penghormatannya, dengan meletakkan dua karangan bunga di depan Markas Komando Brimob Sumatera Utara, Jl. K.H. Wahid Hasyim, Medan, Kamis (10/05). Rangkaian bunga sengaja ia pilih berwarna-warni sebagai perwujudan keanekaragaman warga Sumut yang turut menghaturkan belasungkawanya.

Usai meletakkan bunga, Sihar pun melakukan hening cipta, untuk mengenang para putra bangsa yang gugur demi mempertahankan keamanan warga. Sihar berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kenyataan pahit ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada anggota polri yang gugur demi menjaga keamanan kami masyarakat di Jakarta. Keamanan ini juga yang kami rindukan di Sumatera Utara. Kami haturkan terima kasih banyak atas jasa-jasa para pahlawan bangsa ini,” ujar Sihar.

Sihar juga menuturkan bahwa kesedihan yang dialami keluarga korban, juga merupakan kesedihan warga Indonesia. Untuk itu, Sihar juga mengajak warga Sumatera Utara untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan untuk menjalani hari kembali.

Sihar Disandingkan dengan Darius dan Gading dalam Naga Bonar Reborn

Sihar Disandingkan dengan Darius dan Gading dalam Naga Bonar Reborn

Film bergenre komedi fenomenal, Naga Bonar, yang menceritakan kisah hidup seorang pemuda asal Medan ini akan diremake kembali. Bertajuk Naga Bonar Reborn, film ini siap dihadirkan kembali untuk mengobati kerinduan para penggemarnya. Untuk itu, diadakan open casting pemain figuran Naga Bonar Reborn, di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (11/05).

Terlihat sebagai juri, dua aktor tampan Darius Sinathrya dan Gading Martin, namun yang unik dua aktor ini turut ditemani pula dengan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus. Ternyata Sihar, turut dilibatkan dalam mencari bakat terpendam yang dimiliki anak-anak Sumatera Utara melalui kegiatan ini.

Sihar yang memang dikenal selalu vokal dalam mendukung kreativitas anak muda ini, begitu antusias melihat aksi-aksi para peserta yang unik. Wakil Djarot Saiful Hidayat tersebut menuturkan, kegiatan open casting ini sangat menguntungkan, karena mengangkat beberapa sektor yang ada di Sumatera Utara.

“Tadi saya ikutan juri casting pemain figuran film Naga Bonar Reborn, nah Naga Bonar Reborn ini juga harapannya dapat mengangkat perfilman Indonesia, mengangkat bakat-bakat acting anak Sumatera Utara, mengangkat destinasi pariwisata Sumatera Utara, dan memberi semangat untuk industri kreatif yang ada di Sumatera Utara,” ujar Sihar Sitorus.

Melalui open casting ini, akan dijaring sebanyak 70 pemain figuran dengan ketentuan pria dan wanita berusia 9-50 tahun dengan klasifikasi sebagai berikut. Untuk usia 9-12 tahun sebanyak 10 orang. 15-20 tahun sebanyak 10 orang, 24-30 tahu 30 orang dan dan usia 40-50 tahun 20 orang.

Untuk itu, Sihar juga mengimbau masyarakat Sumatera Utara khususnya Medan, agar tidak takut dalam menunjukkan kreativitasnya. “Yuk, warga Sumatera Utara, khususnya anak muda, jangan pernah takut untuk berkreasi. Ingat kemajuan sebuah wilayah bergantung pada kreativitas anak mudanya,” ujar Sihar.

Sebagai informasi, proses pembuatan film yang diproduksi oleh Gempita Tjipta Perkasa ini akan dimulai setelah Lebaran tahun ini. Film ini diproduseri oleh Trimedya Panjaitan dan Gusti Randa sebagai eksekutif produser.

Sarapan di Pinggir Jalan, Warga Puji Sosok Merakyat Sihar

Sarapan di Pinggir Jalan, Warga Puji Sosok Merakyat Sihar

Seperti biasa Sihar Sitorus, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, mengawali harinya dengan sarapan pagi. Ditemani beberapa timnya, Sihar mengunjungi salah satu tempat makan di daerah Jalan Krakatau Medan, Kamis (03/05).

Tak disangka, Sihar mengunjungi sebuah warung sederhana di pinggir Jalan Krakatau, Medan. Tampak dari kejauhan memang warung itu sedang dipenuhi warga yang sedang bersantap pagi. Warung yang menyediakan mie balap tersebut ternyata milik seorang wanita bernama Rini.

Mengetahui warungnya dikunjungi seorang Calon Wakil Gubernur, Rini langsung mempersilahkan Sihar duduk dan menanyakan pesanannya. Namun, kehadiran Sihar memberikan momen tersendiri bagi para pengunjung yang hadir. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto atau sekedar bersalaman dengan wakil Djarot tersebut.

