Blog

Blog

Blusukan di Ketapang, Sihar Dikerubuti Warga

Blusukan di Ketapang, Sihar Dikerubuti Warga

Menyusuri jalan setapak ditemani teriknya matahari Sibolga, Sihar P. H. Sitorus bersilaturahmi dengan warga Desa Ketapang Kelurahan Sibolga Ilir, Kota Sibolga, Kamis (4/04). Sihar masuk dari pintu ke pintu, dari warung ke warung untuk memperkenalkan diri dan menyapa masyarakat.

Warga yang menyadari keberadaan Sihar tampak mengerubuti dan menunggu Sihar menemui mereka. “Ganteng kali aslinya bapak ini,” ujar ibu-ibu yang sudah menunggu kedatangan Sihar.

Meski harus bermandikan keringat karena cuaca Sibolga yang sangat cerah, Sihar tetap semangat menyapa warga. Seorang ibu Boru Nasution yang ditemui Sihar di warungnya mengaku telah menjadi pendukung Sihar sejak Sihar maju dalam Pilgubsu yang lalu.

“Ah, udah pendukung Bapaknya aku dari dulu, meski belum menang, tapi kali ini harus menang. Tapi bapak jangan lupa,” ujar Boru Nasution.

Sihar menanyakan kepada sang ibu hal apa yang harus ia ingat ketika menjabat. “Jangan lupakan aku,” ujar sang ibu.

Perkataan sang ibu mengundang gelak tawa Sihar, lantas sang ibu pun menjelaskan maksud dari perkataannya adalah ketika berpapasan di jalan agar Sihar tidak lupa menegurnya. “Jangan lupa juga sama kampung kami ini,” ujar Sihar.

Soal keyakinan terhadap kemampuan dan kualitas yang dimiliki Sihar, Boru Nasution tidak ragu. Ia pun memamerkan fotonya yang juga merupakan relawan dari Jokowi.

Sihar melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki hingga tiba di Kampung Nelayan Sibolga. Bertemu dengan masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan pembuat ikan asin. Masyarakat yang mengetahui kedatangan Sihar langsung mengerubutinya.

Mereka bercerita soal keyakinan mereka dan harapan mereka agar Jokowi dapat terpilih lagi. Salah satunya disampaikan oleh Boru Purba, ia menyampaikan keyakinannya kepada Presiden Jokowi.

“Programnya semua bagus, saya berharap Pak Jokowi mau mengeluarkan kartu kuliah, anak di sini banyak yang kuliah. Pokoknya harus terpilih lagi Pak Jokowi,” ujar Boru Purba.

Soal pilihan DPR RI, Boru Purba mantap menjawab Sihar Sitorus. Sama seperti warga lainnya, ia bercerita bahwa di kampung mereka ini dulunya DJOSS mendapatkan suara hampir 100%, maka ia berharap kali ini Sihar boleh menang menuju Senayan.

Sihar sendiri merasa senang dengan sambutan warga yang hangat terhadap dirinya. “Matahari Sibolga sehangat sambutan warganya, terimakasih,” ujar Sihar.

Usai blusukan di Desa Ketapang, Sihar bertolak ke rumah Reny boru Situmorang yang viral berkat lagu ciptaannya untuk Jokowi. Reny pun mengaku lagu tersebut tercipta murni karena keyakinannya terhadap kinerja Jokowi yang baik.

MONZA, OLOP-OLOP, DAN “CATENACCIO” SIHAR SITORUS

MONZA, OLOP-OLOP, DAN “CATENACCIO” SIHAR SITORUS

Dia pergi membawa kehangatan
dan kesejukan hati di setiap langkahnya.
……………………………………

TIDAK ada kata “pulang” dalam kamus Sihar Sitorus. Berada di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, ia berada di rumahnya sendiri dan, setiap kali pergi ke kota kecamatan itu, Sihar pasti singgah ke Pasar Gelugur. “Saya tidak pernah kehabisan waktu tuk selalu pergi ke sini,” kata Sihar.

