Blog

Blog

Sihar Ajak Masyarakat Bergerak untuk Danau Toba dan Gunung Sinabung

Sihar Ajak Masyarakat Bergerak untuk Danau Toba dan Gunung Sinabung

Ibadah I Spiritualitas Danau Toba dan Gunung Sinabung (DTGS) telah sukses diselenggarakan di Wisma Gerga Mulawari, Kabanjahe, Karo, Jumat (13/09). Acara ini sendiri bertujuan untuk membangun kesadaran kerohanian mengenai Danau Toba dan Gunung Sinabung sebagai karunia Tuhan bagi bangso Batak dan dunia, sejumlah tokoh menggagas acara kegiatan Spiritualitas Bagi Danau Toba dan Gunung Sinabung.

Sihar P. H. Sitorus, sebagai Ketua Umum DTGS, mengucapkan banyak terimakasih dan sangat mengapresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini.

“Terimakasih untuk seluruh Panitia Pusat maupun lokal, Pemkab, dan seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini dan turut dalam mensukseskan ibadah ini,” tutur Sihar.

Dalam sambutannya, Sihar menjelaskan sejak zaman penciptaan, manusia telah diberi mandat untuk menjaga dan merawat alam dan seluruh ciptaan-Nya sebagai makhluk yang berakal budi.

“Alkitab menjelaskan bahwa kita adalah makhluk yang istimewa, diciptakan menurut rupanya dan diberikan mandat untuk menguasai dan merawat ciptaan lainnya di bumi,” ujar Sihar.

Sayangnya banyak masyarakat yang belum sadar akan mandat dari Sang Pencipta untuk menjaga Danau Toba dan Gunung Sinabung. Oleh karena itu lewat ibadah ini, Sihar mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersyukur atas anugerah yang begitu luar biasa untuk masyarakat Sumatera Utara lewat Danau Toba dan Gunung Sinabung serta melakukan gerakan-gerakan yang bersifat membangun dan berkelanjutan dalam upaya melestarikan Gunung Sinabung dan juga Danau Toba.

“Mari melaksanakan kegiatan restoratif dan konstruktif berkaitan dengan Danau Toba dan Gunung Sinabung dimulai melalui kegiatan spiritual ini,” tambah Sihar yang juga merupakan Anggota DPR RI Terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Pemilihan 2 Sumatera Utara.

Ibadah yang dimulai pukul 10.30 ini dimulai dengan prosesi masuk oleh perwakilan berbagai gereja. Tampak hadir Moderamen GBKP, Pendeta Agustinus Panggabean; Ketua Persekutuan Gereja-Gerja Indonesia, Pendeta Albertus Pati; dan berbagai lapisan gereja-gereja.

Perlukah Wisata Halal untuk Danau Toba?

Perlukah Wisata Halal untuk Danau Toba?

Pengembangan wisata Danau Toba sedang digencarkan, kedatangan Presiden Joko Widodo dan jajarannya Juli lalu membawa angin segar kepada warga sekitar Danau Toba secara khusus dan masyarakat Sumatera Utara secara umum.

Danau seluas 1.130 km² yang terkenal akan keindahannya kini mulai diperhatikan oleh Pemerintah Pusat. Oleh tangan dingin Jokowi wilayah Danau Toba akan disulap menjadi daerah wisata kelas dunia sebagaimana Bali yang begitu tersohor keindahannya hingga ke luar negeri.

Seiring berjalannya waktu hal yang seharusnya membanggakan tersebut malah menimbulkan kekhawatiran dari beberapa kalangan mayarakat Batak. Pasalnya, pengembangan wisata kelas dunia ini turut membawa pencanangan Wisata Halal oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Menurut Edy, wisatawan mancanegara yang akan datang ke Danau Toba akan berasal dari negara-negara muslim, seperti Brunei Darussalam atau Malaysia.

Bila yang dimaksudkan oleh Gubsu adalah pembangunan Masjid atau tempat makan yang bisa dinikmati umat Muslim mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun akan menjadi masalah bila yang dimaksudkan Edy malah menertibkan apa yang sudah menjadi adat istiadat dalam kehidupan mayarakat Batak, salah satunya penataan hewan berkaki empat agar tidak sembarang dipotong di tempat-tempat umum karena status Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sementara hewan berkaki empat seperti babi atau kerbau adalah bagian dari budaya Batak sejak lama. Melarang pemotongan hewan berkaki empat yang dicanangkan tersebut tentunya dirasa tidak menghormati adat masyarakat setempat.

