Archive

Category: Berita

294 posts

Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Sihar Sitorus yang Pertama di Dapilnya

Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Sihar Sitorus yang Pertama di Dapilnya

Sihar P. H. Sitorus, Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Universitas Al-Washliyah (Univa) Rantau Prapat, Labuhan Batu, Sumatra Utara, Selasa (26/11). Empat pilar yang dimaksud yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Peserta yang hadir berasal dari kalangan millenial dan civitas akademika Rantau Prapat diantaranya dari Univa, Universitas Labuhan Batu, dan SMA/MAN yang ada di Rantau Prapat.

Rektor Univa, Basyarul Ulya, SH. MM menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Sihar Sitorus yang memilih kampusnya sebagai lokasi sosialisasi. “Kita mestinya bersyukur di tengah kesibukannya Pak Sihar mau menyempatkan diri untuk mensosialisasikan hal penting seperti ini,” ujar Basyarul.

Ia berharap mahasiswanya tidak menyianyiakan kesempatan baik ini. Suasana sosialisasi berjalan baik dan dilakukan dengan diskusi, peserta begitu antusias memberikan pertanyaan dan menanggapi materi mengenai empat pilar yang diberikan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Suheri Pane, Mantan Wakil Bupati Labuhan Batu yang turut hadir, ia berharap para mahasiswa dapat lebih aktif dalam sosialisasi ini. Suheri juga mengapresiasi kepedulian Sihar terhadap konstituennya bahkan sebulan setelah pelantikan politisi PDI Perjuangan tersebut langsung melakukan sosialisasi ini.

“Pak Sihar menjadi anggota DPR/MPR RI pertama dari Dapil 2 Sumatera Utara yang melakukan sosialisasi disini, beliau tidak melupakan kita setelah terpilih. Kesempatan ini tentunya tidak boleh disia-siakan para mahasiswa di sini,” ujar Suheri.

Dalam sosialisasinya, Sihar menjelaskan belakangan ini masyarakat sering mengkotak-kotakan diri menurut kelompoknya, misalnya kelompok agama. Padahal di dalam nilai Pancasila itu sendiri terangkum berbagai nilai-nilai keagamaan maupun kebudayaan.

“Semua agama tentu mengakui keadilan kan? Semua agama tentu mengakui kemanusiaan kan? Pancasila sudah merangkum nilai-nilai dari keagamaan tersebut,” ujar Sihar.

Menurut Sihar di Indonesia keberagaman adalah sebuah hal yang tidak dapat dihindari, untuk itu harus senantiasa dihargai dan dijunjung tinggi.

“Keberagaman di Indonesia itu sebuah keniscayaan, mustahil untuk meniadakannya, harusnya dilestarikan dengan saling menghargai,” tutur Sihar.

Untuk dapat menerapkan Empat Pilar MPR RI ini disampaikan oleh Sihar diperlukan adanya keterbukaan pikiran dari masyarakat agar luwes dalam menerima perbedaan.
“Penerapannya ya, kita harus berfikir luas agar bisa luwes menerima hal-hal yang berbeda dari kita,” ujar Sihar.

Menurut Sihar, para pendahulu bangsa yang merumuskan Empat Pilar ini telah memikirkan dari berbagai sudut keberagaman negeri ini sehingga relevan dengan kehidupan masa kini.

Safriani Nasution salah satu mahasiswi dari Universitas Al-Washliyah Labuhan Batu mengapresiasi diadakannya kegiatan sosialisasi ini. “Nilai-nilai seperti ini mulai dilupakan, kami mahasiswa perlu mengingat dan mengamalkan, sosialisasi seperti ini tentu sangat berguna,” ujarnya.

Safriani berharap usai mengikuti sosialisasi ini dirinya dan teman-temannya dapat mengamalkan keempat Pilar MPR dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga bisa mengamalkan dan mudah-mudahan bisa diadakan lagi, terimakasih Pak Sihar,” ujar Safriani.