Akhir Maret lalu, Sihar berada di pasar dengan konsep yang menggabungkan pasar tradisional dengan pasar modern yang, merupakan pasar paling ramai di Rantau Prapat selain Pasar Lama dan Pasar Sigambal di Rantau Selatan.

Dia menyapa setiap orang yang melintas dan dekat dengannya. Dengan senyum dan kesejukan hatinya, Sihar mengulurkan tangan bagi setiap orang yang ingin merasakan kehangatan jiwanya.

Di pasar ini, dia tak hanya menyapa, tapi membeli sayur-sayuran, telur, dan ikan teri. Di pasar ini pula dia menemukan “Monza”; pasar yang menjajakan barang bekas impor yang dulu dikenal dari singkatan “Mongisidi Plaza” yang berada di sebagian ruas di Jl. Robert Wolter Mongisidi, Medan, Sumatera Utara.

Jejak “Mongisidi Plaza” telah lama hilang. Tapi “monja-monja” telah bertebaran dimana-mana, di antaranya, Pasar Petisah, Pasar Deli Tua, dan Pasar Simpang Limun. Tak hanya di Medan, “monja-monja” tubuh di banyak kabupaten. Di Pasar Gelugur, Sihar memborong baju-baju layak pakai yang ia sumbangkan tuk panti asuhan.

Labuhanbatu adalah satu dari 15 kabupaten dan tiga kota yang sudah disambangi Sihar. Di sana ia hanya ingin menyerap aspirasi warga tuk memudahkan dia kembali lagi setelah duduk di bangku parlemen. Di tempat-tempat yang ia kunjungi, banyak warga yang ingin berfoto ria dan Sihar melayaninya.

Rabu lalu, Sihar Sitorus terlihat di Pesta Rakyat Olop-Olop di Ajibata, kota kecamatan di Kabupaten Toba Samosir. Olop-Olop yang berarti seruan kegembiraan, ucapan tanda cinta, dan restu yang tulus, diterima Sihar dengan hati yang lapang; selapang samudera.

Usai ibadah, Sihar mengungkap kerinduannya. Sebagai putra daerah yang lama merantau, ia ingin kampung halamannya menjadi kampung yang berbudaya, mandiri, dan berdaulat.

Sebagai Ketua Umum Spiritualitas Danau Toba, Sihar mengajak masyarakat dan pengelola tuk mensyukuri keberadaan Danau Toba, danau terbesar di Indonesia. “Danau Toba adalah anugerah dan berkat yang diberikan Tuhan. Karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia,” kata Sihar.

CATENACCIO

TERCATAT sebagai bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara bersama Djarot Saiful Hidayat, sudah cukup modal bagi Sihar Sitorus melangkah ke Senayan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) mewakili Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Tapi bukan berarti jalan yang ditempuh Sihar menjadi mudah. Jumlah suara yang diraih ketika bertarung memperebutkan kursi Gubernur/Wakil Sumatera Utara, tidak bisa menjadi patokan; dia cukup meraih, misalnya, 10 persen dari 2.424.960 suara yang ia raih ketika berjuang tuk kursi Sumut-1. Tentu saja tidak demikian.

Memperebutkan satu kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil Sumatera Utara-2), Sihar tidak bertarung dengan satu orang seperti ketika memperjuangkan kursi Sumut-1. Kini, dia “bertarung” dengan dirinya, “bersaing” dengan delapan orang dari partainya (PDI-P menyertakan sembilan nama calon legislatif), dan “berebut” satu kursi dari 10 kursi yang tersedia dengan 140 orang caleg.

Namun, nama Sihar Sitorus sudah jaminan mutu. Tuk melangkah menuju Senayan, dia tak perlu menerapkan gaya permainan “Total Football” – Belanda, “Kick n Rush” – Inggris, “Tiki Taka” – Spanyol, atau “Joga Bonito” – Brasil. Dia cukup dengan sistem pertahanan “Catenaccio”. Di Italia, catenaccio yang berarti “pintu baut”, menyiratkan pertahanan yang sangat terorganisir dan efektif yang ditujukan untuk mencegah terjadinya gol.