Memang pengembangan wisata Danau Toba diharapkan dapat menarik wisatawan dari luar negeri untuk datang. Namun perlu diperhatikan juga agar hal tersebut tidak mengganggu adat istiadat masyarakat lokal yang menganggap pemotongan hewan adalah halal menurut mereka. Tradisi lokal, budaya setempat memiliki nilai kearifan yang tinggi.

Perlu diketahui, menghormati budaya dan tradisi lokal itu adalah bagian dari Kode Etik Pariwisata Dunia, yang telah diratifikasi oleh UNWTO, di mana kegiatan pariwisata harus menghormati budaya dan nilai lokal (local wisdom) agar tidak meresahkan masyarakat di sekitar atraksi di destinasi.

Bila menilik Bali, pengembangan pariwisata di Bali tidak pernah menambahkan halal di belakangnya. Bali memilih menjual keindahan alamnya dan budaya yang telah ada sejak dulu. Apakah kesuksesan Bali sebagai lokasi wisata kelas dunia masih diragukan?

Pembangunan Masjid, Rumah Makan Muslim, dirasa sudah cukup untuk memberi kenyaman terhadap wisatawan Muslim tanpa harus menggeser apa yang sudah membudaya di masyarakat setempat. Penggunaan embel-embel halal tentunya merupakan hal yang sensitif, karena definisi halal bagi setiap keyakinan adalah berbeda. Akan menjadi indah bila perbedaan definisi itu dapat dipahami oleh masing-masing keyakinan.

 

Oleh: Sihar P. H. Sitorus (Anggota Legislatif Terpilih DPR RI 2019-2024)

Sihar Sitorus Tolak Pencanangan Konsep Halal untuk Danau Toba

Sihar Sitorus Tolak Pencanangan Konsep Halal untuk Danau Toba

Pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi mengenai konsep halal untuk Danau Toba, Kamis (22/08/2019) yang lalu, menjadi kontroversi di masyarakat. Gagasan tersebut dianggap tidak menghargai apa yang sudah membudaya dalam masyarakat setempat, terutama ketika menyangkut mengenai penataan ternak dan pemotongan babi. Gagasan tersebut pun ramai diperbincangkan oleh masyarakat, terutama mereka yang berasal dari suku Batak.

Perhatian tersebut juga datang dari Sihar Sitorus, salah satu Calon Legislatif DPR RI terpilih dari Partai PDI-Perjuangan. Menurut Sihar gagasan Edy tersebut malah mengadakan dikotomi atau pemisahan dalam masyarakat dan melanggar konsep Bhinneka Tunggal Ika.

“Wisata halal yang dicanangkan oleh Pemerintah menciptakan dichotomy (pemisahan/segregasi) antar umat beragama bahkan suku bangsa. Bukankah Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama namun tetap satu di dalam Indonesia sebagaimana konsep Bhinneka Tunggal Ika yang ditetapkan oleh para pendahulu negeri ini. Jika hal ini diterapkan tentu akan menciptakan diskriminasi antar satu kelompok dengan kelompok yang lain,” ujar Sihar, Kamis (29/08/2019).

Menurut Sihar, Danau Toba sudah memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat lain. Konsep halal dan haram yang bertujuan untuk menarik wisatawan mancanegara yang diprediksi Edy berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei menurut Sihar malah mengganggu apa yang sudah ada dalam masyarakat setempat.

“Memang pengembangan wisata Danau Toba diharapkan dapat menarik wisatawan dari luar negeri untuk datang. Namun perlu diperhatikan juga agar hal tersebut jangan mengganggu adat istiadat masyarakat lokal yang menganggap pemotongan hewan adalah halal menurut mereka. Tradisi lokal, budaya setempat memiliki nilai kearifan yang tinggi,” ujar Sihar.

Sihar juga mengingatkan bahwa mayoritas penduduk di sekitar Danau Toba adalah mereka yang bersuku Batak dan beragama Kristen, dimana babi bukanlah hewan yang dilarang.

“Perlu diingat bahwa mayoritas penduduk setempat adalah Suku Batak dan beragama Kristen dimana hewan seperti babi adalah makanan yang sah untuk dikonsumsi. Mengapa pemerintah begitu sibuk mengurusi kedatangan wisatawan tanpa memikirkan apa yang telah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat setempat?” ujarnya.

Menurut Sihar sebenarnya konsep halal dan haram tidak pernah diatur dalam UUD 1945. Konsep ini menurut Sihar malah membunuh apa yang sudah menjadi kearifan lokal Danau Toba.