Sihar Sitorus Akan Sosialisasikan Empat Pilar MPR di Univa Rantau Prapat

Sihar Sitorus Akan Sosialisasikan Empat Pilar MPR di Univa Rantau Prapat

Sihar sengaja menyasar kaum millenial di Dapilnya agar empat pilar ini tertanam sejak dini. Mengingat begitu marak paham bersebrangan dengan Empat Pilar Kebangsaan tersebut yang mulai menyusup masuk melalui kaum millenial.

Sosialisasi ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sihar berharap dengan terselenggaranya sosialisasi ini akan membentuk karakter dan mental yang semakin mencintai kesatuan dan persatuan bangsa ini.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan semakin mempererat rasa persatuan dan kesatuan melalui empat pilar yang ditanamkan,” tutur Sihar.

Sebagai anggota MPR RI, Sihar mempunyai tugas penting sebagaimana diamanatkan UU No. 17 Tahun 2014 untuk pemasyarakatan dan mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai anggota MPR RI, Sihar mempunyai tugas penting sebagaimana diamanatkan UU No. 17 Tahun 2014 untuk pemasyarakatan dan mensosialisasikan Pancasila, UUD RI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Surat Sekretaris Jendral MPR RI Nomor B-3416/HK.20/B-1/SetjenMPR/11/2019 tanggal 18 November 2019 menyatakan waktu pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ditetapkan dari tanggal 20 November 2019 s.d 30 November 2019. Anggota MPR diberikan mengambil satu hari satu titik antara tanggal 25-27 November 2019 sebagai waktu pelaksanaan sosialisasi di dapilnya masing-masing.

Untuk hal itu Sihar sebagai Anggota MPR mengambil waktu sosialisasi empat pilar pada Selasa 26 November 2019 tersebut.

Tujuannya untuk mensosialisasikan 4 (empat) Pilar MPR RI, yakni 1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. 2. UUD Negara Republik Indonesia sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR. 3. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara. 4. Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Sosialisasi ini untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali komitmen seluruh komponen bangsa terkait empat pilar tersebut

Bahas Ekonomi Syariah dengan Bank Indonesia, Sihar Sitorus Rekomendasikan Madina

Bahas Ekonomi Syariah dengan Bank Indonesia, Sihar Sitorus Rekomendasikan Madina

Sihar P. H. Sitorus, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan memperkenalkan Kabupaten Mandailing Natal sebagai kabupaten dengan julukan Bumi Sejuta Santri. Hal ini disampaikan Sihar saat membahas mengenai ekonomi syariah dalam Rapat Kerja Bank Indonesia dengan Komisi XI DPR RI, Senin (11/11) di Ruang Rapat Komisi XI Gedung Nusantara I Jakarta.

“Saat membahas mengenai ekonomi syariah, saya teringat akan Kabupaten Mandailing Natal yang dijuluki Bumi Sejuta Santri, mungkin dapat melihat kesempatan dan nilai yang dapat dilihat di sana,” tutur Sihar.

Selain itu, Sihar meminta Bank Indonesia (BI) untuk memperhatikan Nias dan Mandailing Natal sebagai dua wilayah potensial sumber ekonomi baru di Indonesia.

Kedua wilayah yang disebutkan Sihar ini menurutnya masih terbelakang dari segi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) padahal memiliki potensi yang baik.

“Dari dapil pemilihan saya di Sumut, ada minimal dua wilayah yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, saya katakan dua karena mungkin di Indonesia ada banyak, tetapi yang dua ini terbelakang berdasarkan kriteria yang ada seperti IPM atau HDI, dll,” ujar Sihar saat diberi kesempatan bertanya.

Wilayah pertama yang disebutkan Sihar adalah Nias. Nias menurutnya merupakan daerah yang seluruh wilayahnya dikelilingi lautan dan merupakan wilayah segitiga dagang dengan Aceh dan Sumatera Barat.

“Karena Nias 360 derajat dikelilingi lautan dan bisa membentuk segitiga dagang dengan Aceh dan Sumatera Barat, namun di sana masih banyak sekali masalah, salah satunya stunting,” tutur Sihar.