TELADAN DAN KEMENANGAN

SIHAR Sitorus adalah tokoh muda yang ingin mengabdi pada negeri ini melalui jalur yang menjadi pilihannya; partai politik. Berkiprah di dunia yang ia yakini bisa menyalurkan aspirasi – harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang – , dan leluasa memberikan apresiasi pada siapa pun, telah ia awali sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

DR. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus – lahir di Jakarta, 12 Juli 1968 – telah menjatuhkan pilihan dan arah jalan yang harus ia tempuh, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ia miliki.

Dia adalah manusia biasa yang tidak “dijatuhkan” dari langit yang pada akhirnya menjadi manusia pilihan. Dia lahir, bicara, dan melangkah sesuai nama yang ia sandang; Sihar adalah “sinar”, Pangihutan berarti “teladan” yang harus diikuti, Hamonangan adalah “kemenangan”, dan Sitorus berarti “jalan penghidupan yang tentram”, dimana kecintaan, kebahagiaan, dan kebaikan ada di sana. Nama yang indah dan penuh makna.

Sihar – dia anak kedua dari lima bersaudara – adalah anak sekolahan. Pada 1991, dia kuliah di Bachelor of Science in Business Administration, University of Arizona, Tucson, Amerika. Dua tahun kemudian, dia study di Master of Business Administration, Creighton University Omaha, NE. Pada 1998 dia pindah ke Britania Raya mengikuti Program Diploma Business Economics, Startheclyde University di Glasgow. Dan pada 2005 dia mengikuti Program D3 Doctor of Business Administration, Manchester Business School, di Manchester.

Lebih dari 15 tahun berada di luar negeri tidak lantas Sihar menjadi orang asing di negerinya sendiri. Dia berbahasa Inggris dengan sempurna. Dia berbahasa Indonesia dengan santun. Cerdas, akomodatif, dan tidak merendahkan lawan bicaranya. Sihar tetap rendah hati, dimana pun dia berada.

Sihar tak hanya setia kawan, tapi dia sayang keluarga, terutama untuk Patricia Ferrari Juanita, istri tercinta dan dua putranya; Gabriel Sitorus Pane dan Gamaliel Sitorus Pane.

Sihar, tentu saja, bukan manusia sempurna. Dia juga memiliki kekurangan-kekurangan yang, segala kekurangan itu ia tutupi dengan sikap apa adanya. Ia hanya ingin “pulang” ke rumahnya dan bertekad membangun Sumatera Utara.

Kegagalan mendampingi Djarot Saiful Hidayat, sebagai wakil gubernur, tidak lantas ia berhenti. Ia tetap melangkah sesuai kata hatinya; berbuat tuk orang banyak.

YON MOEIS
@yonmoeis

Sihar Sitorus Harapkan Fasilitas Danau Toba Mendunia

Sihar Sitorus Harapkan Fasilitas Danau Toba Mendunia

Sihar P. H. Sitorus, Ketua Spiritualitas Danau Toba dan Gunung Sinabung, hadir dalam Pesta Rakyat Olop-olop Bolon Kecamatan Ajibata, Rabu (3/4). Tiba di sana Sihar langsung diserbu sekumpulan ibu-ibu yang sudah hadir di kegiatan tersebut untuk berfoto bersama.

“Ayo foto ya Pak, mumpung belum mulai acaranya,” ujar para Ibu.

Sihar yang hadir lebih awal tampak menyalami semua peserta yang sudah hadir di Pesta Olop-olop. Usai ibadah, Sihar diperkenankan memberikan sambutan sebagai putra daerah terbaik bersama dengan Raja Pangihutan Sirait.