“Apalagi istilah halal dan haram tidak pernah diatur dalam UUD 1945. Kebijakan ini tentunya bukan sedang memperjuangkan affirmative actions, atau kebijakan yang diambil bertujuan agar kelompok/golongan tertentu (gender ataupun profesi) memperoleh peluang yang setara dengan kelompok/golongan lain dalam bidang yang sama. Kebijakan ini malah terkesan membunuh apa yang sudah menjadi tradisi dalam masyarakat dan tentu saja menghilangkan kemandirian masyarakat dalam menentukan pilihan,” jelas politisi PDI-Perjuangan itu.

Sihar tidak ingin konsep halal dan haram malah menimbulkan kesombongan rohani antara satu kelompok dengan kelompok lain. Menurut Sihar, menghormati budaya dan tradisi lokal itu adalah bagian dari Kode Etik Pariwisata Dunia, yang telah diratifikasi oleh UNWTO, di mana kegiatan pariwisata harus menghormati budaya dan nilai lokal (local wisdom) agar tidak meresahkan masyarakat di sekitar atraksi di destinasi

Pembangunan masjid atau rumah makan muslim dirasa sudah cukup memudahkan wisatawan Muslim yang berkunjung sebagai bentuk penghormatan masyarakat setempat terhadap keberagaman. Namun, penertiban hewan berkaki empat seperti babi dirasa kurang tepat diterapkan di Danau Toba. Sihar menawarkan konsep wisata halal bisa diterapkan di wilayah dengan mayoritas penduduk muslim, tapi bukan Danau Toba.

“Pariwisata halal mungkin bisa diterapkan di daerah wisata dengan penduduk mayoritas muslim seperti Sumatera Barat dan Aceh. Sebagaimana wisatawan yang dating ke sana harus menghormati dan menghargai apa yang sudah menjadi kultur dan kepercayaan setempat begitupula halnya dengan yang terjadi di Danau Toba, wisatawan yang datang juga harus menghormati budaya setempat,” tutup Sihar.

Inspirasi Sihar Sitorus Maju dalam Pemilihan Legislatif

Inspirasi Sihar Sitorus Maju dalam Pemilihan Legislatif

Mengisi waktu luang di hari Minggu (28/07), Sihar P. H. Sitorus, Caleg Terpilih DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara 2, berbincang-bincang hangat dengan Abraham Silaban seorang presenter di sebuah Televisi Swasta. Abraham yang juga merupakan saudara ipar dari Sihar Sitorus ini, menyampaikan ucapan selamat kepada Sihar atas pencapaiannya menduduki kursi legislatif.

Sihar kemudian ditanyai mengenai inspirasinya maju kembali ke kursi legislatif setelah kalah dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang lalu bersama Djarot Saiful Hidayat. Sihar kemudian menyampaikan bahwa inspirasi itu berasal dari masyarakat sendiri.

“Sebenarnya inspirasinya tidak datang jauh-jauh, ya dari masyarakat Sumut sendiri. Saat Pilgub kemarin, kami diberi waktu 6 bulan untuk keliling Sumatera Utara, dan selama itu kita menemukan hal yang menarik, hal yang menyentuh hati kita, dan menggelitik pikiran kita,” ujar Sihar dengan senyum khasnya.

Sihar menyampaikan juga bahwa selama ia berkeliling tersebut, ia sudah melemparkan janji yang ingin ia tepati lewat kursi legislatif.

“Banyak janji yang sudah kita lemparkan, sehingga ketika ada kesempatan Pileg kemarin, kita ingin menuntaskannya, walau tidak semua kepada masyarakat Sumatera Utara,” tutur Sihar.

Lebih lanjut Sihar menyatakan hal tersebut lahir dari empatinya yang begitu tersentuh melihat kejadian-kejadian nyata yang terjadi di masyarakat. Bagaimana hal tersebut menggugah hatinya untuk maju di Pileg kali ini.

“Bagaimana kita tidak tersentuh, melihat ibu-ibu yang janda dengan banyak anak yang masih kecil, sementara mereka tidak memiliki rumah untuk bernaung. Bagaimana sesaknya di pasar, jalan-jalan yang bolong,” ujar Sihar dengan sorot mata terkenang.

Ketika disinggung mengapa Sihar berani keluar dari zona nyamannya sebagai pengusaha dengan harta yang berlimpah dan terjun ke dunia politik, Sihar mengaku bahwa hal tersebut ada benang merahnya.