Usai menemui warga yang sedang makan di tempat itu, Sihar kemudian memakan mie yang telah dipesannya terlebih dahulu. “Saya penasaran kenapa warung ini selalu ramai, ternyata memang mienya enak sekali. Luar biasa,” ujar Sihar sambil melahap mienya.

Rini, sang pemilik warung bahkan tidak menyangka seorang Cawagubsu mau mampir di warung sederhana miliknya. “Senang sekali pastinya, tadi bapak memuji mie nya enak. Saya jadi tersanjung, merakyat sekali orangnya,” ujar Rini.

Usai menghabiskan makanannya, Sihar kembali menyapa para warga yang baru datang di tempat itu. Bahkan seorang pengamen yang menghibur pengunjung kemudian mempersembahkan sebuah lagu untuk Sihar bertemakan DJOSS.

“Memang tempatnya di pinggir jalan, tapi rasa yang ditawarkan mengalahkan resto bintang lima ya bu,” ujar Sihar kepada salah satu pengunjung yang disapanya.

Salah seorang warga juga menyampaikan kekagumannya terhadap Sihar. “Awalnya tidak percaya itu Pak Sihar, tapi setelah lihat banyak yang foto jadi percaya. Gitulah pemimpin harus dekat dengan rakyat, dan merasakan apa yang rakyat rasakan,” ujar Mona salah satu pengunjung.

Mendaki Pusuk Buhit, Sihar Maknai Arti Perjuangan

Mendaki Pusuk Buhit, Sihar Maknai Arti Perjuangan

Berakhir pekan, Sihar Sitorus menghabiskan waktunya merasakan keindahan alam tanah leluhurnya, Pusuk Buhit. Sabtu (21/04), Sihar Sitorus mendaki Pusuk Buhit bersama tim dan beberapa relawan.

Menggunakan setelan hitam-hitam, Sihar terlihat begitu semangat menjejaki langkah demi langkah di tanah Pusuk Buhit. Sihar sendiri mengaku, mendaki gunung merupakan hobi lamanya yang dulu dulu kerab kali ia lakukan.

“Untuk menghilangkan kepenatan setelah menjalani berbagai aktivitas, saya melakukan hobi saya yang dulu, yaitu tracking seperti ini. Kalau zaman-zaman masih bebas, sudah banyaklah yang dijalani, salah satunya Gunung Himalaya,” ujar Sihar.

Sihar berharap kekayaan biodiversiti Danau Toba itu dapat menjadi salah satu warisan dunia yang diakui UNESCO. “Sepanjang perjalanan saya melihat begitu banyak kekayaan biodiversiti di sini. Ini adalah modal untuk menjadikan Kaldera Toba menjadi bagian dari warisan dunia yang diakui Unesco. Kalau sudah diakui, manfaatnya sangat baik bagi dunia pariwisata kita,” ujar Sihar.

Perjalanannya mendaki Pusuk Buhit juga membuat Sihar semakin memaknai arti sebuah perjuangan. Hal ini disampaikannya saat beristirahat di kemah yang telah disediakan relawan Djoss usai mendaki Pusuk Buhit.

“Perjuangan kita menghadapi Pilgubsu ini ibarat mendaki gunung juga. Diawal-awal masih begitu semangat, di pertengahan mulai kehabisan tenaga, tapi kalau kita memilih menyerah tidak bisa sampai puncak. Semangatnya harus semakin dipacu, nanti kalau sudah sampai di puncak kita akan disajikan pemandangan yang indah buatan Tuhan,” ujar Sihar kepada para relawannya.

Peringati Hari Bumi, Sihar Tanam Pokki dan Hariara

Peringati Hari Bumi, Sihar Tanam Pokki dan Hariara

Dalam rangka memperingati hari bumi, Sihar Sitorus melakukan penanaman pohon bersama para relawan Djoss yang berasal dari berbagai komunitas di Batu Hobon, Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, Minggu (22/04). Acara ini sendiri digagas oleh para relawan yang tergabung dalam Posko Pemenangan Djarot-Sihar.

Dalam kegiatan ini telah ditanam 22 tanaman endemik di sepanjang bukit di sekitar Batu Hobon oleh para relawan dan Sihar sendiri. Sihar sendiri mendapat kesempatan menanam dua jenis bibit pohon yakni, pohon Pokki dan pohon Hariara (Beringin). Kedua pohon ini memiliki makna tersendiri bagi kehidupan masyarakat batak.