Dalam sambutannya, Calon Legislatif DPR RI dari Dapil 2 Sumatera Utara ini mengungkapkan kerinduannya bahwa sebagai putra daerah yang merantau, ia ingin melihat kampung halamannya menjadi kampung yang berbudaya, mandiri berdaulat, tapi juga kekinian. Sihar juga berharap keindahan Danau Toba yang mendunia harus didukung fasilitas yang mendunia pula.

“Jadi kita yang anak rantau ini ingin melihat kampung kita ini menjadi kampung yang tetap berbudaya, mandiri, tetap berdaulat tetapi juga kekinian, kita punya objek mendunia, maka fasilitas juga harus mendunia,” ujar Sihar.

Sebagai Ketua Umum Spiritualitas Danau Toba, Sihar mengajak masyarakat dan Badan Otoritas Danau Toba untuk melihat Danau Toba sebagai anugerah dan berkat yang harus dijaga.

“Danau Toba sebagai anugerah dan berkat yang diberikan Tuhan kepada Bangso Batak, kalau di Alkitab itu muatan lokalnya Sungai Yordan dan Gunung Zion, kalau kita Danau Toba lah yang mengajak kita untuk mengucap syukur,” ujar Sihar.

Selain itu Sihar mengajak seluruh hadirin untuk turut dalam kegiatan Spiritualitas Danau Toba pada 22 Juni 2019.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya sebagai bagian dari Nairasaon, dan berharap dapat mewarisi hal-hal yang baik kepada anak-cucunya nanti. Sihar mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan persaudaraan menghadapi pemilu 2019.

“Dalam Pileg dan pilpres ini banyak yang berkeluarga saling berisrisan, tapi yang harus diingat hasil dari Pemilu kita nikmati cuma 5 tahun, tapi itu jangan sampai merusak persaudaraan, karena setelah periode ini kita juga tetap masih akan bersaudara,” tutur Sihar.

Acara dilanjutkan dengan acara adat Mengalahat Horbo, pembagian Itak Gur-gur, dan makan siang bersama dan pembagian jambar.

Kunjungi Rantau Prapat, Sihar Sitorus Diberangkatkan Berbagai Komunitas Etnis

Kunjungi Rantau Prapat, Sihar Sitorus Diberangkatkan Berbagai Komunitas Etnis

Sihar P. H. Sitorus diberangkatkan oleh berbagai etnis di Rantau Prapat, Labuhan Batu, Sabtu (30/03). Adapun etnis yang turut memberangkatkan Sihar diantaranya dari Tapanuli Selatan, Batak Toba, Karo, Nias, Jawa, dan Cina.

Sihar diberikan ulos pertanda perlindungan dan berkat dari berbagai etnis ini.

“Kami di Rantau Prapat ini terdiri dari berbagai macam golongan, dan inilah yang membuat kami mendukung Sihar, karena beliau berwarna,” ujar perwakilan masyarakat Tapsel.

Masyarakat Rantau Prapat juga merasa Sihar adalah bagian dari mereka, karena jasa Sihar dan keluarga sedikit banyak berada di Rantau Prapat.

“Sihar ini kan bisa dibilang orang Rantau Prapat, usaha keluarganya banyak menghidupi di sini, pasti kita dukung orang sini,” ujar perwakilan dari etnis Karo.

Sihar menyampaikan rasa terimakasih dan kekagumannya terhadap kekompakan masyarakat Rantau Prapat.

“Terimakasih banyak, inilah yang Sihar harapkan, dan didukung oleh berbagai suku, golongan, maupun agama agar berwarna,” tutur Sihar.

Tak hanya berbagai etnis, Sihar juga turut diberangkatkan oleh salah satu tokoh masyarakat Rantau Prapat, H. Tutur Parapat. Sebelumnya Sihar juga telah berkunjung ke rumah Haji Tutur yang juga merupakan teman akrab ayahandanya, Sutan Raja D. L. Sitorus.

“Terimakasih Bapak Haji Tutur Parapat, teman ayahanda saya Bapak D. L. Sitorus, yang meski sudah usia lanjut masih mau mendampingi saya,” ujar Sihar.