“Jadi pengusaha kan kita bergerak di bidang agrikultur yang banyak bersentuhan langsung ke masyarakat. Sementara menjadi DPR RI kita menyerap aspirasi dari masyarakat dan menyampaikan apa yang menjadi hak mereka, saya rasa itu dua hal yang saling berhubungan,” jelas pria berusia 51 tahun tersebut.

Sihar tak menampik etos kerja yang dimiliki seorang pengusaha juga harus dimiliki seorang anggota DPR.

“Menjadi seorang pengusaha dan anggota legislatif pun ada benang merahnya, artinya harus profesional dalam hal ini transparan, accountable, harus ada laporannya, dan dalam mengambil suatu keputusan harus ada pertimbangannya,” jelas Sihar.

Meski begitu, Sihar mengaku tetap harus terlebih dahulu mengalami penyesuaian sebelum duduk di bangku legislatif.

“Harus ada penyesuaian lah, ketika biasanya kita mengambil keputusan sendiri, ini harus bersama dengan teman-teman lain, berdiskusi bahkan dengan partai lain. Pasti ada dinamika yang berbeda dengan dunia pengusaha, dan saya berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan hal tersebut,” ujar Sihar.

Hadir di Halal Bihalal Persadaan Pane, Sihar Ajak Keluarga Pane Bersatu

Hadir di Halal Bihalal Persadaan Pane, Sihar Ajak Keluarga Pane Bersatu

Keluarga Besar Parsadaan Pane mengadakan kegiatan Halal Bihalal bertemakan “Dengan Semangat Halal Bihalal, Mari Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah di Antara Kita” di Hotel Madani, Medan Minggu (30/6). Acara dibuka dengan tarian sambutan serta pembacaan ayat suci Al-Quran beserta Sari Tilawahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut salah satu tokoh masyarakat, Sihar P. H. Sitorus Pane yang juga dalam kontestasi Pemilihan Legislatif yang lalu meraih suara terbanyak untuk kursi DPR RI dari Sumatera Utara. Hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi Parsadaan Pane mengingat ada salah satu bagian dari mereka yang menjadi wakil rakyat.

“Selamat kepada saudara kita yang berhasil menduduki kursi legislatif, Bapak Sihar Sitorus Pane. Hal ini turut memberikan kebanggaan tersendiri bagi Parsadaan Pane,” ujar Herludiansyah Pane, MBA selaku Ketua Panitia Halal Bihalal.

Penasihat Parsadaan Pane, Ir. Sutan Pane berharap akan semakin banyak anggota Pane yang muncul ke permukaan. Beliau mengajak semua anggota untuk bersemangat menggerakkan Parsadaan ini.

Sihar Sitorus Pane dalam sambutannya merasa bahagia bisa berada di tengah-tengah sanak saudaranya. Sihar memaparkan banyak sekali Tokoh Nasional yang berasal dari anggota keluarga Pane.

 

“Banyak sekali anggota keluarga Pane yang menjadi tokoh Nasional, salah satunya Prof. Drs. Lafran Pane dikenal sebagai salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam yang telah diberi gelar Pahlawan Nasional dan masih banyak lagi tokoh-tokoh nasional lainnya yang berasal dari kita. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa keluarga Pane senantiasa berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ujar Sihar.

Sihar juga menyampaikan bahwa keluarga Pane sangat terbuka. Sehingga ia mengajak Keluarga Pane senantiasa bersatu meskipun sudah terdapat banyak perbedaan-perbedaan.

“Karena bagaimanapun ada satu hal yang selalu ditanamkan oleh leluhur kita bahwa kita adalah satu. Maka saya mengajak semua saudara-saudara saya, tidak peduli kita muslim, kristen, parmalim atau apapun perbedaan diantara kita, kita terus berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, menjadi contoh dalam setiap kehidupan kita,” ujar Sihar.

Dalam kegiatan tersebut Sihar juga memperkenalkan anak bungsunya, Gamaliel Sitorus Pane dan istri tercintanya Patricia Siahaan. Sebagai bentuk kehormatan, Sihar mendapat berkat berupa ulos dari Persadaan Pane.

Sihar Sitorus Center Fasilitasi Diskusi Caleg Terpilih PDI-P Sumut dengan Pimpinan KPK

Sihar Sitorus Center Fasilitasi Diskusi Caleg Terpilih PDI-P Sumut dengan Pimpinan KPK

Calon Legislatif (Caleg) terpilih PDI-Perjuangan dari Sumatera Utara akan berdiskusi dengan Pimpinan KPK dan Ahli Anggaran di Hotel JW Marriot, Kamis (27/06/2019). Diskusi ini diadakan dalam rangka mempersiapkan para Caleg Terpilih PDI-Perjuangan dari Sumut agar memahami tugasnya sebagai wakil rakyat dan terhindar dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Acara diskusi bertemakan, “Peran Partai Politik dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Korupsi,” ini diselenggarakan oleh DPD PDI-Perjuangan bekerjasama dengan Sihar Sitorus Center (SSC). Adapun Narasumber dalam acara diskusi ini yaitu Pimpinan KPK, Saut Situmorang MM, Ph.D dan Ahli dan Peneliti Kebijakan Publik dan Anggaran Pemerintah, Ir Elfenda Ananda ST, MSP.

