Archive

Category: Berita

207 posts

Djarot-Sihar Disambut Reog dan Tari Karo di KPU

Djarot-Sihar Disambut Reog dan Tari Karo di KPU

Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus datang ke KPU untuk mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan cagub-cawagub Sumatera Utara (Sumut). Djarot-Sihar disambut reog dan tarian Karo saat tiba di kantor KPU.

Djarot-Sihar tiba di KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan sekitar pukul 16.15 WIB, Rabu (10/1/2018). Darot-Sihar beserta pendukungnya berjalan kaki sekitar 300 meter.

Nama Djarot-Sihar terus diteriakkan sepanjang jalan hingga menuju KPU Sumut. Djarot-Sihar kemudian masuk ke kantor KPU mengikuti proses pendaftaran.

Pengamanan di kantor KPU cukup ketat. Tampak hadir Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw. Djarot-Sihar datang ke KPU ditemani anggota DPR RI yakni Junimart Girsang dan Trimedya Panjaitan.

Tiba di KPU Sumut, Djarot-Sihar Dikerumuni Warga

Tiba di KPU Sumut, Djarot-Sihar Dikerumuni Warga

Bakal Pasangan Calon Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, yang didukung PPP dan PDI Perjuangan saat mendatangi KPUD Sumut dikerumuni oleh ratusan warga.

Setelah turun dari becak yang mereka kendarai, keduanya langsung diserbu pendukungnya untuk meminta bersalaman. Bahkan ada yang sampai terjatuh karena dorongan para warga.

Banyaknya warga yang berebut salaman, nyaris membuat keduanya tidak bisa masuk ke dalam kantor KPUD Sumut. Setelah berhasil masuk kehalaman KPUD Sumut Djarot dan Sihar tetap dikerumuni warga.

Saat duduk di kursi yang disediakan KPUD Sumut, Djarot dan Sihar juga tidak bisa tenang, meskipun sudah bermandi keringat. Saling dorong diantara warga pun tidak terhindarkan karena hal ini.

Djarot yang berbincang dengan wartawan mengutarakan bahwa Sumatera Utara sangat luar biasa, euforia yang dia rasakan begitu besar berbeda dengan daerah-daerah yang pernah dia kunjungi.

“Luar biasa sekali Sumatera Utara ini. Sumatera Utara hebat,” ujarnya seraya menyeka keringatnya.

Djarot- Sihar Naik Becak dan Diiringi Ribuan Simpatisan PDIP

Djarot- Sihar Naik Becak dan Diiringi Ribuan Simpatisan PDIP

Setelah memastikan mendapat dukungan dari DPP PPP, Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mendaftar ke KPU Sumut, Rabu (10/1/2018).

Keduanya sudah ditunggu-tunggu para kader dan relawan PDIP di Lapangan Merdeka Medan.

Tiba di Lapangan Merdeka, Djarot yang menggunakan kemeja berwarna merah dan Sihar yang menggunakan kemeja putih langsung menuju KPU Sumut sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan amatan, ribuan simpatisan PDIP pun turut mendampingi Djarot dan Sihar.

Pasangan ini diusung oleh PDIP dan PPP dengan total 20 kursi legislatif.

Apabila berkasnya diterima KPU, Djarot dan Sihar akan menjadi pasangan bakal calon ketiga.

Gelar Tumpengan Sebelum Mendaftar ke KPU Sumatera Utara

Gelar Tumpengan Sebelum Mendaftar ke KPU Sumatera Utara

Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dijadwalkan mendaftar ke KPU Sumatera Utara, Rabu (10/1/2018).

Namun, sebelum itu, pasangan yang maju di Pilkada Sumatera Utara 2018 itu, menggelar tumpengan di Kantor PDIP Sumatera Utara, Jalan Jamin Gintig, Medan.

Djarot terlihat menggunakan kemeja kebesaran PDIP. Sementara Sihar menggunakan kemeja putih.

Pencalonan mereka tak lepas dari koalisi PDIP dan PPP di ajang Pilkada Sumatera Utara 2018. Meski belakang, PPP menolak Sihar sebagai wakil karena latar belakangnya.

Bahkan, rapat untuk menemukan titik temu siapa wakil yang bakalan diusung berlangsung sejak Senin (8/1/2018) hingga Selasa (9/1/2018) malam.

Situasi rapat cukup alot. Sempat terjadi aksi gebrak dan pukul meja dari pengurus PPP yang tidak setuju komposisi pasangan yang diusung.

“Kami masih rapat mengawal supaya pasangan yang diusung adalah orang-orang yang beragama Islam. Sampai ada pukul-pukul meja dalam mengkawal supaya pasangan Islam. Kami menolak pasangan pelangi,” ujar Ketua DPW PPP Sumut H Yulizar Parlugutan Lubis.