Haji Tutur Parapat berharap yang terbaik dapat duduk sebagai anggota legislatif dan Sihar merupakan salah satunya.

“Niat baik, orang baik pasti didukung baik oleh yang Maha Kuasa. Semoga Sihar dapat terpilih sebagai anggota DPR RI,” tutur Haji Tutur.

Dalam silaturahmi dan pemberangkatan tersebut, Sihar juga berharap masyarakat dengan tegas menolak hoax, terutama yang menyerang Presiden Jokowi.

“Hoax dapat mencegah yang bercita-cita baik untuk negeri memimpin, makan kita harus dengan tegas menolak Hoax,” tegas Sihar.

Sihar Sitorus Ungkap Targetkan 3 Kursi dari Dapil 2 Sumut di DPC PDI-P Labuhan Batu

Sihar Sitorus Ungkap Targetkan 3 Kursi dari Dapil 2 Sumut di DPC PDI-P Labuhan Batu

Setelah selesai blusukan di Pasar Gelugur, Sihar bertolak ke Kantor Dewan Perwakilan Cabang PDI-Perjuangan Kabupaten Labuhan Batu.

Sihar disambut langsung oleh Ketua DPC PDI-P Labuhan Batu, Dahlan Bukhari.

Kepada Dahlan, Sihar menuturkan bahwa target dirinya bukan kemenangan pribadi melainkan kemenangan Jokowi-Amin, partai, dan tentunya kemenangan rakyat.

Ia pun menargetkan memperoleh suara berlebih agar dapat membawa tiga orang DPR-RI dari PDI-P ke Senayan.

“Target saya tiga kursi, saya tidak pernah memandang yang lain sebagai saingan, tidak mau kanibal, malah ingin bersatu untuk menaikkan suara. Target tiga kursi,” ujarnya.

“Mudah-mudahan caleg kita, baik dari Tingkat Kabupaten, provinsi, maupun pusat ya saling bekerja sama bersinergi, membesarkan partai, bukan saling menyerang, bukan saling menjatuhkan,” ujar Dahlan

“Jadi mudah-mudahan Pileg ini PDI-Perjuangan dapat mencapai target sesuai yang diharapkan,” tambah Dahlan.

Blusukan di Pasar Glugur Rantau Prapat, Sihar Sitorus Diidolakan Para Ibu

Blusukan di Pasar Glugur Rantau Prapat, Sihar Sitorus Diidolakan Para Ibu

Sihar P. H. Sitorus, Calon Legislatif PDI Perjuangan dari Dapil Sumut II melakukan blusukan di Pasar Gelugur Rantau Prapat, Sabtu (30/3/2019).

Dengan senyum ramah khasnya, Sihar menyapa setiap warga yang ditemui. Tak jarang yang kemudian menyadari keberadaan Sihar langsung meminta foto.

Beberapa dari warga juga penasaran dengan sosok Sihar yang dulu pernah mencalonkan diri bersama Djarot Saiful Hidayat sebagai Wakil Gubernur.

Saat memasuki pasar seperti biasa Sihar memulai menyapa pedagang dan warga sembari membeli beberapa keperluan memasak seperti sayur-sayuran, ikan teri, dan telur.

Namun saat dipasar ini, Sihar Sitorus bertemu dengan pedagang pakaian bekas yang sering disebut masyarakat setempat, Monza. Sihar ditawari untuk membeli beberapa potong pakaian.

“Pak beli lah ini,” ujar Ibu boru Sitorus.

Sihar pun berhenti dan membeli beberapa potong. “Pilihin yang terbaik ya bu, biar nanti kita sumbangkan ke Panti Asuhan,” ujar Sihar.

Usai berbelanja monza, Sihar dipanggil oleh sekumpulan ibu-ibu. “Pak Sihar, ayo kita foto,” ujar mereka.

Para ibu memuji Sihar yang masih terlihat muda walau berusia tak lagi muda. “Usia berapa Pak?,” ujar seorang ibu.