Elfenda Ananda dalam diskusi ini akan memberikan materi tentang Peran dan Fungsi DPR dan DPRD dalam kebijakan anggaran, sedangkan Saut Situmorang akan memberikan materi pembekalan terkait strategi pencegahan korupsi dan lepas dari jerat-jerat korupsi. Sedangkan peserta yang wajib hadir pada acara tersebut adalah seluruh para caleg terpilih PDI-Perjuangan se-Sumut pada Pileg 2019 lalu, dengan rincian DPR RI 7 orang, DPRD Provinsi 19 orang dan DPRD Kabupaten Kota 167 orang.

“Bagi PDI Perjuangan Sumut dan Sihar Sitorus Center acara ini untuk memastikan para kader terpilih di lembaga legislatif dari Sumut, baik DPR RI, DPR Provinsi maupun DPRD kabupaten kota, yang nota bene 64 persen pendatang baru (newcomers) dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat dengan baik, sehingga dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota parlemen piawai dalam bertugas dan lepas dari bahaya dan jerat jerat korupsi, “ kata Drs Soetarto MSi, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut (Selasa 18/06/2019).

Ditambahkan Soetarto, dari kegiatan ini kita harapkan para caleg terpilih dari PDI Perjuangan dapat memahami, mendalami proses dan tahapan serta mengkaji postur politik Anggaran (APBD) yang berpihak kepada kepentingan rakyat Sumut.
“Mengingat strategisnya kegiatan ini maka kita Instruksikan seluruh anggota legislatif semua tingkatan (DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kab/kota) terpilih dari Sumut untuk mengikuti kegiatan tersebut, “ Kata Soetarto.

Sarluhut Napitupulu, Sekretaris Sihar Sitorus Center (SSC) mengatakan bahwa adapun maksud dan tujuan acara pembekalan para Caleg terpilih ini adalah untuk memberi pemahaman akan bahaya dan jerat jerat korupsi dalam bentuk berdialog dan berdiskusi yang berkaitan dengan strategi pencegahan korupsi juga masukan terkait pemahaman akan bahaya korupsi sehingga para caleg dalam melaksanakan tugasnya sebagai anggota parlemen tahu bahaya dan jerat korupsi.

“Selain hal hal diatas, acara pembekalan ini adalah salah satu upaya pencegahan korupsi di Parlemen. Selain itu acara ini bertujuan menekan jumlah anggota Legislatif tidak terjerumus korupsi yang bermuara membuat wajah parlemen menjadi lebih baik lagi. Ini komitmen SSC dan Partai PDI Perjuangan,” ujar Sarluhut Napitupulu.

Lanjut Sarluhut acara ini juga diselengarakan terinspirasi dari upaya Mendagri Tjahjo Kumolo yang selalu mengajak para Gubernur yang baru dilantik Presiden bertemu langsung dengan para pimpinan KPK, untuk berdiskusi dan berdialog yang berkaitan strategi pencegahan korupsi juga masukan terkait pencegahan korupsi.
“Karena para Caleg Terpilih dari PDIP Sumut itu sebanyak 60 persen adalah pendatang baru (new comer) yang belum pernah sama sekali bersentuhan dengan birokrasi pemakaian/penggunaan anggaran (APBD),” ujarnya.

“Maka para caleg terpilih PDI Perjuangan se Sumut merasa mereka perlu juga bertemu dengan pimpinan KPK untuk berdiskusi dan berdialog yang berkaitan dengan strategi pencegahan korupsi dan masukan terkait anti korupsi,” pungkas Sarluhut.

Ditengah Persiapan PSMS, Sihar Sitorus Soroti Infrastruktur Olahraga Sumut

Ditengah Persiapan PSMS, Sihar Sitorus Soroti Infrastruktur Olahraga Sumut

Setelah terdegradasi dari Liga 1 musim lalu, PSMS Medan dikabarkan kesulitan dana untuk mengarungi Liga 2 musim ini.
Bahkan, belakangan ini berhembus kabar mengenai standar gizi pemain klub berjuluk Ayam Kinantan yang kurang terperhatikan.