Lebih lanjut Sihar menyampaikan, wilayah kedua di Dapil II Sumut yang dapat menjadi potensi sumber ekonomi baru adalah Mandailing Natal.

Sihar menjelaskan wilayah ini merupakan daerah yang kaya akan sumber agrobisnis dan juga tambang, bahkan dulunya Portugis membangun dermaga di Mandailing Natal.

“Wilayah kedua adalah Mandailing Natal, bahkan dulunya Portugis membangun dermaga di sana yang saat ini mungkin masih dapat mereka kenali, selain itu Madina merupakan daerah yang kaya dengan agro dan tambang,” ujar Sihar.

Untuk itu Sihar menyampaikan kepada Bank Indonesia untuk mengunjungi Nias dan Mandailing Natal sebagai wilayah sumber perekonomian baru di Indonesia.

“Mohon mampir ke Nias dan Mandailing Natal pak, bu,” ujar Sihar.

Sihar Sitorus Soroti Masalah Stunting Nias ke Bappenas

Sihar Sitorus Soroti Masalah Stunting Nias ke Bappenas

Komisi XI DPR RI mengadakan rapat kerja dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, Suharso Monoarfa terkait dengan Evaluasi Kinerja 2019 dan Rencana Kerja 2020, Rabu (6/11). Secara umum rapat kerja ini membahas mengenai Program Perencanaan Pembangunan Nasional.

Adapun tema pembangunan yang akan diusung oleh Bappenas pada 2020 yakni, “Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan yang Berkualitas”. Tema ini memiliki lima prioritas nasional yaitu:

  1. Pembangunan Manusia dan Pengentasan Kemiskinan
  2. Infrastruktur dan Pemerataan Wilayah
  3. Nilai Tambah Sektor Ril, Industrialisasi, dan Kesempatan Kerja
  4. Ketahanan Pangan, Air, Energi, dan Lingkungan Hidup
  5. Stabilitas Pertahanan dan Keamanan

Sihar P. H. Sitorus, salah seorang anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan menyoroti lima prioritas nasional yang disampaikan oleh Bappenas. Permasalahan pembangunan manusia, kemiskinan, infrastruktur, kesempatan kerja, dan ketahanan pangan merupakan tantangan yang harus segera dipecahkan oleh stakeholders pemerintah.

“Lima prioritas nasional tersebut merupakan tantangan konkret yang ada di Kepulauan Nias hingga saat ini,” ujar Sihar.

Dalam rapat, secara khusus Sihar menyoroti permasalahan pembangunan manusia di Kepulauan Nias adalah terkait dengan tingginya angka anak stunting di Kepulauan Nias.

Dimana berdasarkan data dari Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 41,6 % di Kepulauan Nias, anak dibawah lima tahun menderita stunting.

Stunting adalah kondisi dimana tinggi anak berada di bawah standar pada umumnya. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi atau nutrisi yang buruk pada anak. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi tidak normal, dan berdampak pada penurunan tingkat kecerdasan.

“Untuk menyikapi permasalahan tersebut perlu adanya Desk untuk Kepulauan Nias. Seperti Desk Papua, Papua Barat, dan Aceh, yang fokus pada percepatan pembangunan dan perkuatan pembangunan alternatif karena Kepulauan Nias juga memiliki masalah yang cukup kompleks,” tutur Sihar.

Selain tantangan yang terdapat pada lima prioritas nasional yang dijabarkan oleh Bappenas, menurut Sihar masalah stunting di Kepulauan Nias juga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Selain lima prioritas nasional, masalah stunting di Nias juga perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Sihar Sitorus Minta Gubsu Lanjutkan Pembangunan Patung Yesus di Tarutung

Sihar Sitorus Minta Gubsu Lanjutkan Pembangunan Patung Yesus di Tarutung

Acara ramah tamah Gubernur Sumatera Utara dengan Anggota DPR-RI dan Anggota DPD-RI bertempat di Ruang Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Senin (4/11/2019) berlangsung santai dan penuh kekeluargaan sesama anak Sumatera Utara.