Sihar menyatakan bahwa dirinya sudah menginjak usia setengah abad, hal ini membuat para ibu kaget. “Wah saya pikir masih 23 tahun, memang kalau orang baik mukanya awet muda,” ujar seorang ibu.

Sosialisasi PKH di Gunung Sitoli, Sihar Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan

Sosialisasi PKH di Gunung Sitoli, Sihar Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) mengadakan Sosialisasi Peningkatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Aula Sangehao, Gunung Sitoli, Kamis (28/03).

Kegiatan ini dibuka oleh Sowa’a Laoly, Wakil Walikota Gunung Sitoli dan di hadiri langsung oleh Togap Simangunsong, Asisten Deputi Kemenko PMK juga Sihar P. H. Sitorus, Tenaga Ahli Kemenko PMK.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yakni meningkatkan produktivitas dan menjamin efektivitas Program Keluarga Harapan di Kabupaten Nias Selatan. Acara ini dihadiri sekitar 400 orang peserta yang terdiri dari KPM dan pendamping PKH.

Sihar P. H. Sitorus menyampaikan program ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menjamin kesejahteraan masyarakat.

“Yang saya lihat dari program-programnya Bapak Jokowi seakan meminta kita fokus dalam membina karakter anak-anak kita lewat pendidikan, sisanya pemerintah yang pikirkan,” ujar Sihar.

Untuk itu, Sihar mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk keluar dari garis kemiskinan.

“Kita sudah dapat bantuan dari Bapak Jokowi melalui PKH, selanjutnya kita harus mengubah pola pikir kita, bagaimana melalui bantuan ini kita keluar dari kesulitan kita, sehingga saudara-saudara kita yang belum kebagian juga dapat keluar dari garis kemiskinannya,” ujar Sihar Sitorus.

Sihar menyampaikan PKH ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam bekerja dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Tentunya hal ini juga memerlukan timbal balik dari masyarakat.

Menurut Togap Simangunsong, Pulau Nias memiliki kelebihan dalam hal penerimaan PKH dibanding daerah lain. “Karena Nias berada di Kepulauan, maka jumlah yang diterima lebih besar dari daerah lain,” ujar Togap.

Puan Maharani berpesan lewat Togap agar bantuan ini benar-benar dilaksanakan dan digunakan. Disampaikan Togap penerimaan PKH tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

“Penerimaan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti yang punya anak bayi dapat Rp2.400.000 per tahun, supaya bisa beli susu dan telur jadi anak-anak bisa sehat juga pintar dan bagi kepulauan mendapatkan perlakuan khusus,” ujar Togap.

Para KPM terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka begitu bersyukur dengan PKH yang meringankan beban mereka. Salah satunya Fazlin Gulo ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas PKH yang ia terima.

“Terimakasih Bapak Jokowi, PKH ini cukup meringankan beban saya dalam menghidupi anak-anak saya,” ujar Fazlin Gulo.

Sosialisasi Peningkatan PKH di Nisel, Sihar Sitorus: Mari Ubah Pola Pikir

Sosialisasi Peningkatan PKH di Nisel, Sihar Sitorus: Mari Ubah Pola Pikir

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) mengadakan Seminar Peningkatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Aula Kantor Bupati Nias Selatan, Rabu (27/03). Kegiatan ini dibuka oleh Sozanolo Ndruru, Wakil Bupati Nias Selatan dan di hadiri langsung oleh Togap Simangunsong, Asisten Deputi Kemenko PMK juga Sihar P. H. Sitorus, Tenaga Ahli Kemenko PMK.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yakni meningkatkan produktivitas dan menjamin efektivitas Program Keluarga Harapan di Kabupaten Nias Selatan. Acara ini dihadiri sekitar 400 orang peserta yang terdiri dari KPM dan pendamping PKH.

Sihar P. H. Sitorus mengajak KPM untuk tetap berpengharapan dan berani keluar dari berbagai masalah yang membelenggu.