Salah satunya para pemain hanya makan dengan mie instan dan teh manis.
Meskipun berita ini sudah dibantah oleh Sekretaris PSMS Julius Raja. Pria yang dijuluki King itu menyebut tidak benar PSMS hanya menyediakan mie instan untuk para pemain.

’’Silakan cek langsung ke mes kalau tidak percaya. Sudah saya bantah itu semua, tidak benar,’’ tegasnya seperti yang dilansir di Jawa Pos Senin 13 Mei 2019.

Terlepas dari isu mengenai kesulitan pendanaan PSMS Medan, mantan Manager ‘Ayam Kinantan’ ditahun 2008 Sihar Sitorus memberikan masukan yang perlu diperbaiki dari PSMS saat ini.

“Saya kira yang diperlukan PSMS adalah pembenahan infrastruktur, baik dari segi fisik lokasi latihan, stadion, maupun fasilitas yang menunjang pemain untuk semakin semangat berlatih,” ujar Sihar saat dalam acara Sumatera Utara Hari ini yang disiarkan langsung oleh TVRI.

Sihar yang diprediksi akan melenggang ke Senayan dalam Pemilihan Legislatif 2019 lalu mengaku terus mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, khususnya PSMS Medan sebagai wakil dari Sumatera Utara. Ia juga berharap PSMS dapat berlatih keras menuju Liga 2.

Sementara itu dalam persiapannya menuju Liga 2, PSMS sudah menggandeng 21 pemain dan berencana akan menambahnya lagi. Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning berharap PSMS dapat menambah skuatnya dengan pemain naturalisasi.

“Harapan saya sih ada pemain naturalisasi. Tapi tergantung manajemen. Begitupun saya siapkan alternatif dengan yang ada sekarang,” ujar Abdul.

Sihar Sitorus Kantongi 175 Ribu Suara, Sarluhut Napitupulu: Buah Kerja Keras Bertemu Masyarakat

Sihar Sitorus Kantongi 175 Ribu Suara, Sarluhut Napitupulu: Buah Kerja Keras Bertemu Masyarakat

Tahapan Pemilu Serentak (Pilpres dan Pileg) kini memasuki proses penghitungan (rekapitulasi) perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum. Rekapitulasi ini dilakukan secara berjenjang, yang dimulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga di tingkat Kecamatan yang dilakukan PPK.

Rekapitulasi sendiri juga dilakukan berbagai partai, maupun calon legislatif yang ikut bertarung di Pileg Kabupaten/Kota, Pileg Provinsi maupun di Pileg di DPR RI. Salah satu calon yang melakukan penghitungan sendiri adalah Sihar P. H. Sitorus, Calon Legislatif PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) 2.

Sihar Sitorus melakukan penghitungan berdasarkan C-1 Plano yang diperoleh dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Dapil 2 Sumut.

“Data yang dikumpulkan direkapitulasi secara berjenjang oleh Tim Sihar Sitorus Center. Mulai dari TPS, ke tingkat Desa, kemudian tingkat Kecamatan, dan Kabupaten Kota, hingga diperoleh total perolehan suara,” ujar Sarluhut Napitupulu, Sekretaris Tim Pemenangan Sihar Sitorus, Jumat (25/4/2019).

Sarluhut mengutarakan mereka memprediksi suara yang akan diperoleh Sihar Sitorus bisa mencapai 200 ribu lebih, karena data yang masuk masih sebagian, tetapi hasilnya sudah mencapai 175 ribu suara.

“Sekarang suara sihar sudah mencapai 175 ribu. Data yang masuk mencapai 70 persen TPS. Prediksi kami akan mencapai 200 ribu suara bahkan lebih,” lanjut Sarluhut.

Menurut Sarluhut perolehan suara ini juga berbanding lurus dengan perolehan Suara Partai PDI Perjuangan di Dapil Sumut 2 berdasarkan Real Count Situng KPU.

“Di Situng KPU saat ini terutama di Dapil Sumut 2 yang paling tinggi suaranya adalah PDI Perjuangan, walaupun datanya masih belum seluruhnya, tapi kami yakin PDI Perjuangan akan menjadi pemenang di Sumut 2,” ujarnya.

Kata Sarluhut, perolehan suara yang tinggi ini tidak terlepas dari usaha Sihar Sitorus selama ini rajin blusukan dan berdiskusi dengan warga yang didatanginya di berbagai daerah di dapil Sumut 2.