Sihar P. H. Sitorus, Anggota DPR RI dari Komisi XI, salah seorang anggota DPR-RI dari Dapil II Sumut yang hadir pada acara ramah tamah tersebut sangat serius dan antusias mengikuti diskusi mengenai bagaimana memajukan daerah Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut Sihar menyampaikan harapan dan pesannya kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Salah satunya adalah mengenai pembenahan bangunan wisata yang terbengkalai lama berupa Patung Yesus di daerah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Hal tersebut telah lama menggelitik hati Sihar terutama selama masa kampanye baik saat menjadi rival Edy Rahmayadi di Pilgubsu maupun saat Pileg beberapa waktu yang lalu.

“Ada satu hal yang menggelitik saya mulai dari Pilgub sampai pada kampanye Pileg yang seyogyanya itu terwujud, yaitu mewujudkan pembangunan patung Yesus di Tarutung terselesaikan pembangunannya,” ujar Sihar.

Bagi Sihar wilayah Tapanuli Utara merupakan satu wilayah yang penting bagi orang Batak khususya yang beragama Kristiani. Sihar juga melihat patung tersebut berpotensi menjadi wilayah wisata rohani yang mumpuni sehingga layak menjadi salah satu fokus yang harus diselesaikan.

“Itu ada di Tapanuli Utara dimana di sana merupakan pusat dari kegiatan gereja HKBP yang sudah hadir beberapa ratus tahun yang lalu, saya pikir ini adalah tempat penting dan bersejarah sekaligus memiliki nilai wisata religi yang tinggi. Ada baiknya dapat menjadi fokus pengembangan yang luas dampaknya,” tutur politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Sebelumnya dalam kesempatan tersebut Edy Rahmayadi menuntut kepada seluruh anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara untuk dapat berkontribusi terhadap Sumatera Utara. Menurutnya kedudukan yang diterima oleh para anggota dewan tersebut berasal dari masyarakat Sumatera Utara.

“Kami yang berdomisili di Sumatera Utara ini menuntut bapak/ibu sekalian untuk dapat membantu apa yang bisa dibantu di Sumatera Utara,” tutur Edy.

Dalam hal ini Edy menyinggung soal peningkatan peringkat provinsi Sumatera Utara, pengalokasian APBN di Sumatera Utara, serta pembangunan sport center terutama dalam menyambut PON 2020 di Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi Ajak Sihar Sitorus Kolaborasi Pengadaan Sport Center

Edy Rahmayadi Ajak Sihar Sitorus Kolaborasi Pengadaan Sport Center

Acara ramah tamah Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dengan Anggota DPR-RI dan DPD-RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara bertempat di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Senin (4/11/2019) berlangsung dengan santai dan penuh kehangatan keakraban.

Dalam pertemuan tersebut Edy Rahmayadi selaku orang pertama di masyarakat Sumatera Utara, menuntut dan meminta para anggota DPR-RI dan DPD RI asal Sumut yang ada di Senayan Jakarta yang kedudukannya bisa diraih karena dukungan rakyat Sumatera Utara dapat berkontribusi dalam membangun Sumatera Utara.

“Kami yang berdomisili di Sumatera Utara ini menuntuk bapak/ibu sekalian yang duduk di Parlemen untuk dapat membantu apa yang bisa dibantu bagi pembangunan Sumatera Utara,” ujar Edy.

Edy menyampaikan bahwa ia berencana menaikkan peringkat Sumatera Utara yang masih berada di tingkat 24 dari 34 provinsi. Edy juga bercerita bahwa di tahun 70-an Sumatera Utara pernah menduduki peringkat ke-3 di Indonesia.

“Yang pertama Sumatera Utara ini nomor 24 dari 34 provinsi, saya ingin nomor itu bergeser ke level yang baik,” ujar Edy.

Edy juga menyinggung mengenai PON 2024 yang akan diselenggarakan di Sumatera Utara. Dari sisi sarana dan prasarana, ZStadion Teladan Medan tak layak untuk PON tersebut.