PPP, menurut Yulizar, tidak peduli siapa orang yang mendamping Djarot Saiful Hidayat. Yang penting agama yang menjadi pendampingnya adalah Islam.

Jadi, isu PPP memaksakan kadernya tidak benar. Bagi mereka tidak masalah pendampingnya kader PDIP, yang penting Islam.

“Begitu banyak kader PDIP yang Islam, ada Djumiran Abdi, ada Soetarto, Sekretaris PDIP Sumut, kemudian ada Pak Ruben Tarigan. Kami tidak menolak PDIP, tapi calon yang pelangi yang kami tolak,” lanjutnya.

Namun, pada akhirnya PPP setuju Sihar sebagai wakil yang mendampingi Djarot di Pilkada Sumatera Utara 2018.

Pemeriksaan Kesehatan Calon Kepala Daerah di Sumut di RSUP Adam Malik

Pemeriksaan Kesehatan Calon Kepala Daerah di Sumut di RSUP Adam Malik

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan bakal calon kepala daerah di Sumatera Utara. Pemeriksaan akan dilakukan mulai besok.

Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga mengatakan pemeriksaan dilakukan mulai 11-14 Januari 2018 mendatang.

“Untuk bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur dilakukan mulai tanggal 11-12 Januari,” kata Benget saat ditemui di Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Rabu (10/1/2018).

Sementara, untuk pemeriksaan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati dilakukan pada 13-14 Januari.

Dalam pemeriksaan ini, tim kesehatan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, himpunan psikolog dan juga Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi bakal calon dalam keadaan sehat.

“Itu tim pemeriksaan. Mereka memastikan kondisi (bakal calon) dalam keadaan sehat jasmani. Hasilnya pemeriksaan nanti diserahkan ke KPU Sumut. Pelaksanaan pasatinya masih disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Benget.

Seperti diberitakan sebelumnya, daerah yang menyelenggarakan Pilkada nantinya yakni Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Dairi, Batubara, Padangsidimpuan. Sementara, Sumatera Utara juga mengikuti Pilgub 2018.

Cerita Mega Rebut Sihar Sitorus dari Puan Maharani

Cerita Mega Rebut Sihar Sitorus dari Puan Maharani

Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane (Sihar Sitorus) dipilih PDIP untuk mendampingi Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Sumatera Utara 2018. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri lalu bercerita proses ‘merebut’ Sihar Sitorus dari anaknya, Puan Maharani.

“Sihar ini ikut Mbak Puan di Kemenko PMK. Lalu saya bilang, ‘saya ambil Sihar ya’, ‘jangan dong, Ma, saya perlu dia juga’ kata Mbak Puan,” ujar Mega di kantor DPP PDIP,Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

Sihar merupakan tenaga ahli di Kemenko PMK. Mega akhirnya mendapat kesempatan merebut Sihar karena putrinya kini sedang jalan-jalan.

“Mbak Puan lagi jalan-jalan sama anaknya, saya ambillah dia (Sihar), biarin aja paling juga ngomel,” kata Mega disambut tawa hadirin.

Pasangan Djarot dan Sihar diumumkan pertama kali oleh Mega. Hari ini PDIP mengumkan 6 cagub-cawagub untuk Pilkada serentak 2018.

PPP Sodorkan Kontrak Politik untuk Djarot-Sihar

PPP Sodorkan Kontrak Politik untuk Djarot-Sihar

PPP menyodorkan kontrak politik untuk mengusung pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus Pane di Pilgub Sumut 2018. Apa alasannya?

“Karena ada keberatan dari teman-teman di sana, maka Pak Djarot dan Pak Sihar membuat kontrak politik dengan PPP yang berkaitan dengan umat Islam,” sebut Sekjen PPP Arsul Sani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Kontrak politik itu berisikan 6 poin. Salah satunya pasangan Djarot-Sihar mengintensifkan gerakan Wakaf Alquran. Arsul mengatakan gerakan itu sebelumnya telah berhasil mendistribusikan lebih dari 50.000 Alquran ke provinsi minoritas muslim.

Selain itu, Arsul menyebut partainya meminta Djarot-Sihar menjalin komunikasi yang baik dengan kalangan muslim. Arsul hanya menyebut 4 dari 6 poin kontrak politik Djarot-Sihar.

Berikut ini kontrak politik PPP untuk Djarot-Sihar:

1. Mendukung Gerakan Nasional Wakaf Al Quran yang memang digelorakan oleh PPP.

2. Agar mengalokasikan lebih besar lagi dan secara khusus di APBD nanti kalau menjadi gubernur dan wakil gubernur, alokasi anggaran untuk kepentingan lembaga pendidikan Islam dan ponpes di Sumut.

3. Agar mendorong lahirnya peraturan daerah yang melarang atau membatasi peredaran miras di wilayah Sumut.

4. Agar kalau menang maka selama pemerintahan