“Secara kilometer, Sihar dalam menyapa masyarakat mencapai 20 ribu kilometer. Bahkan ada daerah yang dua kali dikunjungi, bahkan ada yang tiga kali dan hasilnya adalah suara saat ini,” katanya.

Lanjut Sarluhut Perolehan Suara ini juga hasil kerja keras dari Tim Sihar Sitorus , yang solid hingga kini, dan masih melakukan pengawalan perolehan suara di KPU.

“Tim yang dibentuk Sihar mulai dari Kordinator Cluster, Kordinator Kabupaten, Kordinator Kecamatan, Kordinator Desa dan Kordinator TPS, kalau ditotal seluruhnya mencapai 20.000 orang,” ujarnya.

Untuk memantau kinerja dari Tim yang dibentuk tersebut SS Center memiliki kamar hitung berbasis aplikasi dan call center di Posko SS Center di Jalan Cipto, Kota Medan.

“Kamar hitung dan call center ini dikerjakan 25 orang setiap harinya. Merekalah yang menginfut data C1 ke aplikasi kamar hitung suara kita, sedangkan call center bertugas untuk membangun komunikasi dengan tim yang dibentuk di lapangan,” ujarnya.

Tidak hanya itu kata Sarluhut, adanya pendidikan politik dan bimbingan teknis kepada tim pemenangan hingga di tingkat kordes juga berpengaruh pada perolehan suara tersebut.

Seperti diketahui Sihar Sitorus adalah satu-satunya caleg yang memberikan pendidikan politik dan bimbingan teknis kepada timnya hingga ke tingkat desa.

“Dengan bimtek dan pendidikan politik ini Kordinator Kabupaten, Kordinator Kecamatan, Kordintor Desa dan Kordinator TPS memahami tugas tugasnya,” ujarnya

Dalam bimtek dan pendidikan politik ini, Sihar Sitorus selalu menghadirkan KPU dan Bawaslu sebagai pemateri.

“Dalam sejarahnya, pendidikan politik dan Bimtek ini untuk yang pertama kalinya dilakukan oleh caleg. Sebelumnya belum pernah terjadi, Harusnya ini tugas Bawaslu dan KPU, tapi sudah dilakukan oleh Caleg. Tentu hal ini sangat kita apresiasi,” ujar Binsar Pardamean Sihombing, Ketua KPUD Humbang Hasundutan beberapa waktu lalu.

(Terbit di medan.tribunnews.com pada 26 April 2019)

Sihar Sitorus Jadi Pusat Perhatian di Pasar Hutabalang

Sihar Sitorus Jadi Pusat Perhatian di Pasar Hutabalang

Sihar P. H. Sitorus dikerumuni sekelompok ibu di Pasar Hutabalang, Tapanuli Tengah, Jumat (5/04). Sihar yang sedang blusukan di pasar tersebut, disambut ibu-ibu yang ingin berkenalan dengan dirinya.

Sosoknya yang ramah membuat para ibu-ibu kagum. Menurut mereka secara fisik dan sikap Sihar memiliki nilai lebih.

“Ganteng kali bapak ini, ramah pula,” ujar seorang pedagang.

Sihar pun hanya tertawa mendengar celotehan para ibu. Meski begitu, masih saja ada stigma dalam masyarakat yang menganggap kedatangan Calon Legislatif seperti dirinya pasti memberikan uang, namun hal tersebut langsung ditolak Sihar.

“Gak boleh lagi seperti itu bu, kalau mau pemimpin yang baik, gak boleh politik uang,” ujar Sihar ramah.

Hal tersebut lantas menambah kekaguman para ibu kepada Sihar. Ia membeli dua kilogram terong untuk dimasak makan siang.

Usai mengunjungi Pasar Hutabalang, Sihar bertolak ke Gedung Liberty, Pinangsori. Di sana, ia bertatap muka dengan masyarakat untuk memohon doa dan dukungan.

Sihar mengajak masyarakat untuk dengan tegas menolak hoax terutama yang menyerang pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Amin. Menurutnya semua tuduhan yang dilayangkan kepada pasangan tersebut tidak masuk akal.

“Hoax merusak mental bangsa, dan mencegah yang baik berkuasa. Kita semua harus cross check dulu sebelum membagikan sebuah informasi, dan jangan mudah percaya dengan berita yang tidak jelas asal-usulnya,” ujar Sihar.

Masyarakat yang hadir pun senang dengan kehadiran Sihar. Mereka berharap sosok bersahaja seperti Sihar dapat duduk di pemerintahan.