“Kita sudah dapat bantuan dari Bapak Jokowi melalui PKH, selanjutnya kita harus mengubah pola pikir kita, bagaimana melalui bantuan ini kita keluar dari kesulitan kita, sehingga saudara-saudara kita yang belum kebagian juga dapat keluar dari garis kemiskinannya,” ujar Sihar Sitorus.

Sihar menyampaikan PKH ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam bekerja dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Tentunya hal ini juga memerlukan timbal balik dari masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Nias Selatan, Sozanolo Ndruru. Ia sangat mengapresiasi Kemenko PMK dalam hal ini diwakili oleh Togap dan Sihar yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan KPM.

“Seperti yang dikatakan Bapak Sihar, kita harus berupaya keluar dari kemiskinan, pemerintah sudah memberi kita kesempatan kita untuk hidup sehat, agar anak-anak kita sekolah. Ini menunjukkan perhatian yang cukup besar dari pemerintah,” ujar Sozanolo.

Puan Maharani berpesan lewat Togap Simangunsong agar bantuan ini benar-benar dilaksanakan dan digunakan. Disampaikan Togap penerimaan PKH tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

“Penerimaan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti yang punya anak bayi dapat Rp2.400.000 per tahun, supaya bisa beli susu dan telur jadi anak-anak bisa sehat juga pintar dan bagi kepulauan mendapatkan perlakuan khusus,” ujar Togap.

Sihar Sitorus Sosialisasikan PKH, Bupati Nias Barat: Ingatlah Nias Kami Ini

Sihar Sitorus Sosialisasikan PKH, Bupati Nias Barat: Ingatlah Nias Kami Ini

Usai Nias Selatan, Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengadakan Sosialisasi Peningkatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Hall Tokosa, Desa Honolimbu, Nias Barat, Rabu (27/03). Sebanyak 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hadir dalam kegiatan ini.

Acara ini dihadiri langsung oleh Asisten Deputi Kemenko PMK, Togap Simangunsong dan Tenaga Ahli Kemenko PMK, Sihar P. H. Sitorus. Dalam sambutannya Sihar berharap melalui PKH masyarakat dapat bangkit dari keterpurukan.

“Pemerintah kita seakan meminta kita untuk tidak hanya memikirkan soal perut dan mengambil alih masalah tersebut, kita diharap fokus mendorong anak-anak kita untuk sekolah supaya pintar,” ujar Sihar Sitorus.

Sihar juga menunjukkan penghargaannya kepada perempuan, mengingat peserta yang hadir seluruhnya adalah perempuan. “Wah saya jadi grogi karena yang hadir semuanya ibu-ibu, yang saya tahu ibu-ibu memang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya,” ujar Sihar.

Salah satu peserta yang hadir menyampaikan rasa terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Program Keluarga Harapan. “Terimakasih kepada Bapak Jokowi yang telah memberikan program PKH kepada saya, saya merasa terbantu menyekolahkan 3 anak saya tanpa seorang suami,” ujar Mesiani Zebua, salah satu penerima PKH.

Dengan terisak, ia juga bercerita mengenai anak sulungnya harus berhenti melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah karena masalah biaya, padahal ia yakin anaknya adalah seorang anak yang pintar. Mesiani berharap Presiden Joko Widodo dapat melanjutkan kepemimpinannya agar dapat mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah, agar anak-anaknya bisa kuliah.

“Anak saya dulu juara Try Out se-Nias Barat, namun karena masalah biaya ia saya minta bekerja dulu sambil ngumpulin uang. Semoga Bapak Jokowi dapat terpilih lagi dengan programnya Kartu Indonesia Pintar Kuliah, supaya anak-anak saya bisa kuliah,” tambah Mesiani.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Staff Kemenko PMK, khususnya Sihar Sitorus yang mau terjun langsung bersosialisasi dengan para KPM.