Edy berharap pembangunan sport centre dapat dilakukan mengingat Sumatera Utara hanya memiliki Stadion Teladan yang dinilai belum memiliki lapangan yang memadai.
“Saya ingin dukungan berupa support moril maupun fisik,” ujar Edy.

Terkhusus, Edy meminta Sihar PH Sitorus sebagai rekannya pernah di PSSI dan rivalnya di Pilgubsu yang lalu. Ketika di PSSI, di ruang kerja Edy, mereka pernah membicarakan mengenai pengadaan sport center tersebu di Sumut.

“Saya mengajak kita semua bekerja sama, jujur saya tidak dapat bekerja sendiri,” ujar Edy dihadapan anggota legislatif sebelum video presentasi dimulai.

Edy juga menyesalkan mengapa anggaran tak pernah hinggap di Sumatera Utara.

” 12 setengah triliyun APBD Sumatera Utara itu tak lah cukup? Itupun masih salah hitungnya,” ujarnya.

Sihar Sitorus, Anggota Komisi XI Legislatif DPR RI yang hadir dalam acara ramah tamah tersebut, memahami apa yang menjadi visi misi Gubernur Sumatera Utara dalam membangun sumatera utara, terlebih sarana sport center. Mengenai pembangunan Sumatera Utara agar lebih dikenal Internasional tanpa mengesampingkan hal-hal krusial seperti kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dsb.

“Harapan kita pun sama, ada satu event internasional di Sumatera Utara, dengan sarana prasaran yang mendukung un tuk event itu,” ujar Sihar.

Duduki Komisi XI DPR RI, Sihar Sitorus: Sumut Harus Kecipratan

Duduki Komisi XI DPR RI, Sihar Sitorus: Sumut Harus Kecipratan

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menetapkan susunan anggota pada 11 komisi dan tujuh badan dalam alat kelengkapan dewan masa bakti 2019-2024. Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (29/10/2019).

Sejumlah anggota berjanji akan berusaha sebaik mungkin di komisinya masing-masing. Salah satunya, Sihar P. H. Sitorus, anggota legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan 2 Sumatera.

Usai diumumkan sebagai peraih suara terbanyak di Sumatera Utara, Sihar dibanjiri pertanyaan oleh masyarakat melalui akun media sosialnya mengenai penempatan dirinya di DPR RI.

Setelah ditetapkan, Sihar mendapat kepercayaan menduduki Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan. Ia mengaku akan banyak tantangan yang akan dihadapi.

Salah satunya adalah mendekatkan jarak antara ekonomi makro dan ekonomi keseharian.

“Tantangan berada di Komisi XI yang menangani bidang moneter, fiscal dan macroeconomics adalah mendekatkan jarak antara macro- dan ekonomi keseharian,” ujar Sihar.

Selain itu, Sihar juga merasa tertantang agar Sumatera Utara sebagai wilayah pemilihannya dapat kebagian dana pembangunan dari situasi moneter dan fiskal yang ada saat ini, sehingga pembangunan yang terlaksana juga semakin baik.

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana Sumatera Utara dapat kecipratan dana pembangunan dari situasi moneter dan fiscal saat ini,” ujar Sihar.

Hadiri Sertijab Kemenko PMK, Sihar Sitorus Singgung Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2021

Hadiri Sertijab Kemenko PMK, Sihar Sitorus Singgung Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2021

Serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dari Puan Maharani ke Muhadjir Effendy, purna dilaksanakan.

Upacara tersebut berlangsung di ruangan Heritage Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (24/10) sore.

Puan sebagai Menko PMK Kabinet Kerja menyerahkan sekumpulan paket dokumen berisi kinerja Kemenko PMK selama lima tahun terakhir ke Muhadjir.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak, ibu semua keluarga besar Kemenko PMK yang selama ini sudah bersama-sama saya sebagai keluarga besar dan membantu semua penugasan yang ditugaskan kepada saya,” kata Puan dalam pidato sambutannya.

Puan berharap berbagai tantangan atau masalah yang belum berhasil diselesaikan selama ia menjabat bisa diselesaikan dengan lebih baik oleh Muhadjir.