“Semoga menang Bapak Sihar, orang baik harus bekerja sama dengan orang baik,” ujar Fadly salah satu peserta.

Bersilaturahmi dengan Uskup Sibolga, Sihar Sitorus Diberkati

Bersilaturahmi dengan Uskup Sibolga, Sihar Sitorus Diberkati

Sihar P. H. Sitorus, Calon Legislatif PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Sumut Dua melakukan kunjungan ke Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Kamis (4/4/2019).

Mengawali kegiatannya di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sihar melakukan kunjungan silaturahmi kepada Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap.

Dalam pertemuan silaturahmi ini, Sihar Sitorus memohon doa restu dari sang Uskup, kiranya Sihar Sitorus senantiasa diberikan kesehatan saat menjalankan berbagai aktivitasnya, yang kini banyak bersosialisasi.

Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap mendoakan Sihar Sitorus dalam pertemuan ini, dan memberinya restu untuk memperjuangan kepentingan masyarakat demi NKRI.

Sang Uskup juga memberikan siraman Rohani kepada Sihar Sitorus dan rombonganya yang hadir dalam pertemuan silaturahmi tersebut.

Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap menyampaikan gereja Katolik selalu mengajak mencintai Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan cintai sesamamu seperti diri sendiri.

Ia pun menjabarkan bahwa ada kewajiban kepada Tuhan, kewajiban pada agama, dan kewajiban kepada sesama. Terkhusus untuk sesama ia menyampaikan ada tiga yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Pertama kami harus menyuarakan, bahwa kami harus membawa persaudaraan sejati dalam arti itu kami harus berkata kepada semua orang, ntah kamu beragama apapun, berideologi apapun kami tetap saudara mu,” ujarnya.

“Kami melawan segala pernyataan yang eksklusif, seperti ada partai kafir, agama kafir, ada partai setan, itu terlarang bagi kami, semua orang saudara kami,” tambahnya.

Selanjutnya katanya, Katolik terpanggil untuk menyuarakan perdamaian dan persaudaraan lestari, dan kepada siapapun. “Kami menyuarakan romo pierre, kata jawaban terakhir kami adalah ampuni,” jelasnya.

Kemudian yang ketiga kata Uskup bahwa umat Katolik tidak boleh jadi bagian dari problem, dan harus membawa perdamaian. “Bhinneka harga mati, dalam berbeda Tuhan memberi itu harus dijadikan rahmat Allah,” ujarnya.

Terkhusus dalam pencalon Sihar Sitorus sebagai calon wakil rakyat, Uskup menyampaikan pesan kiranya Sihar Sitorus menjadi berkat bagi Indonesia.

“Anakku Sihar, pada Pemilu ini, mari kita berjanji, bangsa ini kita hantar kepada persaudaraan, perdamaian, dan keakraban Bhinneka Tunggal Ika, kalau ini kita capai, cita-cita bapak bangsa ini dan cita-cita Tuhan kita tercapai di Bumi Indonesia,” ujarnya.

Sihar Sitorus pun menyampaikan rasa terima kasihnya sudah didoakan oleh Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap.

“Sungguh merupakan sebuah berkat dapat bertemu dengan Bapak Uskup pagi ini, memperoleh doa dan berkat memberi kekuatan dan penguatan bagi saya pribadi,” ujarnya.

Sihar mengutarakan bahwa Katolik sudah mendarah daging dalam kehidupannya, nilai-nilai Katolik sejak kecil sudah ditanamkan padanya lewat pendidikan, sejak sekolah dasar hingga pendidikan tinggi.

Pesan-pesan yang disampaikan oleh Uskup pun menurut Sihar adalah nilai yang bisa membawa kita pada hidup yang mendamaikan dan dapat menjadi berkat bagi sesama, terutama menghadapi berbagai gesekan yang mungkin di Pemilu kali ini.

Dengan mengendepankan semboyoan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati makan perbedaan pilihan bukan menjadi alasan kita merusak persaudaraan kita saat ini.

“Apapun partainya, terlepas siapapun calegnya, terlepas apapun agamanya, terlepas apapun sukunya, di atas itu kita semuanya bersaudara, itu pesan pak Uskup,” ujar Sihar

“Jadi itu pesan yang bagus, dan sebenarnya itu ada di bawah burung garuda, yakni Bhinneka Tunggal Ika, itulah warisan yang harus kita kawal dan kita turunkan kepada generasi berikut, meskipun kita berbeda tetapi tetap satu. Kalau orang bilang NKRI harga mati, tadi Pak Uskup bilang Bhinneka Tunggal Ika juga harga mati,” pungkasnya.