Pohon Pokki yang kayunya keras mampu tumbuh dan berkembang dalam kondisi apapun, sehingga pohon ini biasa dijadikan nasihat dari orang tua kepada anaknya untuk tidak mudah putus asa menghadapi kehidupan. Pir ma pokki bahul-bahul passalongan, Pir ma tondi sai luju-luju ma nang pangomoan (Jika kita berusaha dan bekerja keras, akan menghasilkan untung dan keberhasilan).

Sedangkan pohon Hariara (Beringin), pohon ini bagi masyarakat batak memiliki filosofi sebagai penentu kehidupan dan pengambilan keputusan. Selain itu, pohon ini juga bermakna kehidupan yang sejahtera.

“Kami sengaja memilih dua tanaman ini karena filosofi nya sangat bagus. Pohon pokki itu kan batangnya keras dan dapat tumbuh dimana saja, diambil sebagai makna kepercayaan kami bahwa Djarot-Sihar nantinya dapat menyelesaikan masalah di Sumatera Utara dalam bentuk apapun,” ujar Lucia Damanik selaku koordinator acara.

 

“Sedangkan, Hariara diambil karena memang sesuai filosofinya, tumbuh tinggi, besar dan kuat, membenamkan akar jauh ke perut bumi, menjadi sumber hidup dan saluran berkat bagi sesama dan makhluk hidup lainnya. Itu juga yang kami harapkan terjadi di kepemimpinan Djarot-Sihar,” tambah Lucia.

Penanaman pohon ini dilakukan juga sebagai bentuk kepedulian para relawan terhadap ekploitasi besar-besaran terhadap hutan di wilayah Samosir. Penggundulan hutan ini disinyalir menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan di wilayah sekitar Danau Toba.

Sihar Sitorus sendiri sangat mengapresiasi usaha anak-anak muda dalam melestarikan lingkungan lewat penanaman pohon. “Kalau kita punya SDM yang sadar lingkungan, maka potensi alam yang kita miliki dapat kita kembangkan menjadi salah satu sektor wisata yang luar biasa,” ujar Sihar.

Sihar Nge-Camp Bareng Relawan di Batu Hobon

Sihar Nge-Camp Bareng Relawan di Batu Hobon

Sihar Sitorus bermalam di Batu Hobon, Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir bersama para relawan Djarot-Sihar yang datang dari berbagai kalangan, Sabtu (22/04). Tak segan, Sihar menerima tawaran mereka untuk menginap di tenda yang telah disediakan panitia.

Meski cuaca tidak begitu bersahabat, angin kencang dan hujan sesekali mengguyur tenda tempat mereka menginap. “Dengan begini kita bisa menyatu dengan alam,” ujar Sihar.

Sihar menyampaikan dua hal penting saat malam keakraban bersama para relawan. Sihar begitu menikmati suasana alam yang tersaji dihadapannya. Ditemani secangkir kopi panas dan ubi rebus, Sihar berdiskusi dengan peserta.

“Yang pertama, hari ini adalah hari Kartini. Ibu Kartini, merepresentasikan perempuan untuk mendapat kesetaraannya, emansipasi. Semangat ini juga yang harus kita ambil, emansipasi ini berlaku untuk semua perempuan tanpa melihat latar belakang. Kartini memperjuangkan hak semua perempuan tidak peduli berasal dari agama dan suku manapun,” ujar Sihar.

Menurut Sihar, semangat ini yang juga ingin ia pakai dalam membangun Sumatera Utara. Tidak peduli latar belakang warganya, tugas mereka nantinya adalah mensejahterakan warganya.

“Yang kedua, besok adalah hari bumi. Disini berkemah dengan teman-teman yang berasal dari komunitas konservasi lingkungan, komunitas pecinta alam, komunitas seni, dan komunitas lainnya dimana mereka sangat ingin Geopark Toba ini mendunia,” lanjut Sihar.

Sihar sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda yang ingin memajukan daerahnya dengan menikmati langsung keindahan alamnya.

“Ini suatu inisiatif yang luar biasa, dari komunitas yang mampu melihat peluang potensi dari Geopark Danau Toba. Jika ini terus dikembangkan saya yakin Geopark Danau Toba ini bisa menjadi salah satu warisan dunia yang dapat menjadi komoditas wisata kelas dunia,” ujar Sihar.

Paginya, Sihar menyempatkan diri untuk menanam pohon di bukit yang ada di sekeliling Batu Hobon. Sihar menanam dua bibit pohon dengan jenis yang berbeda yakni pohon pokki dan pohon beringin.

Kemudian dilanjutkan penanaman pohon oleh para relawan dengan menanam 22 pohon endemik. “Ini langkah awal sebagai wujud bentuk kepedulian terhadap reboisasi di wilayah Batu Hobon ini,” ujar Mercy salah satu panitia.