“Semoga di bawah kepemimpinan Pak Muhadjir, tantangan-tantangan yang masih menjadi PR selama saya jadi Menko PMK bisa bapak selesaikan dengan lebih baik,” kata dia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sihar P. H. Sitorus mantan Tenaga Ahli Kemenko PMK Kabinet Kerja yang kini menduduki kursi DPR RI. Sihar juga menyampaikan harapannya kepada Menko PMK yang baru.

“Tentunya kita berharap Menko PMK yang baru dapat membawa terobosan dalam kebijakan-kebijakan yang mempercepat dan memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia,” ujar Sihar.

Selain itu, Sihar juga terkenang akan perjuangan Puan Maharani selama menjabat Menko PMK 2019-2024 terhadap terbitnya Instruksi Presiden No.3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.

Politisi PDI-Perjuangan tersebut berharap sepakbola Indonesia dapat diperkuat implementasinya oleh berbagai kementrian di bawah Kemenko PMK terutama dalam menyambut Piala Dunia 2021 dimana Indonesia sebagai tuan rumah dari perhelatan tersebut.

“Hari ini kita mendengar bahwa FIFA menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Waktunya implementasi Inpres No. 3 dengan pembangunan infrastruktur, sertifikasi peatih dan sistem kompetisi usia dini yang berkualitas,” tambahnya.

Selain itu, sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan II Sumatera Utara, putra D. L. Sitorus tersebut berharap kementrian yang baru ini dapat pula mendukung pembangunan stadion di Sumatera Utara serta percepatan pengembangan wisata Danau Toba.

“Kami berharap pembangunan stadion di Sumatera Utara sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba,” tutupnya.

Harapan Sihar Sitorus kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Maju

Harapan Sihar Sitorus kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Maju

Presiden Jokowi Widodo mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Pengumuman dan perkenalan para calon menteri dilakukan Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin sambil duduk santai di tangga istana.

Ada sejumlah nama baru dan lama, beberapa nama menimbulkan komentar dari berbagai pihak. Masyarakat berharap banyak pada susunan kabinet baru Jokowi, tak terkecuali Sihar Sitorus.

Pengusaha yang kini duduk sebagai anggota legislatif dari partai PDI-Perjuangan tersebut turut menyampaikan ucapan selamat serta harapannya. Sihar menyampaikan lewat media sosial pribadi miliknya.

Beberapa sorotan nama disebutkan Sihar, diantaranya Prabowo Subianto, Airlangga Hartanto, Zainudin Zalil, dan Wishnutama.

Sebagai rival Jokowi dalam Pilpres yang lalu, Sihar berharap Prabowo mampu melupakan yang berlalu dan fokus pada tugas dan tanggungjawabnya sebagai Menteri Pertahanan kini.

“Pak Prabowo, the past competitions have left bitter taste in our mouths. Let’s prove the people wrong that bitterness is what remains (Pak Prabowo, kompetisi yang lalu telah meninggalkan rasa pahit di mulut kita. Mari kita buktikan orang salah bahwa kepahitanlah yang tersisa),” tulis Sihar.

Sihar juga menyoroti menteri Perekonomian, Airlangga Hartanto, ia berharap akan ada kerjasama yang baik antara DPR dan Menteri Perekonomian. “Semoga jurang pemisah antara makro dan realita keseharian berkurang dengan kerjasama DPR dan Menteri Perekonomian,” ujar Sihar.

Sebagai penikmat olahraga terutama sepakbola, Sihar juga berpesan kepada Menpora. Sihar menyoroti mental sportif dari setiap orang Indonesia yang dapat dibangun melalui olahraga.
“Melalui olahraga kita boleh belajar mentalitas siap menang dan siap kalah,” ujarnya.

Sihar yang merupakan Anggota Legislatif dari Daerah Pemilihan II Sumatera Utara, berharap Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat mendukung pembangunan kawasan Danau Toba.

“Pak Wisnutama, kami tunggu dukungannya untuk pariwisata Danau Toba dan Sumatera Utara,” ujarnya.