“Saya dengar Pak Sihar mau mencalonkan sebagai DPR RI, semoga menang, karena saya lihat punya kebaikan yang sama denga Pak Jokowi, supaya bisa membantu Pak Jokowi,” ujar Mesiani lagi.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely. Ia berharap bahwa di tahun-tahun mendatang akan ada peningkatan penerimaan PKH, Bupati Nias Barat tersebut juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang memikirkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sudah lama dicap sebagai daerah 3T, tertinggal, termiskin, terluar. Kami berharap ada peningkatan dari hal ini melalui PKH, kami harapkan Pak Asdep dan juga Pak Sihar yang akan melenggang ke Senayan, ingatlah Nias kami ini,” ujar Faduhusi.

Sihar Sitorus Rayakan Ulang Tahun Ma’aruf Amin di Madina

Sihar Sitorus Rayakan Ulang Tahun Ma’aruf Amin di Madina

Sebagai Calon Legislatif DPR RI dari daerah pemilihan dua Sumatera Utara, Sihar P. H. Sitorus tampak dalam beberapa kesempatan mendampingi KH. Ma’aruf Amin, Calon Wakil Presiden nomor urut 01 saat bersosialisasi di Sumatera Utara. Salah satunya dalam Tabligh Akbar di Mandailing Natal, Senin (11/03).

Mengenakan setelan kemeja putih, Sihar tampak dengan seksama mengikuti jalannya acara. Ia pun sangat mengapresiasi Ma’aruf yang tetap mengedepankan keutuhan negara dalam persaingan panas di kontestasi politik ini.

“Sejuk dan damai, beliau menegaskan NKRI harga mati. Tentu kita ingin mendukung mereka yang mengedepankan kearifan dan kebijaksanaan seperti abah Ma’aruf,” ujarnya ditemui usai Tabligh Akbar di Padang Sidempuan.

Sebagaimana yang selalu disampaikan Sihar dalam setiap sosialisasi di dapilnya, Ma’aruf Amin juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita bohong. Ma’aruf menekankan bahwa kontestasi ini jangan sampai memecah belah keutuhan NKRI.

“NKRI harga mati, menang boleh menang, tapi jangan memecah belah. Mau menang boleh menang tapi jangan sampai menyebar isu-isu, fitnah-fitnah yang dapat memecah belah,” ujar Ma’aruf.

Selain itu, Ma’aruf juga meminta masyarakat agar tidak mudah termakan berita bohong. Ia meyakini masyarakat Padangsidimpuan sudah cukup cerdas untuk menolak hoax yang dapat merusak persaingan sehat dalam kontestasi Pilpres 2019 ini.

“Ada yang bilang kalau Pak Jokowi menang tidak boleh ada adzan di Masjid, kalau Pak Jokowi menang Kementrian Agama mau dibubarkan, kalau Pak Jokowi menang gak boleh baca Qur’an, bohong,” ujar Abah sebutan akrab para santri untuknya.

Selain Mandailing Natal, Sihar juga hadir dalam Tabligh Akbar di Padang Sidimpuan. Beliau juga mengajak serta tokoh muslim Sumatera Utara diantaranyai tokoh MUI dan NU dari berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk wilayah Labuhan Batu Raya untuk hadir dalam kegiatan Tabligh Akbar di Padang Sidimpuan.

“Terimakasih untuk Bapak Sihar P. H. Sitorus yang mengajak turut serta kami jauh-jauh dari Labuhan Batu untuk ikut serta dalam kegiatan Tabligh Akbar,” tutur Jumadil Akhir Siregar salah satu ustadz yang ikut dalam rombongan Sihar.

Usai menghadiri Tabligh Akbar, Sihar P. H. Sitorus merayakan ulang tahun Ma’aruf Amin yang ke-76 di Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. “Selamat ulang tahun kepada Abah Ma’aruf, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanah sebagai Wakil Presiden 2019-2024,” tutur Sihar.

Ma’aruf mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal, Sihar, dan seluruh hadirin yang hadir dalam kegiatan tersebut.