Tak lupa Sihar juga menyemangati seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju. “Selamat bekerja,” tutupnya.

Hadiri Wisuda USNI, Sihar Sitorus: Jalan Utama Mempersiapkan Skill adalah Karakter

Hadiri Wisuda USNI, Sihar Sitorus: Jalan Utama Mempersiapkan Skill adalah Karakter

Sihar PH Sitorus, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Abdi Karya, meluluskan sebanyak 503 wisudawan/wisudawati Universitas Satya Negara Indonesia, di Universitas Terbuka Convention Center, Jakarta Sabtu (19/10).

Peserta wisuda kali ini merupakan angkatan ke-23 dari USNI yang terdiri dari dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Teknik.

USNI didirikan pada tahun 1989 oleh Alm. Sutan Raja D. L. Sitorus yang merupakan ayahanda dari Sihar sendiri.

“USNI berdiri diinspirasi oleh keinginan beliau menjadikan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas namun terjangkau oleh masyarakat, agar pandai dan mampu bersaing di kancah perebutan pekerjaan atau menjadi seorang wirausahawan,” ujar Sihar.

USNI sendiri berasal dari kata Satya yang berarti setia atau tulus hati, sedangkan Negara berarti organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Sehingga secara umum, Universitas Satya Negara Inonesia berarti Lembaga Pendidikan Tinggi yang dengan setia, tulus hati dan benar mendidik anak bangsa agar dapat Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sihar yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Partai PDI-Perjuangan juga diberi kepercayaan memberi orasi ilmiah dalam momen terebut. Adapun tema yang diangkat dalam orasi ilmiahnya adalah, “Pengembangan Karakter sebagai Cerminan Pribadi Bangsa.”

Dalam orasinya, Sihar menjelaskan mengenai peran karakter dalam kemajuan bangsa. Lebih lanjut, Sihar memaparkan mengenai karakter yang harus dimiliki oleh seorang akademisi. Menurutnya karakter berasal dari diri individu itu sendiri dan dapat terbentuk melalui lingkungan.

Oleh karena itu, Sihar berharap USNI dapat mengambil peran penting dalam pembentukan karakter untuk membentuk jati diri manusia demi terciptanya pribadi rakyat Indonesia yang berkeberadaban dan bermoralitas dalam kehidupan sosialnya. Terutama agar para lulusannya mampu bersaing di era digital 4.0.

Sihar berharap yang dibentuk bukan hanya sekedar skill (keterampilan) tetapi yang terpenting adalah karakter.

“Jalan utama mempersiapkan skill yang yang paling mudah ditempuh adalah memiliki perilaku yang baik (behavioral attitude), meningkatkan kompetensi diri dan memiliki semangat literasi,” tutur Sihar.

Secara global, Sihar juga berharap seluruh elemen dalam negara meliputi masyarakat, bangsa, negara, dan institusi pendidikan dapat bergandengan tangan dalam menciptakan karakter unggulan bangsa.

“Semua warga masyarakat, bangsa, dan negara, pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan formal dan nonformal, sampai dengan para pemimpin dalam semua level mempunyai tugas dan tanggung jawab moral untuk dapat memahami (knowing), mencintai (loving) dan melaksanakan (implementing) nilai-nilai etika inti (core ethical values) dalam kehidupan pribadi dan masyarakat secara keseluruhan untuk membangun keberadaban bangsa yang bermartabat,” ujarnya.

Sihar menjelaskan bahwa pendidikan untuk pengembangan karakter sebagai cerminan Bangsa Indonesia memerlukan upaya-upaya pencerahan dalam membentuk kepribadian, watak, dan karakter generasi muda sekarang agar menghasilkan insan-insan unggulan di segala bidang untuk kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.

Wisuda yang dikemas dalam Sidang Terbuka Senat Universita Satya Negara Indonesia tersebut berlangsung dengan khidmat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut PLT Koordinator Lembaga Layanan Dikti Wilayah III, Bapak DR. M. Samsuri.